Review Buku Always Remember - Charlie Mackesy + Insight

The Million-Copy Bestseller
#1 New York Times Instant Bestseller
#1 Amazon Bestseller in Literary Graphic Novels
USA Today Bestseller
Judul : Always Remember
The Boy, The Mole, the Fox, the Horse and the Storm
Penulis : Charlie Mackesy
Jenis Buku : Literary Graphic Novels, Motivational Self-Help
Penerbit : Ebury Press
Tahun Terbit : 2025
Jumlah Halaman : 128 halaman
Dimensi Buku : 6.84 x 0.93 x 8.77 inches
Harga : Rp. 499.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah
ISBN : 9780593994825
Hardcover
Edisi Bahasa Inggris
Available at PERIPLUS Bookstore
Sekelumit Tentang Isi
Di tengah alam liar yang tak menentu, The Boy yang penuh kekhawatiran, The Mole yang terobsesi kue, The Fox yang diam namun setia, dan The Horse yang bijak dan tenang melangkah tanpa tujuan pasti. Mereka tidak tahu ke mana arah pergi, tapi tahu satu hal bahwa hidup memang sulit, namun mereka memiliki satu sama lain.
Ketika badai datang, baik dari luar maupun dari dalam diri si anak laki-laki, mereka saling mengingatkan akan kebenaran sederhana yang menyelamatkan, bahwa kelembutan adalah kekuatan, bahwa setiap langkah kecil adalah kemenangan, dan bahwa cinta, kehadiran, serta kebaikan sederhana (seringkali berbentuk kue) cukup untuk melewati kegelapan.
Kisah perjalanan empat sahabat ini menjadi pengingat bahwa, “one day you’ll look back and realise how hard it was, and just how well you did.”
Author
Seniman, ilustrator, dan penulis Inggris Charlie Mackesy memulai kariernya sebagai kartunis sebelum menjadi ilustrator buku untuk Oxford University Press. Karyanya yang memenangkan penghargaan telah ditampilkan di berbagai buku, galeri, ruang kelas sekolah, bangsal rumah sakit, penjara, dan ruang publik di seluruh dunia.
The Boy, the Mole, the Fox and the Horse diterbitkan pada Oktober 2019 dan memegang rekor minggu berturut-turut terbanyak di Sunday Times Non-Fiction Chart di semua format, serta menjadi buku nonfiksi terlama yang bertahan di posisi nomor satu sepanjang masa. Sebagai buku terlaris nomor satu versi New York Times, buku ini juga tetap berada di daftar NYT sejak diterbitkan. The Boy, the Mole, the Fox and the Horse dianugerahi penghargaan Waterstones Book of the Year dan Barnes and Noble Book of the Year, serta telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 50 bahasa.
Pada tahun 2023, Charlie ikut menulis dan menyutradarai adaptasi film animasi pendek ini, yang memenangkan BAFTA Award untuk Film Inggris Terbaik, Academy Award untuk Film Pendek Animasi Terbaik, dan lima Annie Award, termasuk Produksi Spesial Terbaik.
Charlie bekerja sama dengan Richard Curtis di lokasi syuting ‘Love Actually’ untuk membuat serangkaian gambar untuk Comic Relief, dan dengan Nelson Mandela dalam proyek litograf, The Unity Series.
Di luar dunia seni, Charlie ikut mengelola Mama Buci, sebuah perusahaan sosial madu di Zambia yang membantu keluarga berpenghasilan rendah dan tanpa penghasilan menjadi peternak lebah. Ia tinggal di antara Brixton dan Suffolk.
Source: Amazon
Review
Simple, honest, poetic, easy to understand, images are not just a complement but part of the narrative. Wise, universal, reflective, emotional, timeless, profound yet light-hearted. It brings comfort, emotional balm, relevant during a crisis, a tool for reflection, calming.
Saya suka buku ini karena visual dan verbalnya yang menenangkan jiwa. Karya MacKesy ini menyatukan keindahan seni dan kebijaksanaan hidup, mengingatkan saya bahwa cinta, harapan, dan kebaikan akan tetap ada, bahkan dalam kegelapan sekalipun.

Picture: Beberapa halaman pilihan buku Always Remember
Rekomendasi
Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca segala usia, pembaca yang mencari bacaan yang bisa memberikan rasa nyaman, mereka yang mencari buku untuk hadiah, pecinta ilustrasi, penggemar Mackesy.
Buku ini juga cocok untuk pembaca yang mencari fiksi inspirasional atau panduan emosional, penggemar fiksi yang mengutamakan eksplorasi kompleksitas emosional dan hubungan interpersonal daripada plot yang rapi. Buku ini akan sangat beresonansi dengan siapa pun yang sedang berjuang dengan kecemasan dan membutuhkan penegasan akan nilai diri dan kekuatan hubungan.
Trigger Warning: Tidak ada trigger warning, namun isi buku ini secara eksplisit membahas tema-tema kesehatan mental seperti kecemasan, keraguan diri yang intens, dan perjuangan internal yang disimbolkan sebagai badai.
Kutipan
Satu kutipan yang paling saya ingat dari buku ini adalah "I worry that I've not very good at anything," said the boy. "You are kind," said the Mole. "Which is everything."
Kutipan ini sangat membuat perasaan saya hangat, karena memang menguatkan. Di dalam cerita the Boy sering cemas, namun sahabatnya memberikan penegasan nilai yang sederhana namun mendalam, bahwa hati yang baik adalah kekuatan diri dan itu cukup.
Kutipan ini saya anggap relevan secara universal karena merefleksikan perasaan umum, khususnya di masyarakat modern, yaitu keraguan diri dan pertanyaan tentang nilai pribadi "I worry that I've not very good at anything". Jawaban The Mole menawarkan resolusi emosional bahwa kebaikan adalah segalanya yang menggantika fokus pada pencapaian eksternal dengan nilai moral internal.

Picture: Buku Aways Remember
This Book Review Might Have Spoiler!
Tema dan Gaya Penulisan
Buku ini menonjol karena tema dan gaya penulisannya yang sengaja dipilih untuk resonansi emosional. Tema utama yang mendominasi adalah cinta dan hubungan persahabatan serta pencarian identitas dan pertumbuhan. Selain itu ada self-love dan kebaikan, dua hal ini merupakan pesan berulang tentang pentingnya kebaikan terhadap diri sendiri, yang diwakili kalimat "Be kind to your soft wild heart", "gentle with yourself", yang ada di dalam buku.
Pesan keteguhan dan harapan diwujudkan melalui metafora badai. Meskipun badai datang (masalah internal), langit biru di atas tidak pernah pergi, dan harapan adalah "lagu sunyi di hati yang dapat bernyanyi terlepas dari segalanya." Ada kekuatan dalam kerentanan ketika kisah ini secara eksplisit menantang asumsi tradisional, dan menyatakan bahwa keberanian sesungguhnya terletak pada pengakuan perasaan ("sometimes the bravest thing you can do is to say how you feel").
Gaya Kepenulisan
Prosa yang digunakan sangat mudah dipahami (accessible) dan sebagian besar didasarkan pada dialog singkat, aforistik, dan mendalam. Gaya ini berhasil menciptakan nada yang suportif, lembut, dan merenung, yang secara efektif membangun empati. Struktur dialog ini juga memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap pikiran dan emosi Narator/Boy.
Tokoh dan Karakter
Buku ini berpusat pada empat karakter yang berfungsi sebagai arketipe emosional dan sumber dukungan, yang membuat saya merasa terlibat dalam perjalanan mereka.
Tokoh The Boy (tokoh utama). Digambarkan sebagai karakter yang sering cemas dan takut kehilangan teman-temannya. Perjuangan utamanya adalah konflik internal (Man vs. Self), bergulat dengan keraguan diri ("I worry that I’ve not very good at anything") dan suara pikiran negatif ("my mind can play tricks on me, and tell me I’m no good"). Tokoh ini mengalami perkembangan karakter. The Boy menunjukkan alur positif yang bergerak dari ketakutan menjadi penerimaan diri. Poin penting terjadi ketika ia menyadari kekuatan sejati datang dari kerentanan ("where we are vulnerable with each other, we are strong") dan kebutuhan untuk menjadi "teman bagi diri sendiri". Perubahan ini terasa dapat dipercaya karena diperoleh melalui perjuangan batin yang disajikan secara berkelanjutan.
Tokoh The Horse (karakter mentor). Hadir sebagai "dasar yang kokoh" (solid ground) dan sumber kearifan. Kata-katanya sering kali memandu The Boy dalam mengatasi rasa takut dan menemukan keberanian, seperti saran untuk mengambil napas sebagai "langkah selanjutnya" saat ketakutan, atau mendefinisikan kekuatan sejati sebagai kelembutan (gentleness).
Tokoh The Mole. Menyediakan elemen komik ringan dan hasrat yang konsisten (kecintaannya pada kue). Obsesinya terhadap kue digunakan untuk merangkum filosofi hidup sederhana ("carpe diem," yang diinterpretasikan sebagai: "Jangan tunda sampai besok kue yang bisa kamu makan hari ini").
Plot
Always Remember menggunakan struktur di mana narasi diatur oleh dialog dan refleksi daripada urutan peristiwa (Plot) yang tradisional. Cerita ini mengikuti struktur episodik atau modular, terdiri dari serangkaian interaksi mandiri yang semuanya terikat oleh benang merah tematik (cinta, dukungan) dan perkembangan internal The Boy. Plot tidak terbebani oleh konflik eksternal yang rumit, melainkan berfokus pada kecepatan alur yang lebih lambat dan reflektif.
Kejutan atau twist pada ceritanya bersifat internal dan emosional, seperti realisasi bahwa "glacier carved this valley" dan rasa sakit itu menciptakan keindahan. Ini memperdalam narasi tematik.
Konflik
Konflik dalam Always Remember sepenuhnya berakar pada perjuangan psikologis dan bukan pada ancaman eksternal yang besar. Konflik didominasi oleh tipe konflik manusia vs. diri sendiri (konflik internal). Fokusnya adalah pada rasa bersalah, ketakutan, dan krisis identitas The Boy. Sumber konflik berasal dari motivasi karakter The Boy yang bertentangan (keinginan untuk menjadi baik versus rasa takut tidak berharga). Ketegangan dipertahankan melalui penggambaran pergumulan The Boy, terutama saat ia merasa "jatuh" dan menghadapi "badai" di dalam. Resolusinya (ketika ia menyadari bahwa ia "dicintai" dan "membuat perbedaan besar") memberikan katarsis emosionalyang memuaskan dan kuat.
POV
Narasi menggunakan POV orang ketiga, yang memungkinkan Mackesy untuk memberikan komentar objektif tentang perjuangan The Boy ("The boy is often anxious") sambil memberikan wawasan intim tentang pikiran dan perasaannya. Perspektif ini sangat ideal karena memberikan saya keintiman yang diperlukan untuk berempati dengan kecemasan The Boy.
Latar
Latar dalam cerita ini berfungsi sebagai latar belakang yang simbolis alih-alih deskripsi fisik yang rinci. Latar secara fungsional memperkuat tema ketenangan dan resiliensi. Lingkungan alam (langit, badai, gletser) digunakan secara simbolis. Badai/awan gelap melambangkan kekacauan internal dan hari-hari sulit, langit biru melambangkan esensi diri yang stabil dan harapan yang tidak pernah hilang, lokasi dan sahabat merupakan latar terbaik ketika mereka "semua ada di sini" yang menunjukkan bahwa tempat yang aman adalah hubungan itu sendiri, bukan lokasi fisik.
Ending
Akhir cerita Always Remember memberikan penutupan yang memuaskan dan selaras dengan nada cerita yang suportif. Tipe resolved ending dan happy ending, karena konflik besar (kecemasan dan keraguan diri The Boy) terselesaikan secara positif melalui penerimaan diri dan cinta. Resolusi ini memberikan katarsis emosional. Rasa takut The Boy akan kehilangan ("what happens if I lost you?") diselesaikan dengan kepastian abadi ("we are forever"). Konflik internal The Boy diselesaikan secara efektif. Ia menerima bahwa ia "agak berantakan dan belum selesai" ("messy and unfinished") dan bahwa hal tersebut tidak merusak dirinya. Kisah berakhir dengan penguatan tema persahabatan sejati ("you have been a friend... which is a wonderful thing") dan penekanan pada hidup di saat ini ("this life, seize it").
Insight
Lesson learned: Sincere and affectionate friendship is a treasure in life.
Membaca buku ini memberikan serangkaian wawasan mendalam (insights) yang sangat relevan dan universal bagi saya, dan pembaca terutama yang bergumul dengan kecemasan dan harga diri.
Cerita Always Remember mengandung wawasan tentang nilai diri dan kebaikan. Bahwa kebaikan adalah esensi sejati. Saya belajar bahwa nilai tertinggi seseorang bukanlah pada pencapaian atau keterampilan, melainkan pada kebaikan hati. Cerita ini juga menegaskan bahwa keberadaan dan ketahanan adalah sesuatu yang patut dirayakan, kedua hal tersebut adalah kemenangan. Cerita ini juga mengajarkan pentingnya penerimaan diri dan berdamai dengan ketidaksempurnaan. The Boy akhirnya menyadari bahwa ia "agak berantakan dan belum selesai", dan hal ini universal, karena Mole membenarkan, "kita semua seperti itu". Kita juga didorong untuk melawan suara-suara negatif internal.
Dari kisah Always Remember ada pembelajaran tentang cara mengatasi kecemasan dan ketakutan. Misalnya, fokus pada langkah terdekat. Saat merasa kewalahan dan tidak dapat melihat jalan keluar, wawasan praktis yang ditawarkan adalah untuk mengurangi fokus secara drastis. Ketika The Boy berkata, "Aku tidak dapat melihat jalan keluar," sahabatnya berkatan "apakah kamu dapat melihat langkah selanjutnya?" dan kemudian "ambil saja itu". Lalu, emosi batin bersifat sementara, kecemasan itu sesuatu yang datang dan pergi. Badai internal (kecemasan) itu akan berlalu karena "kamu bukanlah badai itu, dan itu akan berlalu". Bahkan, "badai pun ikut lelah".
Salah satu yang paling saya sukai juga adalah tentang harapan yang abadi. Cerita menggunakan metafora alam untuk mengajarkan resiliensi: meskipun ada awan gelap (masalah). Kekuatan sejati adalah kelembutan dan untuk berani dalam kerentanan. Di sini juga ada wawasan tentang hubungan dan dukungan satu sama lain, serta mencintai diri sendiri dalam persahabatan.
Pendewasaan bisa kita dapatkan dari rasa sakit yang menciptakan keindahan. Kita diajak melihat kesulitan sebagai bagian dari proses pembentukan atau transformasi. The Horse memberikan wawasan bahwa meskipun gletser yang mengukir lembah "pasti menyakitkan," lihatlah "keindahan yang diciptakannya".
Always Remember bukanlah sebuah narasi yang didorong oleh peristiwa, melainkan sebuah kompas emosional. Kekuatannya terletak pada penyajian kebenaran universal tentang kebaikan, kerapuhan manusia, dan kekuatan persahabatan melalui dialog yang lembut dan beresonansi. Struktur dialognya yang ringkas namun mendalam.
-------------------
-------------------------------------------------------------------------

Dipidiff.com adalah sebuah media edukasi yang menginspirasi melalui beragam topik pengembangan diri, rekomendasi buku-buku, dan gaya hidup yang bervibrasi positif.
Diana Fitri, biasa dipanggil Dipi, adalah seorang ibu yang gemar berkebun, dan rutin berolahraga. Gaya hidup sehat dan bervibrasi positif adalah dua hal yang selalu ia upayakan dalam keseharian. Sambil mengasuh putra satu-satunya, ia juga tetap produktif dan berusaha berkembang secara kognitif, sosial, mental dan spiritual.
Lulusan prodi Pemuliaan Tanaman Universitas Padjadjaran, Dipi lalu melanjutkan studi ke magister konsentrasi Pemasaran, namun pekerjaannya justru banyak berada di bidang edukasi, di antaranya guru di Sekolah Tunas Unggul, sekolah International Baccalaureate (IB), dan kepala Kemahasiswaan di Universitas Indonesia Membangun. Setelah resign tahun 2016, Dipi membangun personal brand Dipidiff hingga saat ini.
Sebagai Certified BNSP Public Speaker dan Certified BNSP Trainer, serta certified IALC coach, certified Master Trainer, certified NLP, certified Komunikasi, certified internasional coach, certified EQ, dan certified Pengembangan Kurikulum dan Fasilitas Pelatihan. Dipi diundang oleh berbagai komunitas dan Lembaga Pendidikan untuk berbagi topik membaca, menulis, mereviu buku, public speaking, dan pengembangan diri, misalnya di Kementrian Keuangan, Universitas Negeri Semarang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, BREED, Woman Urban Book Club, Lions Clubs, Bandung Independent School, The Lady Book Club, Buku Berjalan.id, SMAN 24 Bandung, SMAN 22 Bandung, Mega Andalan Kalasan, Manulife Indonesia, SERA ASTRA, dan lain-lain. Selama dua tahun menjadi pemateri rutin di platform edukasi www.cakap.com . Dipi meng-coaching-mentoring remaja dan dewasa di Growth Tracker Program, ini adalah program pribadi, yang membantu (terutama) remaja dan dewasa muda untuk menemukan passion dan mengeluarkan potensi mereka.
Berstatus bookblogger, reviu-reviu buku yang ia tulis selalu menempati entry teratas di halaman pertama mesin pencari Google, menyajikan ulasan terbaik untuk ribuan pembaca setia. Saat ini Dipi adalah brand ambassador untuk Periplus Bandung dan berafiliasi dengan Periplus Indonesia di beberapa event literasi. Dipi juga pernah menjadi Official Reviewer untuk Republika Penerbit dan berpartner resmi dengan MCL Publisher. Kolaborasi buku-bukunya, antara lain dengan One Peach Media, Hanum Salsabiela Rais Management, KPG, Penerbit Pop, Penerbit Renebook, dan Penerbit Serambi. Reviu buku Dipi bisa dijumpai di www.dipidiff.com maupun Instagram @dipidiffofficial. Dulu sempat menikmati masa menjadi host di program buku di NBS Radio dan menulis drop script acara Indonesia Kemarin di B Radio bersama penyiar kondang Sofia Rubianto (Nata Nadia). Podcast Dipi bisa diakses di Youtube Dipidiff Official.
Let's encourage each other to shape a better future through education and book recommendation.
Contact Dipidiff at DM Instagram @dipidiffofficial
TERBARU - SELF EDUCATION
Cara Mewujudkan Impian dengan Manifestas…
03-11-2024
Dipidiff

Updated 24 Februari 2025 I think human beings must have faith or must look for faith, otherwise our life is empty, empty. To live and not to know why the cranes...
Read moreMengapa Ringkasan Buku Itu Penting?
19-06-2022
Dipidiff

Pernah ga sih teman-teman merasakan suatu kebutuhan yang sebenarnya mendesak namun seringkali diabaikan? Mungkin karena rasanya kebutuhan ini sepele, atau mungkin dia tidak terasa mendesak sampe ketika waktunya tiba mendadak...
Read more10 Tips Mengatasi Kesepian
05-12-2021
Dipidiff

Apakah kamu akhir-akhir ini merasa kesepian? Rasa sepi ini ga cuma hadir saat sendiri, tapi juga di tengah keramaian, atau bahkan saat bersama orang-orang terdekat. Ada sebuah rasa hampa yang...
Read moreTentang Caranya Mengelola Waktu
11-08-2021
Jeffrey Pratama

“Seandainya masih ada waktu...” Berani taruhan, diantara kita, pasti pernah berkomentar seperti di atas, atau yang mirip-mirip, minimal sekali seumur hidup. Waktu merupakan satu-satunya sumber daya yang tidak dapat diproduksi ulang. Apa...
Read moreCara Membuat Perpustakaan Pribadi di Rum…
25-09-2020
Dipidiff

Perpustakaan sendiri punya kenangan yang mendalam di benak saya. Saya yakin teman-teman juga punya memori tersendiri ya tentang library. Baca juga "Arti Perpustakaan Bagi Para Pecinta Buku" Baca juga "Perpustakaan Luar...
Read more








