0

Review Buku The Signs - Tara Swart + Insights + Reflective Questions

Published: Monday, 01 June 2026 Written by Dipidiff

 

New York Times Bestseller 

 

Judul : The Signs: The New Science of How to Trust Your Instincts.

Penulis : Tara Swart, MD, Ph.D.

Jenis Buku : Personal Transformation Self-Help

Penerbit : Ebury Publishing

Tahun Terbit : 2025

Jumlah Halaman : 222 halaman

Dimensi Buku :  21.40 x 13.60 x 2.20 cm

Harga : Rp. 410.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9781846048500

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

Available at PERIPLUS Bookstore

 

 

Sekelumit Tentang Isi

"The Signs" merupakan sebuah panduan yang menjembatani ilmu saraf (neuroscience) dengan spiritualitas untuk membuktikan bahwa "tanda-tanda" dalam hidup sebenarnya berakar pada mekanisme biologis otak yang membantu manusia menemukan makna dan tujuan. Tara Swart memaparkan bagaimana otak manusia menggunakan Ascending Reticular Activating System (ARAS) sebagai sistem penyaring informasi serta memanfaatkan konsep interosepsi dan poros usus-otak untuk memproses intuisi sebagai bentuk pengolahan data cepat oleh sistem saraf. Dengan mendorong penguatan neuroplastisitas melalui kreativitas, hubungan antarmanusia, dan interaksi mendalam dengan alam, Swart membimbing pembaca untuk membuka pikiran terhadap sinkronisitas di sekitar mereka. Pada akhirnya, buku ini bertujuan membantu setiap individu mempercayai insting mereka agar dapat mengambil keputusan yang lebih selaras dengan jati diri dan menjalani kehidupan yang lebih hidup atau dalam kondisi "technicolour".

 

Yuk cek dulu daftar isinya.

Preface: How I Came to See Life In Technicolour

Introduction

Part 1 What Are You Missing?

Chapter 1 Signs from Beyond

Chapter 2 Are You Accessing Your Full Wisdom?

Chapter 3 Life with Signs

Part 2 Opening Your Mind to Signs

Chapter 4 Connect with Your Senses

Chapter 5 Connect with Your Intuirion

Chapter 6 Connect with Creativity

Chapter 7 Connect with Nature

Chapter 8 Connect with Each Other

Conclusion

 

Author

Dr. Tara Swart adalah seorang PhD di bidang ilmu saraf dan dokter medis lulusan Universitas Oxford. Ia adalah penasihat senior untuk Neuroscience and Leadership di MIT Sloan School of Management, penulis buku terlaris The Source, dan anggota Dewan Pengawas the Lady Garden Foundation. Tara adalah Kepala Bidang Sains di Dirtea Adaptogenic Mushroom Company, dan The Mind Ambassador di Healf. com. Episodenya di podcast Diary of a CEO adalah episode dengan performa tertinggi sepanjang masa dengan 22 juta penayangan di semua platform.

 

Picture: Author The Signs - Tara Swart

 

Review

Saya suka buku ini karena mudah dibaca, alurnya terstruktur, tersedia alat/kerangka untuk dicoba, nada narasinya hangat dan tulus, narasi berdasarkan cerita pengalaman hidup. Gaya penulisannya intim seperti percakapan, namun tetap mempertahankan otoritas keilmuan. Ada validasi pengalaman wawasan/spiritual melalui lensa neurosains, sebuah niche yang jarang dieksplorasi dengan kredibilitas akademis. Buku ini tidak hanya informatif, tetapi juga transformatif. 

Meskipun Tara Swart adalah seorang ilmuwan, buku ini mencampurkan bukti klinis dengan anekdot pribadi dan konsep filosofis yang mungkin memerlukan verifikasi independen jika pembaca mencari murni data empiris ilmiah.

Tentu saja opini pembaca bisa berbeda, ulasan buku ini memang bersifat subjektif, namun semoga tetap bermanfaat.

 

Kutipan

Ada beberapa kutipan yang berkesan buat saya dari buku ini.

Kutipan pertama, "I believe that signs are a tool for a natural human longing that is shared by all people, past and present”, di halaman 63. Kutipan ini sangat relevan karena mengakui bahwa setiap manusia, tanpa memandang latar belakang atau zamannya, memiliki keinginan batiniah untuk menemukan makna dan arahan dalam hidupnya. Hal ini memvalidasi mengapa kita sering mencari "tanda" saat berada di persimpangan jalan.

Kutipan kedua, "When you choose to live your life with signs, you will probably feel luckier, more successful, and more in tune with yourself”, di halaman 112. Kutipan ini menawarkan nilai praktis bagi masyarakat umum. Tara Swart menekankan bahwa memperhatikan tanda-tanda bukan sekadar soal spiritualitas, melainkan strategi untuk meningkatkan kesejahteraan mental, kesuksesan, dan pengenalan diri. Hal ini memberikan motivasi bagi pembaca untuk lebih peka terhadap lingkungan dan insting mereka sendiri guna mencapai kualitas hidup yang lebih baik.

 

Picture: Buku The Signs

 

Rekomendasi

Saya rekomendasikan buku ini untuk profesional yang sering mengambil keputusan cepat dan individu yang ingin hidup lebih selaras dengan tujuan hidup mereka, pembaca umum yang mencari makna hidup. Buku ini sangat relevan bagi siapa saja yang merasa kehilangan arah atau sedang mencari makna batiniah dalam kehidupan mereka. Tara Swart menyatakan bahwa mencari tanda adalah alat untuk memenuhi kerinduan alami manusia akan tujuan hidup.

Buku ini sesuai untuk profesional dan pengambil keputusan, karena penulis menggunakan pendekatan ilmu saraf (neuroscience), buku ini sangat bermanfaat bagi kalangan profesional yang perlu mengasah intuisi mereka untuk mengambil keputusan cepat dan efektif di tengah gangguan dunia modern. Pembaca dari kalangan praktisi pengembangan diri yang mencari wawasan yang dapat ditindaklanjuti, buku ini menyediakan alat konkret seperti latihan pernapasan, teknik meditasi, dan penjurnalan untuk meningkatkan kesadaran diri.

Buku ini untuk siapapun yang merasa "terputus" dari diri sendiri. Buku ini cocok untuk orang-orang yang merasa kewalahan oleh teknologi atau stres dan ingin terhubung kembali dengan indrawi serta insting mereka. Hal ini mencakup mereka yang tertarik pada konsep kesehatan menyeluruh seperti hubungan usus-otak (gut-brain axis) dan terapi alam (Shinrin-yoku).

Mengingat latar belakang penulis sebagai dokter dan ilmuwan, buku ini merupakan jembatan bagi mereka yang skeptis terhadap konsep spiritual murni tetapi tertarik untuk memahami mekanisme biologis dan neurologis di balik fenomena sinkronisitas atau "kebetulan".

Selain itu, buku ini juga sesuai dibaca bagi mereka yang menghadapi transisi hidup. Sama seperti pengalaman pribadi Tara Swart yang menghadapi kehilangan, buku ini memberikan penghiburan dan arahan bagi pembaca yang sedang mengalami perubahan besar atau tantangan emosional.

Secara keseluruhan, buku ini ditujukan bagi siapa pun yang ingin menjalani kehidupan dengan lebih sadar, atau dalam istilah Tara Swart, hidup dalam kondisi "technicolour" yang lebih bermakna, berwarna, dan penuh tujuan.

 

Picture: Beberapa halaman pilihan pada buku The Signs

 

More Review + Insight + Reflective Questions

 

Tujuan dan Audiens

Buku ini bertujuan untuk menjembatani ilmu saraf (neuroscience) dengan intuisi spiritual guna membantu pembaca mempercayai insting mereka. Tara Swart berusaha membuktikan bahwa "tanda-tanda" dalam hidup bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari cara kerja otak yang terlatih. 

 

Tema Utama dan Poin Penting

Ide sentral buku The Signs adalah hidup dalam kesadaran penuh atau kondisi "technicolour" dicapai dengan menyelaraskan pikiran bawah sadar dan indra kita. Buku ini sangat relevan di era modern yang penuh gangguan, di mana manusia sering merasa terputus dari alam dan insting mereka sendiri. Pembaca ditantang untuk mempertanyakan asumsi bahwa intuisi adalah hal yang tidak ilmiah, dan melihatnya sebagai hasil dari neuroplastisitas yang bisa dilatih

 

Kekuatan dan Kelemahan

Menurut saya kekuatan buku ini terletak pada perpaduan unik antara gelar medis penulis (MD, PhD) dengan pendekatan spiritual memberikan kredibilitas tinggi yang jarang ditemukan di genre serupa. Gaya bahasanya sangat merangkul pembaca awam.

Untuk kelemahannya, beberapa pembaca yang sangat skeptis mungkin menganggap interpretasi penulis terhadap "tanda" tertentu (seperti simbol angka) terlalu subjektif meskipun Tara Swart berusaha memberikan konteks neurologis.

 

Suara dan Gaya Kepenulisan 

Nada narasi Tara Swart bersifat otoritatif namun reflektif. Sebagai ilmuwan, ia berbicara dengan data, namun sebagai manusia, ia berbagi duka pribadinya setelah kehilangan suaminya dan pengalaman-pengalaman personal emosional lainnya. Tara Swart menggunakan teknik bercerita yang efektif, mengubah topik ilmiah yang datar menjadi narasi yang hidup melalui anekdot pasien dan pengalaman pribadi. Swart juga membangun argumen langkah-demi-langkah, dimulai dari cara kerja otak hingga ke praktik harian, sehingga pembaca merasa diyakinkan secara logika

 

Konten dan Nilai Praktis

Isi buku ini memiliki fondasi penelitian yang disajikan secara populer. Misalnya, Tara Swart menggunakan bukti seperti studi NDEs mengenai kesadaran saat henti jantung dan riset tentang Ascending Reticular Activating System (ARAS). Materi disusun secara logis dalam dua bagian besar: memahami apa yang terlewatkan dan cara membuka pikiran terhadap tanda-tanda.

Konsep medis yang rumit, seperti interosepsi (kemampuan merasakan sinyal tubuh internal), dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami tanpa kehilangan esensi ilmiahnya

Buku ini juga memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti. Misalnya, terdapat latihan pernapasan untuk mengurangi stres dan alat untuk memperkuat intuisi melalui jurnal dan meditasi. Buku ini juga mengandung kebijaksanaan tentang hubungan dengan alam (Shinrin-yoku) dan koneksi antarmanusia adalah wawasan abadi yang akan tetap relevan.

 

Gambar Visual

Tara Swart menggunakan berbagai elemen visual yang dirancang untuk mendukung narasi ilmiah dan spiritualnya. Misalnya, sampul buku menampilkan simbol geometris lingkaran yang saling terkait (seperti Vesica Piscis atau Seed of Life), yang mencerminkan perpaduan antara keteraturan sains dan kedalaman spiritual. Diagram geometris muncul pada setiap pembuka bagian (Part) dan bab, seperti pada "Introduction" dan "Part One", yang memberikan kesan konsistensi tema.

Ada pula bagan/tabel data. Contohnya adalah tabel "The 38 signs of gut distress" (38 tanda gangguan usus) yang memetakan gejala fisik secara terperinci. Terdapat diagram anatomi otak yang merupakan ilustrasi teknis yang menunjukkan bagian-bagian otak seperti ThalamusAmigdala, dan Brainstem. Ada pula ilustrasi sistem tubuh, gambar anatomi manusia yang memperlihatkan organ dalam dan diagram panah yang menjelaskan komunikasi dua arah antara otak dan usus (Gut-Brain Axis).

Visual dalam buku ini secara efektif memperjelas konten kompleks, memperkuat fakta dan data, meningkatkan daya tarik visual dan memecah kepadatan, mempermudah pemahaman dan mengingat, dan memandu fokus pembaca.

  

Pertimbangan Konteks yang Lebih Luas

Buku ini mengisi celah dalam literatur pengembangan diri dengan menawarkan "sains baru" tentang insting. Di tengah tren mindfulness, buku ini memberikan landasan biologis yang lebih kuat dibandingkan buku-buku spiritualitas murni. Latar belakang Swart sebagai neuropsikiater profesional memastikan bahwa saran yang diberikan aman dan berbasis kesehatan mental.

 

Insights – Summary

Buku "The Signs"  merupakan eksplorasi ilmiah yang memadukan ilmu saraf (neuroscience) dengan konsep spiritualitas untuk membantu pembaca mengenali dan mempercayai insting mereka.

Pendahuluan & Preface: Melihat Hidup dalam "Technicolour"

Tara Swart mengisahkan pengalaman pribadinya setelah kehilangan suaminya, yang membawanya pada pencarian makna di balik "tanda-tanda" yang ia temui. Ia berargumen bahwa hidup dengan tujuan dan kesadaran akan tanda membuat hidup terasa lebih hidup atau dalam "technicolour".

Part 1 What Are You Missing

Chapter 1 Signs from Beyond

Bab ini membahas fenomena yang melampaui pemahaman fisik biasa, seperti pengalaman mendekati kematian (Near-Death Experiences/NDE). Kisah Dr. Mary Neal, seorang dokter ortopedi yang mengalami NDE setelah tenggelam saat bermain kayak. Ia melaporkan pengalaman spiritual yang mendalam saat secara medis dinyatakan "mati". Di bab ini Tara Swart menjelaskan riset yang dilakukan oleh Dr. Bruce Greyson, seorang profesor psikiatri dan ilmu neurobehavioral di University of Virginia School of Medicine, terkait Near-Death Experiences (NDEs) atau pengalaman mati suri.

Dr. Greyson mempelajari NDE selama lebih dari empat puluh tahun. Studi tersebut menemukan bahwa sekitar 10 hingga 20 persen orang yang berhasil disadarkan kembali dari henti jantung melaporkan mengalami NDE. Dr. Greyson berargumen bahwa NDE bukanlah sekadar halusinasi atau "angan-angan" (wishful thinking). Ia mencatat bahwa pengalaman ini terjadi ketika seseorang secara klinis dinyatakan mati (jantung berhenti, tidak ada denyut nadi, dan pernapasan terhenti) di mana otak seharusnya tidak mampu menghasilkan pengalaman yang terstruktur dan jernih.

Melalui risetnya, ia mengidentifikasi beberapa fenomena umum yang sering dilaporkan oleh penyintas, antara lain: perasaan damai dan kesejahteraan yang luar biasa, pengalaman luar tubuh (out-of-body experience), melihat cahaya terang atau memasuki dimensi lain, bertemu dengan roh atau orang yang dicintai yang sudah meninggal, dan melihat kembali peristiwa hidup (life review). Dr. Greyson menunjukkan bahwa penjelasan medis konvensional, seperti kekurangan oksigen (hypoxia) atau pelepasan endorfin, tidak cukup untuk menjelaskan kompleksitas dan struktur dari pengalaman NDE tersebut.

Tara Swart menggunakan riset Dr. Greyson ini untuk menunjukkan adanya bukti ilmiah yang kuat bahwa kesadaran manusia mungkin tetap ada meskipun otak sedang tidak berfungsi secara normal, yang berkaitan dengan konsep "tanda-tanda" dari dimensi yang lebih luas.

Chapter 2 Are You Accessing Your Full Wisdom?

Bab ini berfokus pada bagaimana otak manusia menyaring informasi melalui sistem yang disebut Ascending Reticular Activating System (ARAS). Contohnya, bagaimana seseorang yang menetapkan niat (intention) tertentu tiba-tiba mulai melihat peluang yang sebelumnya terabaikan.

Swart menjelaskan bahwa kita dapat melatih atau memprogram ARAS melalui niat dan fokus yang kuat. Ketika kita menetapkan tujuan atau mencari tanda tertentu, ARAS akan mulai menyaring lingkungan untuk menemukan peluang, sinkronisitas, atau informasi yang mendukung tujuan tersebut, hal-hal yang mungkin sebelumnya ada di sana tetapi terabaikan oleh otak kita. Dengan memahami cara kerja ARAS, Swart berargumen bahwa banyak "tanda" yang kita temukan sebenarnya adalah hasil dari otak yang secara aktif mencari dan menyaring informasi yang relevan dengan apa yang paling kita pedulikan saat itu.

Di bab ini Tara Swart menggarisbawahi bahwa kita mengasah intuisi melalui pikiran dan tubuh untuk menciptakan kekuatan super. Intuisi dan tanda saling berhubungan. Intuisi sering kali muncul sebagai sinyal fisik atau "gut feelings", inilah pentingnya melatih interosepsi, yaitu kemampuan untuk merasakan kondisi internal tubuh. Tara Swart juga menyarankan untuk mencatat mimpi sebagai cara untuk mengakses informasi dari pikiran bawah sadar.

Chapter 3 Life with Signs

Dalam Bab 3 Tara Swart menjelaskan bahwa mengenali dan mengikuti tanda-tanda (signs) memberikan berbagai manfaat penting bagi kesejahteraan mental, emosional, dan spiritual seseorang, antara lain memberikan panduan dalam pengambilan keputusan besar, membantu menemukan tujuan hidup, sumber dukungan dan validasi mental, mengurangi perasaan kesepian dan terisolasi, memberikan penghiburan di masa sulit, dll.

Tara Swart menjelaskan bahwa mengenali tanda (the signs) adalah tentang meningkatkan kesadaran dan menyelaraskan kondisi internal kita dengan kejadian di dunia luar. Mengenali tanda dimulai dengan membuat sistem saraf berada dalam kondisi terbuka (state of openness). Kita perlu beralih dari kondisi yang terlalu sibuk atau logis menuju kesadaran yang lebih tenang agar bisa merasakan "dorongan lembut" atau "bisikan" dari sekitar kita. Lalu perhatikan simbol dan sinkronisitas.

Tanda sering kali muncul dalam bentuk hal-hal yang tampak sederhana di kehidupan sehari-hari. Tanda yang nyata biasanya memicu rasa resonansi, validasi, atau perasaan bahwa "ini memang untuk saya". Swart memberikan panduan praktis untuk secara aktif meminta dan mengenali tanda, yakni  pikirkan masalah atau pertanyaan spesifik yang ingin ditemukan jawabannya, masuklah ke kondisi yang tenang (seperti melalui meditasi) untuk membuka akses ke pikiran bawah sadar, mintalah tanda secara spesifik kepada alam semesta, tentukan tanda apa yang dicari dan tentukan batas waktunya (misalnya, meminta tanda muncul dalam 24 jam ke depan). Tanda bersifat sangat pribadi. Sesuatu menjadi tanda karena ia memiliki makna khusus bagi orang yang bersangkutan pada saat itu, bukan karena benda itu sendiri memiliki kekuatan magis.

Part 2 Opening Your Mind to Signs

Chapter 4 Connect with Your Senses

Sistem saraf yang teratur dengan baik adalah kunci untuk menghadirkan sinyal-sinyal ke dalam hidup. Kita dapat memperkaya dan mempertajam indra kita untuk meningkatkan fungsi kognitif dan fisik seiring bertambahnya usia. Kita mampu melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita sadari, dan menyelaraskan diri dengan indra kita adalah langkah pertama untuk dapat memperhatikan sinyal-sinyal tersebut.

Dalam bab 4 Tara Swart menjelaskan bahwa interoceptive sense (indra interosepsi) adalah kemampuan kita untuk merasakan apa yang sedang terjadi di dalam tubuh kita. Interosepsi melibatkan persepsi terhadap sinyal-sinyal yang dikirim dari organ internal (seperti jantung, paru-paru, usus, dan kandung kemih) ke otak. Ini memberi tahu kita tentang kondisi internal tubuh, seperti rasa lapar, haus, detak jantung yang meningkat, atau ketegangan otot. Swart menekankan bahwa interosepsi adalah alat vital bagi intuisi. Tubuh kita sering kali bereaksi terhadap situasi atau keputusan tertentu melalui "penanda somatik" (somatic markers) sebelum pikiran sadar kita memprosesnya. Swart menyarankan latihan seperti pemindaian tubuh (body scan) atau sekadar duduk diam dan mencoba merasakan sinyal tubuh.

Tara Swart juga menjelaskan bahwa vagus nerve (saraf vagus) adalah komponen kunci dalam menghubungkan tubuh dan pikiran, serta merupakan fondasi biologis dari intuisi kita, Sekitar 80 persen dari serat saraf vagus adalah serat sensorik, yang berarti tugas utamanya adalah mengirimkan informasi dari organ tubuh menuju ke otak. Hal inilah yang mendasari munculnya "firasat" atau gut feelings, di mana otak menerima sinyal fisik dari tubuh sebelum kita menyadarinya secara logis. Di bab ini Tara Swart juga membagikan cara mengaktifkan indera sehingga lebih peka.

Chapter 5 Connect with Your Intuition

Di bab 5, dalam pandangan Tara Swart, intuisi terletak pada titik temu antara pemrosesan data bawah sadar di otak dan respons fisik sistem saraf di seluruh tubuh. Tara membagikan pengalamannya yang merasa mendapatkan pesan melalui tanda-tanda alam sebagai bentuk konfirmasi emosional atas jalan yang ia tempuh.

Bab ini membahas lebih dalam dan menjelaskan aspek fisik dan sensorik intuisi, karena kedua hal ini akan memungkinkan untuk mengakses intuisi dengan lebih mudah. ​​Dalam bab ini, kita akan melihat bagaimana seseorang dapat mengakses sumber tanda-tanda untuk membantu seseorang lebih memperhatikan dan menafsirkan tanda-tanda yang ada.

Pikiran dan tubuh kita bekerja bersama, sehingga kekuatan intuitif dari keselarasan atau harmoni keduanya lebih besar daripada masing-masing secara terpisah. Sama seperti pikiran dapat mewujudkan efek fisiologis, sensasi fisik dan gerakan tubuh juga dapat memengaruhi pikiran.

Dalam bukunya, The Body Keeps the Score, Bessel van der Kolk membagikan penelitiannya selama bertahun-tahun tentang subjek ini, menjelaskan bagaimana peristiwa traumatis meninggalkan jejak fisik dan mental pada kita.

Tara Swart menjelaskan bahwa mengakses intuisi memerlukan upaya untuk menenangkan pikiran logis agar kita bisa masuk ke dalam kondisi kesadaran tubuh yang lebih dalam. Untuk itu kita bisa melakukan persiapan fisik misalnya aktifitas fisik, yoga, tarian, dan pemindaian tubuh berbasis rasa syukur (latihan berdurasi 10 menit yang dirancang untuk memperkuat interosepsi atau kemampuan merasakan sinyal internal tubuh).

Tara Swart, menyajikan dua latihan khusus untuk membantu pembaca mengakses kebijaksanaan batin mereka. Latihan-latihan ini dirancang untuk melatih otak agar dapat memproses informasi bawah sadar menjadi wawasan yang nyata. Pertama, Yourself in Seven Years’ Time dengan membayangkan diri lebih tua 7 tahun dari masa kini yang membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi sekarang. Kedua, The Unfurling Exercise dengan duduk tenang dan bernapas pelan, membayangkan kuncup bunga yang terbuka perlahan, dan memperhatikan tiap gambaran yang muncul sebagai jawaban dari intuisi.

Dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti telah menunjukkan bahwa 'naluri usus' bukan hanya kiasan, dan ada bukti yang muncul bahwa intuisi kita sebenarnya terkait dengan hubungan dua arah antara usus dan otak. Sistem neurobiologis tidak hanya memastikan pemeliharaan homeostasis gastrointestinal dan pencernaan yang tepat, tetapi kemungkinan juga berdampak pada hal-hal seperti motivasi dan fungsi kognitif yang lebih tinggi, termasuk pengambilan keputusan intuitif. Mungkin inilah sebabnya usus sering disebut sebagai otak kedua, karena terdapat jaringan saraf yang luas di seluruh sistem pencernaan dan di organ-organ perut, dan beberapa neurotransmiter diproduksi di usus.

Tara Swart menjelaskan bahwa peradangan (inflammation) dan kabut otak (brain fog) adalah penghalang utama bagi seseorang untuk dapat mengakses intuisi mereka secara tajam. Untuk mengembalikan kejernihan intuisi, penulis menyarankan beberapa langkah untuk mengurangi peradangan dan menghilangkan kabut otak, antara lain: (1) mengoptimalkan kesehatan usus karena usus adalah pusat produksi banyak neurotransmiter, menjaga keseimbangan mikrobioma sangat penting untuk kesehatan otak, (2) pola makan anti-inflamasi, yakni mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan dan lemak sehat (seperti Omega-3), (3) hidrasi dan tidur yang cukup untuk membantu otak melakukan "pembersihan" limbah metabolik secara efektif setiap malam, (4) dan manajemen stres, yakni mengurangi kadar kortisol yang merupakan pemicu utama peradangan sistemik. Dengan mengurangi peradangan dan menghilangkan kabut otak, seseorang dapat membersihkan "jalur komunikasi" antara tubuh dan pikiran, sehingga tanda-tanda dan arahan intuitif dapat diterima dengan lebih jelas

Tara Swart menjelaskan Adaptogens sebagai zat botani atau tanaman yang membantu tubuh beradaptasi terhadap pemicu stres serta memulihkan keseimbangan sistem tubuh. Beberapa contoh tanaman adaptogen yang dipaparkan dalam buku ini antara lain; (1) Ginseng, digunakan untuk menurunkan tingkat hormon stres secara keseluruhan, (2) Rhodiola Rosea, membantu tubuh mengatasi stres baik secara emosional maupun fisik.

Swart juga menggunakan semacam alat atau teknik untuk membimbing intuisi dan membaca tanda-tanda. Misalnya, salah satu metode yang menurutnya sangat membantu untuk mengakses intuisi adalah menggunakan kartu tarot.

Chapter 6 Connect with Creativity

Seni dan kreativitas dianggap sebagai cara untuk meningkatkan neuroplastisitas atau kemampuan otak untuk berubah dan beradaptasi. Riset menjelaskan bahwa mengapresiasi keindahan dan karya seni dapat mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, mengurangi stres, dan meningkatkan impuls untuk berkreasi. Tara Swart menjelaskan bahwa membawa seni dan kreativitas ke dalam hidup bukan tentang menjadi seniman profesional, melainkan tentang melakukan tindakan kecil sehari-hari yang merangsang otak dan meningkatkan kesejahteraan mental

Ia menyarankan agar memperhatikan bagaimana cara berpakaian dan warna apa yang dipilih, karena hal ini dapat memengaruhi suasana hati secara signifikan. Mencoba gaya baru atau memberikan "sentuhan warna" (pop of color) pada penampilan dapat menjadi cara sederhana untuk mengekspresikan diri secara kreatif setiap hari.

Keindahan tidak harus mahal; ini bisa berupa tindakan sederhana seperti menata bunga di dalam vas atau mengatur barang-barang di meja dengan cara yang menyenangkan secara visual. Tara Swart menjelaskan bahwa mencari dan mengelilingi diri dengan keindahan dapat menciptakan jalur saraf baru di otak melalui stimulasi visual.

Musik adalah salah satu cara paling berdampak untuk memasukkan kreativitas ke dalam hidup. Melantunkan semacam mantra, menyanyi dan bersenandung dapat menciptakan resonansi dan getaran di dalam tubuh yang berdampak mendalam pada sistem saraf. Penggunaan mangkuk suara (sound bowls) dapat membantu otak masuk ke kondisi gelombang gamma yang berkaitan dengan pembelajaran dan memori. Menari adalah salah satu gerbang kreativitas yang paling mudah diakses dan sangat baik untuk kesehatan mental. Kita tidak memerlukan pengalaman atau keahlian khusus; fokusnya adalah pada pengalaman fisik dan indrawi saat menggerakkan tubuh mengikuti irama. Memasak dianggap sebagai aktivitas kreatif yang melibatkan banyak indra, mulai dari mencium aroma rempah-rempah hingga melihat warna-warni bahan makanan. Mencoba resep baru atau memasak sesuatu yang memberikan rasa bahagia adalah cara praktis untuk melatih kreativitas ini. Melukis, menggambar, atau berkreasi bertujuan untuk ekspresi diri, bukan hasil akhir yang sempurna. Salah satu saran praktisnya adalah "menggambar tanda-tanda" yang ditemui di dalam jurnal sebagai bentuk dokumentasi kreatif. Membaca buku fiksi atau bacaan yang menginspirasi (bukan untuk pekerjaan) dapat meningkatkan empati dan kesejahteraan mental.

Secara keseluruhan, praktik-praktik ini bertujuan untuk meningkatkan neuroplastisitas otak, sehingga kita menjadi lebih peka dan terbuka dalam menangkap tanda-tanda yang muncul dalam kehidupan.

Chapter 7 Connect with Nature

Tara Swart menjelaskan bahwa lingkungan fisik kita memiliki dampak luar biasa terhadap neurobiologi dan kesehatan mental. Penelitian sejak akhir 1960-an menunjukkan bahwa lingkungan yang kaya dapat meningkatkan pertumbuhan otak. Secara aktif berinteraksi dengan lingkungan dan alam, dapat mengoptimalkan otak untuk beroperasi pada tingkat yang lebih tinggi, dan juga untuk memperhatikan lebih banyak tanda-tanda.

Lingkungan yang paling berpengaruh karena manusia menghabiskan banyak sejarah evolusinya di alam liar. Otak dan tubuh kita secara fisiologis diatur untuk berfungsi paling optimal di lingkungan alami, bukan di lingkungan buatan manusia yang penuh dengan beton dan teknologi.

Praktik-praktik berbasis alam semacam ini sering disebut secara kolektif sebagai mandi hutan, yang konon berasal dari seni Shinrin-yoku Jepang, dan telah terbukti memiliki manfaat psikologis dan fisiologis. Secara khusus, studi telah menunjukkan bahwa mandi hutan dan terapi ruang hijau perkotaan menurunkan kadar kortisol saliva, denyut nadi, dan tekanan darah, serta penanda yang digunakan untuk mengukur aktivitas saraf parasimpatik meningkat sementara penanda yang menunjukkan aktivitas saraf simpatik menurun.

Grounding atau Earthing adalah praktik melakukan kontak fisik langsung dengan permukaan bumi, seperti berjalan tanpa alas kaki di atas rumput atau pasir. Secara ilmiah, hal ini membantu menyeimbangkan elektron dalam tubuh, menetralkan radikal bebas, dan mengurangi peradangan.

Saat berada di alam, aktifkan semua indra. Perhatikan pola geometris alami seperti pada awan atau dedaunan) yang secara alami menenangkan otak manusia karena pola tersebut adalah "bahasa visual" yang dikenal baik oleh sistem saraf kita. Jika tidak bisa ke luar rumah, bawalah alam ke dalam ruangan. Gunakan tanaman hias, maksimalkan cahaya matahari, dan gunakan bahan-bahan alami seperti kayu atau batu untuk menciptakan suasana yang menenangkan di rumah. Kurangi paparan terhadap cahaya biru (blue light) dari gawai, polusi suara, serta racun kimia dan makanan olahan yang dapat memicu peradangan sistemik dan mengaburkan intuisi.

Alam adalah bagian dari keberadaan kita. Sains modern mengungkap fenomena di mana pohon-pohon berkomunikasi dan berbagi nutrisi melalui jaringan mikoriza (jamur) di bawah tanah. Hal ini membuktikan adanya kesadaran kolektif dan keterkaitan di alam semesta yang nyata. Kebijaksanaan kuno (seperti yang dianut oleh Maori people dan the Onge tribe) telah lama memandang alam sebagai sesuatu yang sakral. Mereka memahami bahwa manusia adalah bagian dari ekosistem yang lebih besar dan hidup selaras dengan ritme alam.

Dalam konteks tradisional, zat psikedelik alami digunakan dalam ritual suci untuk membantu manusia melampaui ego dan merasakan persatuan dengan alam semesta, misalnya Ayahuasca (minuman tradisional asal Amazon yang terbuat dari campuran tumbuhan) diminum oleh dukun Amerika Latin dalam ritual upacara.

Ada pula Holotropic Breathwork, yakni teknik pernapasan khusus yang dikembangkan oleh Stanislav Grof, untuk mencapai kondisi kesadaran yang diperluas tanpa obat-obatan. Praktik ini bertujuan untuk penyembuhan emosional dan mendapatkan wawasan spiritual melalui koneksi mendalam dengan diri sendiri dan alam semesta.

Dengan menyelaraskan diri kembali dengan alam, kita membersihkan jalur kognitif kita sehingga "tanda-tanda" dan arahan hidup menjadi lebih mudah ditangkap oleh otak.

Chapter 8 Connect with Each Other

Dukungan sosial dan hubungan yang bermakna dapat mengubah jalur saraf di otak dan memperkuat ketahanan emosional. Hubungan antarmanusia dalam membantu kita mengenali tanda-tanda dan mencapai potensi penuh kita. Tidak ada manusia yang bisa hidup terisolasi karena kita secara evolusioner diprogram untuk hidup dalam kelompok. Isolasi sosial memiliki dampak buruk yang nyata bagi Kesehatan. Memiliki koneksi sosial memberikan rasa aman dan rasa memiliki yang sangat penting bagi kesejahteraan emosional dan kognitif kita.

Kita memengaruhi orang lain melalui sinyal kimiawi dan hormonal yang tidak disadari. Misalnya, tingkat kortisol (hormon stres) yang tinggi pada satu orang dapat menular dan memicu respons stres pada orang-orang di sekitarnya. Sebaliknya, interaksi positif melepaskan oksitosin (hormon kasih sayang/ikatan), meningkatkan rasa percaya dan memperkuat ikatan antarindividu. Otak manusia memiliki kemampuan untuk "selaras" dengan orang lain, di mana emosi dan kondisi mental kita dapat saling memengaruhi secara mendalam tanpa melalui kata-kata.

Karena besarnya pengaruh orang-orang terhadap diri kita, secara langsung maupun tidak langsung, Tara Swart percaya kita harus mengelola lingkungan pertemanan kita dengan sangat hati-hati. Untuk menarik orang-orang berkualitas ke dalam hidup, kita harus terlebih dahulu mencerminkan kualitas-kualitas tersebut. Jika ingin memiliki teman yang mendukung, jujur, dan baik, kita harus memulainya dengan menjadi teman yang memiliki sifat-sifat tersebut bagi orang lain.

Salah satu latihan praktis yang dapat dilakukan untuk membantu merasa lebih terhubung dengan orang-orang dari masa lalu adalah latihan "Mentor Lintas Waktu". Latihan ini melibatkan upaya membayangkan atau memanggil kembali kebijaksanaan dari tokoh-tokoh yang pernah menginspirasi kita, meskipun mereka sudah tidak ada atau tidak lagi dalam hidup kita. Dengan membayangkan kehadiran mereka, kita dapat mengakses nilai-nilai dan kekuatan yang mereka wakili untuk memandu keputusan saat ini.

Tara Swart merujuk pada teori Carl Jung tentang ketidaksadaran kolektif, yaitu sebuah kumpulan pengalaman, simbol, dan kebijaksanaan universal yang dimiliki bersama oleh seluruh umat manusia. Mengakses ketidaksadaran kolektif berarti menyadari bahwa pengalaman pribadi kita adalah bagian dari narasi manusia yang lebih besar. Dengan terhubung pada level ini, kita menjadi lebih peka terhadap "tanda-tanda" yang muncul dari kebijaksanaan kolektif ini, yang sering kali memberikan arahan atau konfirmasi saat kita membutuhkannya dalam hidup.

Di akhir buku, Tara Swart menyampaikan agar dapat memperhatikan tanda-tanda, seseorang harus terbuka untuk menerimanya. Ada kemungkinan bahwa jika orang yang bersangkutan dipengaruhi secara negatif oleh orang lain, mungkin secara tidak sadar, hal itu dapat menciptakan semacam bias terhadap kemungkinan tanda-tanda tersebut bermanfaat baginya.

Semakin stabil dan didukung seseorang, semakin besar kemungkinan ia memiliki sumber daya untuk membawa tanda-tanda ke dalam hidupnya. Dan jika ia berpikiran terbuka tentang kemungkinan adanya kesadaran bersama, maka merasakan hubungannya dengan orang lain dan dukungan dari kelompoknya akan membawanya selangkah lebih dekat untuk memanfaatkan kebijaksanaan itu. Menurut pengalaman Tara Swart, saat itulah tanda-tanda akan menjadi bagian sehari-hari dari hidupnya.

*detail insights ada di buku 

 

Reflective Questions

Berikut adalah serangkaian pertanyaan reflektif yang disusun untuk membantu kita bertransformasi dari pembaca pasif menjadi pembaca aktif yang memiliki pemahaman mendalam terhadap buku "The Signs”

1. Menghubungkan Isi Buku dengan Pengalaman Pribadi

  • Penulis menjelaskan bahwa otak kita menyaring informasi melalui ARAS (Ascending Reticular Activating System) agar kita fokus pada hal-hal yang selaras dengan niat kita. Coba ingat satu momen ketika Anda terus-menerus melihat sesuatu (misalnya jenis mobil tertentu atau kata-kata unik) setelah Anda memikirkannya. Bagaimana pemahaman tentang RAS mengubah sudut pandang Anda terhadap peristiwa tersebut, apakah itu "kebetulan murni" ataukah otak Anda yang sedang bekerja aktif?
  • Tara Swart membahas pentingnya "mendengarkan tubuh" melalui poros usus-otak. Pernahkah Anda mengambil keputusan besar berdasarkan "perasaan tidak enak" di perut yang ternyata benar? Berdasarkan bagan "38 Signs of Gut Distress" di buku ini, gejala fisik apa yang sering Anda abaikan yang mungkin sebenarnya adalah sinyal dari intuisi Anda?

2. Meningkatkan Berpikir Kritis

  • Penulis menggunakan riset studi NDEs tentang pengalaman mendekati kematian untuk membangun argumennya. Apakah menurut Anda bukti ilmiah yang disajikan cukup kuat untuk mendukung klaim spiritual penulis? Bagian mana dari penjelasan ilmiahnya yang menurut Anda paling meyakinkan, dan bagian mana yang menurut Anda masih memerlukan bukti lebih lanjut?
  • Mengingat latar belakang penulis sebagai MD dan PhD, sejauh mana keahlian medisnya memberikan kredibilitas pada teorinya tentang "tanda-tanda" dari alam semesta?. Apakah Anda merasa ada potensi bias pribadi penulis yang muncul karena pengalaman dukanya sendiri?

3. Mendorong Kemandirian Belajar

  • Bab tentang "Connect with Nature" menyarankan praktik Shinrin-yoku (mandi hutan) untuk menurunkan kortisol. Jika Anda mencoba menghabiskan 20 menit di alam tanpa gawai besok pagi, perubahan apa yang Anda prediksi akan terjadi pada kemampuan Anda menangkap "tanda" atau ide kreatif?
  • Penulis menyatakan bahwa kreativitas meningkatkan neuroplastisitas otak. Dari berbagai strategi praktis di Bab 6 (seperti memasak, menari, atau mewarnai), manakah yang paling mungkin Anda jadikan rutinitas baru untuk melatih otak Anda agar lebih terbuka terhadap peluang?

4. Memperkuat Ingatan dan Makna Materi

  • Lihatlah kembali diagram "The Gut-Brain Axis" atau gambar anatomi otak di buku ini. Jika Anda harus menjelaskan konsep "intuisi ilmiah" kepada teman hanya menggunakan gambar tersebut, bagaimana Anda akan menceritakannya?
  • Tara Swart menggambarkan hidup dengan tanda-tanda sebagai hidup dalam kondisi "technicolour" (penuh warna dan makna). Apa satu kutipan dari buku ini yang paling beresonansi dengan Anda dan mampu merangkum esensi dari "hidup yang bermakna" versi Anda sendiri?

5. Dampak dan Nilai Praktis

  • Setelah membaca tentang bagaimana stres menghambat kemampuan otak untuk melihat peluang, langkah konkret apa yang akan Anda ambil hari ini untuk menurunkan tingkat stres Anda agar "tanda-tanda" dalam hidup menjadi lebih jelas terlihat?
  • Apakah wawasan tentang hubungan antarmanusia dan kesadaran kolektif dalam buku ini akan tetap relevan bagi Anda dalam 5 atau 10 tahun ke depan? Mengapa? 

*Pilihlah satu atau dua pertanyaan setiap kali menyelesaikan satu bab. Tulis jawabab di jurnal akan sangat membantu dalam memperkuat retensi informasi dan memastikan transisi kita menjadi pembaca yang aktif.

 

Refleksi Pribadi

Buat saya pribadi, buku ini menginspirasi saya untuk lebih mengasah intuisi, melatih pemrosesan data cepat oleh sistem saraf. Buku ini juga mengedukasi saya tentang ARAS sehingga bisa berhati-hati dalam menyerap informasi. The Signs adalah bacaan wajib yang membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dan spiritualitas dapat berjalan beriringan untuk menciptakan kehidupan yang lebih bermakna.

 

 

------------------ 

-------------------------------------------------------------------------


 

Dipidiff.com adalah sebuah media edukasi yang menginspirasi melalui beragam topik pengembangan diri, rekomendasi buku-buku, dan gaya hidup yang bervibrasi positif.

Diana Fitri, biasa dipanggil Dipi, adalah seorang ibu yang gemar berkebun, dan rutin berolahraga. Gaya hidup sehat dan bervibrasi positif adalah dua hal yang selalu ia upayakan dalam keseharian. Sambil mengasuh putra satu-satunya, ia juga tetap produktif dan berusaha berkembang secara kognitif, sosial, mental dan spiritual.

Lulusan prodi Pemuliaan Tanaman Universitas Padjadjaran, Dipi lalu melanjutkan studi ke magister konsentrasi Pemasaran, namun pekerjaannya justru banyak berada di bidang edukasi, di antaranya guru di Sekolah Tunas Unggul, sekolah International Baccalaureate (IB), dan kepala Kemahasiswaan di Universitas Indonesia Membangun. Setelah resign tahun 2016, Dipi membangun personal brand Dipidiff hingga saat ini.

Sebagai Certified BNSP Public Speaker dan Certified BNSP Trainerserta certified IALC coach, (certified BNSP Master Trainer, certified BNSP NLP, certified BNSP Komunikasi, certified internasional coach ICF, certified EQ, dan certified Pengembangan Kurikulum dan Fasilitas Pelatihan -- on planning 2026). Dipi diundang oleh berbagai perusahaan, komunitas dan Lembaga Pendidikan untuk berbagi topik membaca, menulis, mereviu buku, public speaking, dan pengembangan diri, misalnya di Kementrian Keuangan, Universitas Negeri Semarang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, BREED, Woman Urban Book Club, Lions Clubs, Bandung Independent School, The Lady Book Club, Buku Berjalan.id, SMAN 24 Bandung, SMAN 22 Bandung, Mega Andalan Kalasan, Manulife Indonesia, SERA ASTRA, dan lain-lain. Selama dua tahun menjadi pemateri rutin di platform edukasi Cakap.com. Dipi meng-coaching-mentoring remaja dan dewasa di Growth Tracker Program, ini adalah program pribadi, yang membantu (terutama) remaja dan dewasa muda untuk menemukan passion dan mengeluarkan potensi mereka. 

Berstatus bookblogger, reviu-reviu buku yang ia tulis selalu menempati entry teratas di halaman pertama mesin pencari Google, menyajikan ulasan terbaik untuk ribuan pembaca setia. Saat ini Dipi adalah brand ambassador untuk Periplus Bandung dan berafiliasi dengan Periplus Indonesia di berbagai event literasi. Dipi juga pernah menjadi Official Reviewer untuk Republika Penerbit dan berpartner resmi dengan MCL Publisher. Kolaborasi buku-bukunya, antara lain dengan One Peach Media, Hanum Salsabiela Rais Management, KPG, Penerbit Pop, Penerbit Renebook, dan Penerbit Serambi. Reviu buku Dipi bisa dijumpai di www.dipidiff.com maupun Instagram @dipidiffofficial. Dulu sempat menikmati masa menjadi host di program buku di NBS Radio dan menulis drop script acara Indonesia Kemarin di B Radio bersama penyiar kondang Sofia Rubianto (Nata Nadia). Podcast Dipi bisa diakses di Youtube Dipidiff Official.

Let's encourage each other to shape a better future through education and book recommendation.

Contact Dipidiff at DM Instagram @dipidiffofficial

 

 

 

 

 

Hits: 43

TERBARU - ARTIKEL PENGEMBANGAN DIRI & TERAPI TANAMAN

Kuasai Mindset, Ubah Hidup: Panduan Berp…

19-02-2026 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Cara Berpikir Positif, Produktif, dan Bermanfaat dengan Menguasai Mindset  "In a growth mindset, challenges are exciting rather than threatening. So rather than thinking, oh, I'm going to reveal my weaknesses, you...

Read more

Cara Mewujudkan Impian dengan Manifestas…

03-11-2024 Dipidiff - avatar Dipidiff

Updated 24 Februari 2025     I think human beings must have faith or must look for faith, otherwise our life is empty, empty. To live and not to know why the cranes...

Read more

Mengapa Ringkasan Buku Itu Penting?

19-06-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Pernah ga sih teman-teman merasakan suatu kebutuhan yang sebenarnya mendesak namun seringkali diabaikan? Mungkin karena rasanya kebutuhan ini sepele, atau mungkin dia tidak terasa mendesak sampe ketika waktunya tiba mendadak...

Read more

10 Tips Mengatasi Kesepian

05-12-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Apakah kamu akhir-akhir ini merasa kesepian? Rasa sepi ini ga cuma hadir saat sendiri, tapi juga di tengah keramaian, atau bahkan saat bersama orang-orang terdekat. Ada sebuah rasa hampa yang...

Read more

Cara Membuat Perpustakaan Pribadi di Rum…

25-09-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Perpustakaan sendiri punya kenangan yang mendalam di benak saya. Saya yakin teman-teman juga punya memori tersendiri ya tentang library. Baca juga "Arti Perpustakaan Bagi Para Pecinta Buku" Baca juga "Perpustakaan Luar...

Read more

TERBARU - REVIEW BUKU + INSIGHTS + RINGKASAN+ PERTANYAAN REFLEKTIF

Review Buku The Signs - Tara Swart + Ins…

01-06-2026 Dipidiff - avatar Dipidiff

  New York Times Bestseller    Judul : The Signs: The New Science of How to Trust Your Instincts. Penulis : Tara Swart, MD, Ph.D. Jenis Buku : Personal Transformation Self-Help Penerbit : Ebury Publishing Tahun Terbit : 2025 Jumlah Halaman :...

Read more

Review Buku The Bookseller - Tim Sulliva…

29-05-2026 Dipidiff - avatar Dipidiff

The Brand New Mystery in The Million-Copy-Bestselling George Cross Series The 2025 Crime Writers’ Association Dagger in The Library Award Longlistee   Judul : The Bookseller Penulis : Tim Sullivan Jenis Buku : Police Procedurals...

Read more

Review Buku My Grandfather The Master De…

17-05-2026 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Sold More Than 200,000 copies in Japan Editor's Pick Best Mystery, Thriller & Suspense on Amazon A Beyond the Bookends Most Anticipated Mystery of MarchAn Our Novel World Best New Crime Thriller   Judul : My Grandfather The...

Read more

Review Buku Days at the Torunka Café - S…

01-05-2026 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Editors' pickBest Literature & Fiction on Amazon   Judul : Days at the Torunka Café Penulis : Satoshi Yagisawa Penerjemah : Eric Ozawa Jenis Buku : Family Life Fiction, Literary Fiction Penerbit : Harper Perennial Tahun Terbit :...

Read more

Review Buku The Travelling Cat Chronicle…

27-04-2026 Dipidiff - avatar Dipidiff

  International Bestseller A Best-Selling Japanese Classic That Has Sold Over 1.4 Million Copies and was Published Worldwide   Judul : The Travelling Cat Chronicles: The Goodbye Cat Penulis : Hiro Arikawa Jenis Buku : Literary...

Read more

TERBARU - TERAPI HUTAN & KOTA "CERITA LOKASI, INFO TANAMAN, DAN TERAPI DIRI"

Sprekken Cafe & Resto (a Story)

13-10-2025 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Kalau bukan karena seorang teman yang mengajak ketemuan untuk membahas teknis acara buku, saya mungkin tidak akan pernah tahu ada cafe seperti Sprekken di Bandung. Main saya memang kurang jauh...

Read more

Bootopia Periplus (a Story)

12-10-2025 Dipidiff - avatar Dipidiff

Salah satu event diskon buku impor yang paling ditunggu se-Indonesia adalah Bootopia Periplus. Semua orang sudah paham hanya di event ini buku-buku bagus bisa masuk list diskon. Bootopia diadakan dua kali dalam setahun, serentak di toko-toko...

Read more

Periplus Mall Pakuwon Jogja (a Story)

27-09-2025 Administrator - avatar Administrator

  Setelah Juni saya menuliskan agenda visit saya ke Periplus Heritage (sebenarnya ini agenda rutin per bulan), akhirnya Juli saya bisa lanjut ke Periplus Pakuwon Jogja. Bertepatan dengan urusan pekerjaan sebagai...

Read more

The Room 19 Independent Library Dipatiuk…

22-09-2025 Dipidiff - avatar Dipidiff

    The Room 19, cafe library yang akhir-akhir ini namanya mencuat di kalangan para pencinta buku, mungkin mulai menyamai tenarnya cafe Kineruku. Saya sendiri penasaran dengan perpustakaan independen ini karena melihat...

Read more

Ben Farm (a Story)

13-07-2025 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Plant therapy dengan merawat tanaman terbukti membawa dampak yang signifikan dalam ketenangan dan pikiran yang makin positif. Hobi dari remaja ini sempat memudar saat saya sibuk bekerja dan kuliah Magister...

Read more