Review Buku Good Omens - Neil Gaiman & Terry Pratchett

Published: Tuesday, 14 January 2020 Written by Dipidiff

 

 

Judul : Good Omens

Penulis : Neil Gaiman & Terry Pratchett

Jenis Buku : Comedy Fantasy

Penerbit : William Morrow & Company

Tahun Terbit : Februari 2019

Jumlah Halaman :  512 halaman

Dimensi Buku :  18.80 x 10.41 x 3.81 cm

Harga : Rp. 149.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9780062836977

Mass Market Paperbound

Edisi Bahasa Inggris

 

No.1 New York Times Bestseller

#1 Bestseller in Greek & Roman Myth & Legend (amazon.com)

 

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Good Omens adalah novel fantasy tentang kelahiran putra setan dan kedatangan kiamat yang kian dekat. Hanya saja topik 'seseram' ini dinarasikan oleh duet penulis terkenal, Neil Gaiman dan Terry Pratchett, dalam komedi dan humor sarkasme, sehingga secara total buku ini akhirnya lebih cenderung masuk kategori comedy fantasy ketimbang horror fantasy.

Ramalan akurat hari kiamat ini ada dalam buku ramalannya Agnes Nutter yang terbit tahun 1655, yang bukunya kemudian langka dan hanya dimiliki oleh keturunannya, yakni Anathema Device. Dalam rangka menyabotase hari kiamat tersebut, malaikat Arizaphale dan iblis Crowley (yang sudah hidup nyaman di Inggris) terpaksa membentuk aliansi, dan bekerjasama menemukan antikristus yang hilang. Pada saat kelahirannya bayi antikristus tersebut ditukar dengan seorang bayi berdarah Amerika. Antikristus kelak akan menjadi pemicu datangnya hari kiamat. Tapi siapa sangka bayi itu malah ditukar dengan bayi yang salah. Pada tahun 2003, novel ini terdaftar di nomor 68 pada survei BBC The Big Read, yakni survei terhadap buku-buku yang dilakukan oleh BBC di Inggris di mana lebih dari tiga perempat juta suara diterima dari publik Inggris untuk menemukan novel yang paling dicintai bangsa sepanjang masa.

Versi film series Good Omens mendapatkan respon yang bagus, meski sempat ada petisi dari 20.000 orang yang menolak penayangan film tersebut. Mereka mengatakan bahwa Good Omens adalah "langkah lain untuk membuat satanisme tampak normal, ringan dan dapat diterima", "mengolok-olok hikmat Tuhan", dan keberatan saat Tuhan "disuarakan oleh suara seorang wanita". Tapi petisi ini kemudian dicabut karena salah arah. Diberitakan pula bahwa Gaiman sempat ragu melanjutkan adaptasi novel ke dalam film setelah Pratchett meninggal dunia, jika saja ia tidak menerima surat wasiat dari Pratchett yang memintanya untuk melanjutkan proyek pembuatan film tersebut.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

 

Dipublikasikan pertama kali tahun 1990 tidak membuat novel yang satu ini kekurangan pembacanya ya. Untuk tahun 2019, buku ini bahkan dicetak ulang versi baru yakni sampul versi filmnya. Berbeda dengan disain sampul awal yang berwarna hitam, rada flat, dan ga ada ilustrasi, saya lebih suka buku yang ini kalo dari sisi sampulnya. Meski begitu dibuka, hurufnya ternyata rapat dan kecil. Sepertinya kalo untuk urusan baca saya akan pilih edisi yang lain. 

 

Tokoh dan Karakter

God

Metatron (the voice of God)

Aziraphale (an angel, and part-time rare book dealer)

Satan (a fallen angel; the adversary)

Beelzebub (a likewise fallen angel and Prince of hell)

Hastur (a fallen angel and Duke of hell)

Ligur (Likewise a fallen angel and Duke of hell)

Crowley (an angel who did not so much fall as Sauter Vaguely Downwards)

dll

Tokoh di novel ini banyak jumlahnya, jadi mungkin akan sedikit membingungkan, untungnya karakter tiap tokohnya jelas. Ada beberapa tokoh yang hanya muncul sebentar-sebentar seperti War dan Famine. Khusus untuk para tokoh, di buku ini ada halaman di awal buku yang khusus menyebutkan semua tokoh yang ada dalam cerita berikut keterangan singkatnya.

Deskripsi tokohnya sebenarnya cukup detail, tapi bahasa yang dipilih kadang tidak gamblang, ada perumpamaan-perumpamaan kadang-kadang. misalnya deskripsi fisik Anathema Device di bawah ini.

The young woman’s name was Anathema Device. She was not astonishingly beautiful. All her features, considered individually, were extremely pretty, but the entirety of her face gave the impression that it had been put together hurriedly from stock without reference to any plan. Probably the most suitable word is “attractive,” although people who knew what it meant and could spell it might add “vivacious,” although there is something very Fifties about “vivacious,” so perhaps they wouldn't.

Page 104

 

Alur dan Latar

Permainan plotnya sebenarnya menarik. Semacam random scenes yang baru bertautan satu sama lain di akhir cerita. Bisa dipastikan novel ini akan disukai oleh kita yang terbiasa dengan plot yang kompleks plus tokoh-tokoh yang muncul secara acak. Kemungkinan ini membuat membaca Good Omens jadi membutuhkan fokus ekstra.

Hingga akhir cerita tokoh Crowley dan Aziraphale memang paling menarik perhatian. Saya tak berhasil menentukan mana di antara mereka yang paling saya suka. Cukuplah saya nyatakan bahwa saya menyukai kedua tokoh ini, tapi favorit saya masih di Newt Scamander-nya J.K. Rowling.

Cerita disampaikan dari sudut pandang orang ketiga dan chapter dalam buku dipisah berdasarkan waktu hitungan mundur menuju hari 'menjelang kiamat'. Jadi arah alur sebenarnya maju.

Banyak konflik sebenarnya yang diangkat buku ini,, turning point nya adalah ketika Aziraphale dan Crowley menyadari kalo terjadi penukaran bayi yang salah dan mereka harus menemukan bayi antikristus. Titik poin lainnya adalah di hari kiamat itu sendiri, apa yang terjadi selalu menjadi pertanyaan saya dari awal cerita. Pada akhirnya ending buku ini dan antiklimaksnya biasa saja. Tapi komedi yang disampaikan memang segar sehingga ceritanya terasa renyah dari awal hingga akhir, lagipula rupanya bukan sensasi kiamat yang ditonjolkan buku ini, tapi lebih kepada sisi perenungannya.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Cukup unik ketika saya membuka halaman awal buku dan menemukan bab pengenalan tokoh, apalagi jumlahnya cukup banyak. Membacanya tidak serta merta membuat saya bisa menebak cerita tentunya, tapi paling tidak saya jadi waspada dengan jenis cerita yang jumlah tokohnya banyak seperti ini. Mungkin ini karena buku yang saya baca versi filmnya ya, entahlah kalo versi lainnya, apakah memang ada halaman pengenalan tokoh seperti ini juga (?)

Picture: Halaman pengenalan tokoh

 

Kalau ada yang bilang buku ini 'lucu', maka saya setuju ☺. Sudah lama ya saya tidak baca buku serenyah ini komedinya. Level ketawanya bisa mulai dari senyum tipis hingga terbahak tiba-tiba 😁. Dua tokoh utama, si iblis Crowley dan si angel Aziraphale, memang duet karakter yang saling melengkapi. Mereka musuh tapi juga sahabat, dan 'kecintaan' mereka di dunia melibatkan buku-buku, acara televisi favorit, makanan, dan beragam alat berteknologi. Ajaib sekali iblis dan malaikat ini 😄. Ayo kamu tim Crowley atau Aziraphale? 😁. Humor yang ada kebanyakan satire, atau humor yang dibawakan tokoh dengan tingkat kepolosan tertentu seperti adegan Arthur, Ligur dan Crowley yang saya kutipkan di bawah ini. Beberapa komedinya harus dibawa mikir baru terasa sisi kelucuannya. Gaya komedinya mengingatkan saya juga pada film-film seri Marvel.

Arthur cleared his throat.

“I have tempted a priest,” he said. “As he walked down the street and saw the prettt girls in the sun, I put Doubt into his mind. He would have been a saint, but within a decade we shall have him.”

“Nice one,” said Crowley, helpfully.

“I have corrupted a politician,” said Ligur.”I let him think a tiny bribe would not hurt. Within a year we shall have him.”

They both looked expectantly at Crowley, who gave them a big smile.

“You’ll like this,” he said.

His smile became even wider and more conspiratorial.

“I tied up every portable telephone system in Central London for forty-five-minutes at lunch-time,” he said.

There was silence, except for the distant swishing or cars.

“Yes?” said Hastur. “And then what?”

“Look, it wasn't easy,” said Crowley.

“That’s all?” said Ligur.

“Look, people --- “

“And exactly what has that done to secure soul our master?” said Hastur.

Crowley pulled himself together.

What could he tell them? That twenty thousand people got bloody furious? That you could hear the arteries clanging shut all across the city? And that then they went back and took it out on their secretaries or traffic wardens or whatever, and they took it out on other people? In all kinds of vindictive little ways which, and here was the good bit, they thought up themselves. For the rest of the day. ...

Page 20

 

The senior demon did not speak.

“So I 'l be popping along,” Crowley babbled.

“See you guys ar—see you. Er. Great. Fine. Ciao.”

As the Bentley skidded off into the darkness Ligur said, “Wossat mean?”

“It’s Italian,” said Hastur. “I think it means ‘food'.’”

“Funny thing to say, then.” Ligur stared at the retreating taillights. “You trust him?” he said.

“No,” said Hastur.

“Right,” said Ligur. It's be a funny old world, he reflected, if demons went round trusting one another.

Page 23

 

Dalam satu narasi tentang polusi nama Indonesia disebut di dalam cerita. Suspicious ya jadinya. Apakah negara kita 'populer' di mata dunia dalam hal polusi dan tempat buangan limbah (?). Ketika membaca ini saya juga menyadari berbagai hidden massages yang ada dalam cerita, ini tentang kritik terhadap kondisi lingkungan. Sebenarnya Good Omens itu bukan cuma komedi dan fantasy saja muatannya.

However, if a person just happened to press the EMERGENCY CARGO RELEASE switch on the bridge, the automatic systems would take care of releasing huge quantities of black sludge into the sea, millions of tons of crude oil, with devastating effect on the birds, fish, vegetation, animals, and humans of the region. Of course, there were dozens of fail-sade interlocks and foolproof safety backups but, what the hell, there always were.

Afterwards, there was a huge amount of argument as to exactly whose fault it was. In the end it was left unresolved: the blame was apportioned equally. Neither the captain, the first mate, nor the second mate ever worked again.

For some reason nobody gave much of a thought to Seaman White, who was already halfway to Indonesia on a tramp steamer piled high with rusting metal barrels of a particularly toxic weedkiller.

Page 76

 

Saya menduga dibalik humor sarkasme yang 'witty' ini, novel Good Omen punya sisi pesan perenungan yang dalam tentang kebaikan dan kejahatan dalam diri manusia. Endingnya menurut saya jauh dari spektakuler, tapi sepertinya memang bukan sensasi kiamat yang dikejar oleh buku ini sebagai poin pentingnya. Rasanya ini lebih ke arah topik kebaikan dan kejahatan, manusia dan kemanusiaan, suratan takdir, dan skenarioNya.

IT IS SAID THAT THE DEVIL HAS ALL THE BEST TUNES.

This is broadly true. But Heaven has the best choreographers.

Page 103.

 

Buat saya pribadi, beberapa hal yang membuat buku ini lamban selesai adalah ketebalannya yang hampir 500 halaman dengan bahasa Inggris yang kosakatanya lumayan menantang, serta banyaknya catatan kaki yang mendistraksi.
Catatan kaki ini ada yang menarik untuk disimak karena berisi informasi unik dan berperan membantu kita memahami konteks cerita, tapi ada juga yang kadang terlalu melebar atau sebenarnya bisa dihilangkan. Yang pasti, buat pembaca yang tak begitu menyukai catatan kaki, bisa jadi buku ini akan njlimet dan melelahkan.

Picture: Catatan kaki yang ada di buku

 

Chapter Good Omens, The Fact (or, at least, lies that have been hallowed by time), sebuah bab khusus di bagian akhir buku juga bab yang menarik untuk dibaca. Di bab tersebut kita bisa menyimak seperti apa sih kisah di balik pembuatan buku. Bentuknya seperti interview, ada pertanyaan-pertanyaan yang kemudian dijawab oleh Neil Gaiman dan Terry Pratchett, dan cara mereka menjawab membuat saya tersenyum-senyum juga. Beberapa pertanyaan yang tercakup dalam bab ini adalah 'mengapa buku ini tidak ada sekuelnya?, 'Apakah mereka tahu (bisa memperkirakan) kalau Good Omens bakal jadi buku 'cut classic' yang dibaca oleh orang terus menerus bertahun-tahun lamanya', dan 'bagian mana dalam cerita yang ditulis oleh Gaiman dan bagian mana yang Pratchett'.

Dua bab khusus lainnya adalah Chapter Neil Gaiman on Terry Pratchett dan Chapter Tery Pratchett on Neil Gaiman. Isinya tentang masing-masing penulis menyampaikan kesan satu sama lain, seperti apa Pratchett di mata Gaiman, dan seperti apa Gaiman di mata Pratchett.

Baca ketiga bab khusus tersebut memberikan insight tertentu bagi saya sebagai murni seorang pembaca buku yang mengagumi buku fantasy mereka yang penuh humor meski memang mengangkat topik yang sensitif (agama).

 

Siapa Neil Gaiman

Neil Richard MacKinnon Gaiman (lahir dengan nama Neil Richard Gaiman, pada 10 November 1960) adalah seorang penulis Inggris fiksi pendek, novel, buku komik, novel grafis, nonfiksi, teater audio, dan film. Karya-karyanya di antaranya adalah seri buku komik The Sandman dan novel Stardust, American Gods, Coraline, dan The Graveyard Book. Gaiman telah memenangkan banyak penghargaan, termasuk penghargaan Hugo, Nebula, dan Bram Stoker, serta medali Newbery dan Carnegie. Ia adalah penulis pertama yang memenangkan medali Newbery dan Carnegie untuk karya yang sama, The Graveyard Book (2008). Pada 2013, The Ocean at the End of the Lane terpilih sebagai Book of the Year dalam British National Book Awards. Penghargaan yang diterima Nail Gaiman sangat banyak jumlahnya.

Keluarga Gaiman adalah orang Yahudi Polandia dan orang Yahudi Eropa Timur lainnya. Kakek buyutnya beremigrasi dari Antwerpen, Belgia, ke Inggris sebelum 1914, dan kakeknya akhirnya menetap di selatan Inggris di kota Hampshire di Portsmouth lalu membangun toko retail bahan makanan. Kakek Gaiman lah yang mengubah nama keluarga asli Chaiman menjadi Gaiman. Ayahnya, David Bernard Gaiman, bekerja di rantai toko yang sama; ibunya, Sheila Gaiman, adalah seorang apoteker.

Setelah tinggal selama beberapa waktu di kota terdekat Portchester, Hampshire, tempat Neil dilahirkan pada tahun 1960, keluarga besar Gaiman pindah pada tahun 1965 ke kota Sussex Barat, East Grinstead, di mana orang tuanya mempelajari Dianetics di pusat Scientology di kota; salah satu saudara perempuan Gaiman bekerja untuk Gereja Scientology di Los Angeles. Gaiman mengatakan bahwa dia bukan seorang Scientologist, dan seperti halnya Yudaisme, Scientology adalah agama keluarganya.

Gaiman bisa membaca pada usia empat tahun. Ketika dia berusia sekitar sepuluh tahun, dia menemukan passionnya melalui karya-karya Dennis Wheatley, di mana The Ka of Gifford Hillary dan The Haunting of Toby Jugg memberi pengaruh pada karir menulisnya kelak. Salah satu karya yang membuat kesan khusus pada dirinya adalah J. R. R. Tolkien The Lord of the Rings dari perpustakaan sekolahnya, meskipun hanya memiliki dua volume pertama novel. Dia secara konsisten membacanya.

Untuk ulang tahunnya yang ketujuh, Gaiman menerima serial The Chronicles of Narnia karya C. S. Lewis. Narnia juga memperkenalkannya pada penghargaan sastra, khususnya Medali Carnegie 1956. Kelak Gaiman memenangkan sendiri medali ini di tahun 2010. 

 

Siapa Terry Pratchett

Sir Terence David John Pratchett OBE (28 April 1948 - 12 Maret 2015) adalah seorang humoris, satiris, dan penulis novel fantasi bahasa Inggris, terutama karya-karya komikal. Novel pertama Pratchett, The Carpet People, diterbitkan pada tahun 1971. Discworld novel pertama, The Color of Magic, diterbitkan pada tahun 1983, setelah itu Pratchett menulis rata-rata dua buku setahun. Novel Discworld 2011 miliknya, Snuff, menjadi novel pembaca orang dewasa bersampul keras nomor tiga terlaris sejak pencatatan dimulai di Inggris, menjual 55.000 kopi dalam tiga hari pertama. Novel Discworld terakhir, The Shepherd's Crown, diterbitkan pada Agustus 2015, lima bulan setelah kematiannya.

Pratchett, dengan lebih dari 85 juta buku terjual di seluruh dunia dalam 37 bahasa, adalah penulis terlaris di Inggris pada 1990-an. Ia diangkat menjadi Perwira Orde Kerajaan Inggris (OBE) pada tahun 1998 dan dianugerahi gelar bangsawan untuk sastra dalam Penghargaan Tahun Baru 2009. Pada tahun 2001 ia memenangkan Medali Carnegie tahunan untuk The Amazing Maurice dan Educated Rodents-nya, buku Discworld pertama yang dipasarkan untuk anak-anak. Pratchett menerima World Fantasy Award for Life Achievement pada 2010.

Pada bulan Desember 2007, Pratchett mengumumkan bahwa ia telah didiagnosis dengan penyakit Alzheimer yang mulai timbul dini. Dia kemudian memberikan sumbangan publik yang besar kepada Alzheimer's Research Trust (sekarang Alzheimer's Research UK), memfilmkan sebuah program televisi yang mencatat pengalamannya dengan kondisi untuk BBC, dan menjadi pelindung bagi Alzheimer's Research UK. Pratchett meninggal pada 12 Maret 2015, dalam usia 66 tahun 

Pratchett melakukan terobosan penulisan pada tahun 1968 ketika ia mewawancarai Peter Bander van Duren, co-direktur sebuah perusahaan penerbitan kecil, Colin Smythe Ltd. Selama pertemuan itu, Pratchett mengatakan ia telah menulis sebuah naskah, The Carpet People. Colin Smythe Ltd menerbitkan buku pada tahun 1971, dengan ilustrasi oleh penulis. Buku ini mendapat ulasan yang kuat, meskipun jumlahnya sedikit, dan diikuti oleh novel-novel fiksi ilmiah The Dark Side of the Sun (10 Mei 1976) dan Strata (15 Juni 1981).

Setelah menjabat berbagai posisi dalam jurnalisme, pada 1980 Pratchett menjadi Petugas Pers untuk Dewan Pembangkit Listrik Pusat (CEGB) di daerah yang mencakup empat stasiun tenaga nuklir.

Novel Discworld pertama, The Color of Magic, diterbitkan dalam bentuk bersampul oleh Colin Smythe Ltd pada tahun 1983. Edisi paperback diterbitkan oleh Corgi, sebuah cetakan dari Transworld, pada tahun 1985. Popularitas Pratchett meningkat ketika BBC Women Time menyiarkan The Color of Magic sebagai serial dalam enam bagian, dan kemudian Equal Rites. Selanjutnya, hak bersampul diambil oleh penerbit penerbit Victor Gollancz Ltd, yang tetap menjadi penerbit Pratchett hingga 1997, Colin Smythe telah menjadi agen Pratchett. Pratchett adalah penulis fantasi pertama yang diterbitkan oleh Gollancz.

Pratchett berhenti bekerja untuk CEGB untuk mencari nafkah melalui menulis pada tahun 1987, setelah menyelesaikan novel Discworld keempat, Mort. Penjualannya meningkat dengan cepat dan banyak bukunya menempati posisi teratas dalam daftar buku terlaris. Menurut The Times, Pratchett adalah penulis UK terlaris dan berpenghasilan tertinggi pada tahun 1996. Beberapa bukunya telah diterbitkan oleh Doubleday, cetakan Transworld lainnya. Di AS, Pratchett diterbitkan oleh HarperCollins.

Menurut Bookseller's Pocket Yearbook (2005), pada tahun 2003 penjualan Pratchett di Inggris berjumlah 3,4% dari pasar fiksi dengan penjualan hardback dan nilai 3,8%, menempatkannya di posisi kedua di belakang JK Rowling (masing-masing 6% dan 5,6%), sementara dalam daftar penjualan paperback, Pratchett berada di posisi ke 5 dengan nilai 1,2% dan 1,3% (di belakang James Patterson (1,9% dan 1,7%), Alexander McCall Smith, John Grisham, dan JRR Tolkien). Penjualannya di Inggris saja lebih dari 2,5 juta kopi setahun.

  

Sumber: Wikipedia

 

Rekomendasi

Novel ini saya rekomendasikan kepada pembaca dewasa yang mencari cerita bergenre komedi fantasi dengan ide cerita yang 'unik - sensitif' seputar agama, hari kiamat, malaikat dan iblis. Humornya yang renyah dan sarkasme memang mengundang tawa. Tokohnya cukup banyak dengan Crowley dan Aziraphale yang berhasil jadi tokoh utama yang ditunggu tingkahnya dari awal hingga akhir. Novel ini mencantumkan cukup banyak catatan kaki yang panjang maupun yang singkat. Alur ceritanya di awal acak dalam satu babnya, tapi kemudian akan terlihat polanya di seperdua bagian akhir cerita. Endingnya tidak epic dan cenderung datar. Pada akhirnya mungkin pesan cerita tentang kehidupan dunia, kebaikan dan kejahatan, serta skenarioNya lah yang menjadi titik inti novel ini.

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku The Proposal - Jasmine Guill…

31-03-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

Judul : The Proposal Penulis : Jasmine Guillory Jenis Buku : Romance Penerbit : Penguin Random House Tahun Terbit : Oktober 2018 Jumlah Halaman :  352 halaman Dimensi Buku : 5.4 x 0.9 x 8.2 inci Harga : Rp. 118.000*harga sewaktu-waktu...

Read more

Review Buku Cilka's Journey - Heather Mo…

30-03-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Cilka’s Journey Penulis : Heather Morris Jenis Buku : Historical Fiction Penerbit : St. Martin's Griffin Tahun Terbit : 2019 Jumlah Halaman :  384 halaman Dimensi Buku :  5.4 x 8.2 inci Harga : Rp. 255.000*harga sewaktu-waktu...

Read more

Review Buku 13 Things Mentally Strong Wo…

16-03-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : 13 Things Mentally Strong Women Don’t Do Penulis : Amy Morin Jenis Buku : Self Improvement Penerbit : William Morrow Paperbacks Tahun Terbit : Reprint Februari 2020 Jumlah Halaman :  352 halaman Dimensi Buku :  5.3...

Read more

Review Buku A Tale of Magic (#1) - Chris…

15-03-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

Judul : A Tale of Magic Penulis : Chris Colfer Jenis Buku : Middle Grade Fantasy Penerbit : Little, Brown Books for Young Readers Tahun Terbit : Agustus 2020 Jumlah Halaman : 496 halaman Dimensi Buku :  1.1 x...

Read more

TERBARU - Buku Indonesia & Terjemahan

Review Buku Sentra - Rhenald Kasali

18-01-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Sentra – Membangun Kecerdasan dan Kemampuan Anak Sejak Usia Dini, Demi Masa Depan yang Cemerlang Series on Education Penulis : Prof. Rhenal Kasali Jenis Buku : Edukasi Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku #MO - Rhenald Kasali

18-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : #MO Sebuah Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham Penulis : Rhenald Kasali Jenis Buku : Ekonomi - Bisnis Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman :  446 halaman Dimensi Buku :  15...

Read more

Review Buku Wild Hearts (Ancaman Masa La…

28-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wild Hearts (Ancaman Masa Lalu) * Harlequin Penulis : Sharon Sala Disain Sampul : Marcel A.W. Jenis Buku : Fiksi Romance Suspense - Misteri Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku A Song of Shadows (Kidung Ba…

14-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : A Song of Shadows (Kidung Bayang-Bayang) Penulis : John Connolly Disain Sampul : Edward Iwan Mangopang Jenis Buku : Detektif Kriminal – Misteri - Suspense Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah...

Read more

TERBARU - LIFE STORY

Decluttering Finances

24-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Inginkah teman-teman memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan bijak? Pasti jawabannya ingin. Saya pikir tidak ada seorang pun di antara kita yang tidak ingin memiliki skill memanajemen keuangan, sebab sebesar apapun...

Read more

Work Coffee Cafe (a Review)

17-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Familiar kah teman-teman dengan nama cafe ini? Saya sih tidak. Tapi itu kemungkinan karena kami domisili di Bandung Timur dan jarang main ke daerah ini. Padahal tempatnya asyik bahkan klasik...

Read more

Marka Cafe + Kitchen (a Review)

16-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Untuk mereka yang biasa ngafe atau duduk-duduk nongkrong sambil menikmati kopi pasti sudah kenal kafe yang satu ini. Saya juga tahu Marka cafe karena diajak partner saya ngobrol-ngobrol tukar pikiran...

Read more