Review Buku Jalan Masih Panjang (Long Way Down) - Jason Reynolds

Published: Sunday, 04 November 2018 Written by Dipidiff

Judul : Jalan Masih Panjang - Long Way Down

Penulis : Jason Reynolds

Jenis Buku : Young Adult – Puisi - Fiksi

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2018

Jumlah Halaman :  320 halaman

Dimensi Buku :  20 cm

Harga : Rp. 82.000

ISBN : 9786020385297

Edisi Terjemahan

  

Newbery Medal Nominee (2018), National Book Award Nominee for Young People's Literature (2017), Odyssey Award Nominee (2018), Los Angeles Times Book Prize Nominee for Young Adult Literature (2017), Edgar Award for Best Young Adult (2018), Michael L. Printz Award Nominee (2018), Rhode Island Teen Book Award Nominee (2019), Coretta Scott King Award Nominee for Author Honor (2018), Goodreads Choice Award Nominee for Poetry (2017), NAACP Image Award Nominee for Youth/Teens (2018)

 

Sekelumit Tentang Isi


Untuk semua pemuda dan pemudi
yang berada dalam rumah tahanan di seluruh negeri,
yang pernah bertemu denganku, dan yang tidak.
kalian dicintai.

Will menyaksikan kakaknya, Shawn, tewas ditembak. Kesedihan yang dirasakannya sulit untuk dijabarkan. Di lingkungan mereka, ada Peraturan ketika seseorang ditembak. 
NO. 1: MENANGIS 
Jangan. Apa pun yang terjadi. 
NO. 2: MENGADU 
Jangan. Apa pun yang terjadi. 
NO. 3: MEMBALAS DENDAM 
Lakukan. Apa pun yang terjadi. 

Namun, peluru bisa memeleset. Bisa saja kau menembak orang yang salah. Dan selalu ada orang lain yang juga mengikuti Peraturan...

Buku ini berisi puisi yang memiliki alur cerita layaknya novel. Jason Reynolds, sang penulis mengisahkan 60 detik waktu yang dibutuhkan seorang anak untuk memutuskan apakah dia akan membunuh orang yang membunuh saudaranya. Enam puluh detik itu berupa perjalanan lift sebanyak 7 lantai yang dilakukan Will sambil mengantongi pistol yang akan dia gunakan untuk membunuh.

Di tiap lantai, masuklah orang-orang yang dikenal Will, tapi orang-orang ini sudah mati. Dan begitulah yang terjadi di sepanjang perjalanan turun, ketika lift berhenti di setiap lantai, dan di setiap pemberhentian, masuklah seseorang yang terhubung dengan saudaranya yang mati ditembak, lalu mereka memberikan sepotong cerita yang lebih besar daripada yang Will pikir ia tahu. Kisah yang mungkin tidak pernah Will ketahui akhirnya ... jika Will keluar dari lift itu.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya


Disain covernya yang dominan warna kelabu sesuai dengan tema cerita. Ilustrasi gambar tombol-tombol pasti mengacu pada tombol yang ada di lift, latar cerita buku. Sebenarnya apa sih yang membuat buku ini menarik dari sisi disain cover. Saya agak bingung. Karena nyatanya buku ini terlewati begitu saja di rak toko buku, dan tidak akan saya lirik kalau bukan karena rekomendasi salah seorang rekan saya. Ternyata isi bukunya cukup unik.

Ilustrasi gambar sedikit terdapat di buku ini. Hanya ada di awal buku dan halaman pergantian bab. Beberapa buku puisi yang saya baca biasanya ada ilustrasi gambar dan ada pula yang tidak.

 

Tokoh dan Karakter


Buku ini punya tokoh utama bernama Will. Remaja laki-laki yang hidup di lingkungan yang keras. Tampak karakter Will yang belum sepenuhnya dewasa, bahkan cenderung masih kekanakan. Yang pasti Will anak yang baik, berusaha membela kakaknya, ia pun mencintai ibunya.

Shawn, kakak Will yang tertembak mati tak banyak diceritakan di sini kecuali sebagai tokoh pelengkap. Lalu ada Buck, kawan Shawn semasa ia masih hidup. Ada seorang gadis remaja dari masa lalu Will, bahkan ada ayahnya Will. Mereka semua sudah meninggal tapi punya peran dalam cerita di tiap lantai dimana lift itu turun.

Deskripsi tokoh yang biasanya dituangkan dalam bentuk narasi kini diganti dalam bentuk puisi. Contohnya seperti ini.

NAMAKU ADALAH
Will.
William.
William Holloman.

Tapi bagi teman-teman
dan orang orang
yang mengenalku
mengenalku,

Hanya Will,
Jadi panggil aku Will,
karena setelah kuceritakan
apa yang akan kuceritakan

Kau bakal
ingin menjadi temanku
atau tidak
ingin menjadi temanku
sama sekali.

Yang mana pun,
kau akan mengenalku
mengenalku.


Halaman 10

 

Alur dan Latar


Alur cerita ada maju dan ada mundurnya. Antara satu adegan cepat bergulir ke adegan lainnya, mungkin ini disebabkan karena ceritanya yang berbentuk puisi, jadi ringkas dan cepat selesai dibaca. Untuk ukuran sebuah kumpulan puisi yang membentuk satu cerita, buku ini menurut saya cukup berhasil memiliki alur yang jelas, bahkan memiliki bagian-bagian yang membuat pembaca penasaran dan terlibat secara emosi. Ending pun ditutup dengan baik.

Latar tempat berupa suasana kota dan rumah menjadi latar cerita di buku ini. Tapi mayoritas cerita terpusat pada lift yang sedang meluncur turun dengan Will di dalamnya.

Deskripsi latar juga dituangkan dalam bentuk puisi. Contohnya seperti yang satu ini.

KAMAR KAMI: KOTAK, BERCAT KUNING
Dua ranjang:
          satu di kiri pintu,
          satu di kanan.

Dua laci pakaian:
          satu di depan ranjang di kiri pintu,
          satu di depan ranjang di kanan.

Di tengah, TV kecil.

Sisi Shawn di kiri:
          sempurna, hampir.

Sisiku, di kanan:
          mirip kandang babi, seringnya.

Di dinding Shawn terpajang:
          poster Tupac,
          poster Biggie.

Di dindingku terpajang:
          anagram yang kucoret-coret dengan pensil
          sekiranya Mom menyuruhku

Menghapusnya:
          SCARE = CARES’

Halaman 44 

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Sisi emosi yang biasanya diolah oleh penulis dalam bentuk narasi, oleh Jason Reynolds kini diolah dalam bentuk puisi. Tentu bukan hal yang mudah, apalagi kalau pembaca kebetulan tidak begitu menyukai puisi. Meskipun demikian, menurut saya pengolahan emosi Long Way Down cukup baik. Dengan catatan ada baiknya membaca buku ini sampai tuntas dan tidak berjeda terlalu lama jika harus meninggalkannya.

Beberapa puisi dalam cerita yang memiliki muatan emosional saya kutipkan di bawah ini.

KESEDIHAN INI
Sangat sulit
dijabarkan.

Bayangkan terbangun
dan ada seseorang,
orang asing,

Mengikatmu erat-erat,
menjejalkan catut
ke dalam mulutmu,
mencengkeram gigi

Di bagian belakang,
gigi yang besar
dan penting,
lalu mencabutnya.

Bayangkan ketukan
di kepalamu,
tekanan yang mendesak
di telingamu,
darah yang menggenang.

Namun bagian terburuknya,
yang amat sangat buruk,
lidahmu akan terus-menerus
menyusuri
tempat kosong yang baru itu,

Halaman 14

 

AKU MERASA INGIN MENANGIS
Dan merasa seperti
ada orang lain yang
terjebak di balik wajahku

Tunju kecil memukul
belakang bola mataku
kaki menendang
kerongkonganku di titik
tempat ludah mulai
tertelan.

Tenanglah, bisikku kepadanya.
Tegarlah, bisikku kepada diriku.

Sebab menangis
melanggar

Peraturan

Halaman 38

 

Puisi yang ada di buku ini bisa sangat pendek dan bisa pula cukup panjang. Salah satu puisi terpendek saya kutipkan di bawah ini.

PERATURAN
NO.1: MENANGIS
Jangan.
Apa pun yang terjadi.
Jangan.
Halaman 39

 

Di luar dugaan ada juga quotes bukunya, tapi tak banyak.  Contohnya,

HAL LAIN MENGENAI PERATURAN
Peraturan ada bukan untuk dilanggar.
Peraturan ada untuk dituruti oleh
Pelanggar.
Halaman 43

 

Ada catatan-catatan kaki yang menjelaskan hal-hal tertentu.


Picture: catatan kaki pada buku

 

Kemampuan Jason Reynolds dalam menulis kumpulan puisi yang membentuk satu cerita diakui banyak reviewer di situs Goodreads maupun Amazon. Tidak heran, sebab Jason Reynolds memang penulis #1 New York Times. Reviewer yang memberikan rating tinggi pada buku ini menyebutkan bahwa meski cerita disusun dari kumpulan puisi, alur cerita, penokohan, dan emosinya tersampaikan dengan baik kepada pembaca. Ada semacam emosi yang gelap dan penuh kemarahan di sepanjang alur cerita. Dan itu semua hanya bisa dilakukan oleh Jason Reynolds sebagai penulisnya.

Beberapa reviewer yang kurang menyukai buku ini memang tidak begitu suka puisi dan menganggap buku ini terlalu cepat selesai, membingungkan, dan kurang memuaskan dari sisi imajinasi.

Saya pribadi menganggap ini karya yang unik karena memang jarang sekali ada cerita yang disusun dari rangkaian puisi. J.R.R Tolkien pernah menulis cerita juga dalam bentuk puisi, judulnya Tom Bombadil. Tapi ceritanya sangat singkat dibanding Long Way Down. Dalam hal rima dan pemilihan kata untuk disusun menjadi puisi, saya lebih menyukai Tom Bombadil karya J.R.R. Tolkien. Namun harus diakui Long Way Down bukan karya biasa.


 

Siapa Jason Reynolds


Jason Reynolds adalah penulis dari Amerika. Ia menulis novel dan puisi untuk genre young adult dan middle-grade. Novelnya yang berjudul Ghost mendapatkan penghargaan sebagai National Book Award Finalist for Young People's Literature.

Jason Reynolds mulai menulis puisi pada usia sembilan tahun. Dia fokus pada puisi selama sekitar dua dekade berikutnya, lalu menerbitkan beberapa koleksi puisi sebelum ia menerbitkan novel pertamanya sendiri, When I Was The Greatest, pada tahun 2014. Ia memenangkan Coretta Scott King / John Steptoe Award kategori New Talent untuk karya pertama prosanya dan tujuh novel lainnya dalam empat tahun berikutnya, termasuk Ghost (2016) dan dua buku lagi yang menjadi seri larisnya di New York Times, Patina (2017) dan Sunny (2018); As Brave As You (2016) memenangkan Kirkus Prize pada tahun 2016, NAACP Image Award for Outstanding Literary Work for Youth/Teen pada tahun 2017, dan Schneider Family Book Award tahun 2017.

Reynolds kembali menulis puisi ketika menulis buku Long Way Down (2017), sebuah novel dalam syair yang mendapatkan penghargaan Newbery Honor book, a Printz Honor Book, dan best young adult work by the Mystery Writers oleh America's Edgar Awards. Buku ini juga finalis pada NAACP Image Award untuk kategori Outstanding Literary Work for Youth/Teens.

Long Way Down bercerita tentang seorang anak berusia 15 tahun yang melihat saudaranya ditembak hingga mati. Ini mengingatkan Reynolds pada pengalamannya sendiri yang memiliki seorang teman yang dibunuh ketika Reynolds berusia 19 tahun. Reynolds tergerak untuk menulis buku tersebut karena kunjungannya ke pusat-pusat penahanan remaja, di mana dia sering bertemu dengan anak-anak yang terjebak dalam lingkaran kekerasan yang, dalam keadaan yang sedikit berbeda, mungkin menjadi terjadi pada dirinya sendiri.

Bibliography
·         Let Me Speak-- (2001)
·         SELF with Jason Griffin (2005)
·         My Name Is Jason. Mine Too.: Our Story. Our Way. with illustrations by Jason Griffin (2009)
·         When I Was The Greatest (2014)
·         The Boy in the Black Suit (2015)
·         All American Boys with Brendan Kiely (2015)
·         As Brave as You (2016)
·         Ghost (Track Book #1) (2016)
·         Patina (Track Book #2) (2017)
·         Miles Morales: Spider-Man, with illustrations by Kadir Nelson (2017)
·         Sunny (Track Book #3) (2018)
·         Long Way Down (2018)
·         For Every One (2018)

Buku ini mendapatkan rating 4.38 di situs Goodreads dan 4.8 di situs Amazon.

 

Rekomendasi
Buku ini saya rekomendasikan pada pembaca remaja dan dewasa yang menyukai puisi atau mencari novel unik yang disusun dari sekumpulan puisi, dengan topik kekerasan lingkungan pergaulan remaja dan jalanan. Alur cerita dalam puisi maju dan mundur. Buku ini disertai sedikit ilustrasi gambar. Ending tertutup. Beberapa bagian cerita mengajak pembaca untuk merenung dan cerita di buku ini memang memiliki pesan tersendiri, yakni pilihan ada di tangan kita.


My Rating: 4/5

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku The Silent Patient - Alex Mi…

19-02-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : The Silent Patient Penulis : Alex Michaelides Jenis Buku : Psychological Suspense Penerbit : Celadon Books Tahun Terbit : February 2019 Jumlah Halaman : 352 halaman Dimensi Buku :  23.37 x 15.75 x 2.29 cm Harga : Rp. 275.000*harga...

Read more

Review Buku The Tattooist of Auschwitz

18-02-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : The Tattooist of Auschwitz (Based on the powerful true story of Lale Sokolov) Penulis : Heather Morris Jenis Buku : Historical Fiction Penerbit : Zaffre Publishing  Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  288 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku Why Men Love Bitches - Sherr…

18-01-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Judul : Why Men Love Bitches From Doormat to Dreamgirl – A Woman’s Guide to Holding Her Own in a Relationship Penulis : Sherry Argov Jenis Buku : Relationship Penerbit : Adams Media Corporation Tahun Terbit :...

Read more

Review Buku The Power of Nunchi - Euny H…

16-01-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : The Power of Nunchi The Korean Secret to Happiness and Success Penulis : Euny Hong Jenis Buku : Self Improvement Penerbit : Penguin Random House UK Tahun Terbit : September 2019 Jumlah Halaman :  240 halaman Dimensi...

Read more

TERBARU - Buku Indonesia & Terjemahan

Review Buku Sentra - Rhenald Kasali

18-01-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Sentra – Membangun Kecerdasan dan Kemampuan Anak Sejak Usia Dini, Demi Masa Depan yang Cemerlang Series on Education Penulis : Prof. Rhenal Kasali Jenis Buku : Edukasi Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku #MO - Rhenald Kasali

18-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : #MO Sebuah Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham Penulis : Rhenald Kasali Jenis Buku : Ekonomi - Bisnis Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman :  446 halaman Dimensi Buku :  15...

Read more

Review Buku Wild Hearts (Ancaman Masa La…

28-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wild Hearts (Ancaman Masa Lalu) * Harlequin Penulis : Sharon Sala Disain Sampul : Marcel A.W. Jenis Buku : Fiksi Romance Suspense - Misteri Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku A Song of Shadows (Kidung Ba…

14-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : A Song of Shadows (Kidung Bayang-Bayang) Penulis : John Connolly Disain Sampul : Edward Iwan Mangopang Jenis Buku : Detektif Kriminal – Misteri - Suspense Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah...

Read more

TERBARU - LIFE STORY

Decluttering Finances

24-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Inginkah teman-teman memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan bijak? Pasti jawabannya ingin. Saya pikir tidak ada seorang pun di antara kita yang tidak ingin memiliki skill memanajemen keuangan, sebab sebesar apapun...

Read more

Work Coffee Cafe (a Review)

17-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Familiar kah teman-teman dengan nama cafe ini? Saya sih tidak. Tapi itu kemungkinan karena kami domisili di Bandung Timur dan jarang main ke daerah ini. Padahal tempatnya asyik bahkan klasik...

Read more

Marka Cafe + Kitchen (a Review)

16-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Untuk mereka yang biasa ngafe atau duduk-duduk nongkrong sambil menikmati kopi pasti sudah kenal kafe yang satu ini. Saya juga tahu Marka cafe karena diajak partner saya ngobrol-ngobrol tukar pikiran...

Read more