Review Buku The Underground Railroad - Colson Whitehead

Published: Wednesday, 17 October 2018 Written by Dipidiff

Judul : The Underground Railroad

Penulis : Colson Whitehead

Alih Bahasa : Airien Kusumawardani

Disain Sampul : Erson

Jenis Buku : Fiksi Sejarah / Fiksi Sastra

Penerbit : Elex Media Computindo

Tahun Terbit : 2018

Jumlah Halaman :  344 halaman

Harga : Rp.78.800

ISBN : 9786020476339

Edisi Terjemahan

 

Pulitzer Prize for Fiction 2017

Hurston Wright Legacy Award for Fiction 2017

The Rooster – The Morning News Tournament of Books (2017)

NAIBA Book of The Year for Fiction (2017)

Andrew Carnegie Medal for Fiction (2017)

Arthur C. Clarke Award (2017)

Oprah’s Book Club Selection (2016)

National Book Award for Fiction (2016)

Goodreads Choice Award for Historical Fiction (2016)

Man Booker Prize Nominee for Longlist (2017)

John W. Campbell Memorial Award Nominee for Best

Science Fiction Novel (2017)

Kirkus Prize Nominee for Fiction (2016)

PEN/JEAN Stein Book Award Nominee (2017)

 

 


Sekelumit Tentang Isi

 

One of the Best books of the Year: The New York Times, The Washington Post, NPR, The Boston Globe, The Seattle Times, HuffPost, Esquire, Minneapolis Star Tribune

Cora adalah seorang budak di perkebunan kapas di Perkebunan Randall, Georgia. Hidup sebagai budak rasanya bagai di neraka, bahkan lebih parah bagi Cora. Dia dikucilkan di antara sesamanya, para budak Afrika, juga dilukai. Ketika seorang budak dari Virginia, Caesar, datang dan memberitahukan mengenai Jaringan Kereta Api Bawah Tanah, Cora pun mengambil risiko untuk kabur dari Perkebunan Randall.

Namun keadaan tidak berjalan sesuai rencana. Dalam perjalanan menuju utara, mereka diburu. Perhentian pertama Cora dan Caesar adalah Carolina Selatan, sebuah kota yang tampaknya seperti surga, tetapi sebenarnya teramat membahayakan kaum kulit hitam. Para pemburu budak pun tak menyerah mengejar Cora. Mau tak mau, dia harus terus berlari, demi kebebasannya. Akankah Cora merdeka?

Dalam konsep cerdas Colson Whitehead, Underground Railroad bukanlah sekadar kiasan: para insinyur dan konduktor mengoperasikan jaringan rahasia dari jalur dan terowongan yang sebenarnya di bawah tanah Selatan. Cora memulai perjalanan yang mengerikan dari satu negara ke negara lain, dihantui oleh ancaman kematian, seperti Gulliver di tiang gantungan. Colson Whitehead dengan gemilang menciptakan kembali teror-teror era sebelum perang, ia menenun kisah, dari penculikan orang Afrika secara brutal hingga janji-janji yang tidak pernah ditepati hingga kini. Underground Railroad adalah kisah mencekam tentang kehendak seorang wanita untuk menghindari kengerian perbudakan — dan ini perenungan bagi kita semua tentang salah satu sejarah penting dunia.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya


Kenapa ya disainnya merah tua begitu. Mungkinkah karena ingin mengindikasikan isi novelnya yang kelam dan banyak adegan penyiksaan (?). Disain cover ini terasa muram menurut saya. Dan itu pasti gambar ilustrasi kereta api bawah tanah yang diceritakan di dalam novel. Buku ini tidak terlalu tebal. Hanya 300an halaman. Tidak ada ilustrasi gambar di dalamnya. Tapi biarlah begitu saja, toh ini fiksi sejarah, yang lebih baik cukup diimajinasikan saja. 
 

Tokoh dan Karakter
Tokoh Cora memberikan inspirasi pada kita tentang keberanian, hati nurani, dan perjuangan. Cora bertahan dalam kengerian penindasan perbudakan.

Caesar, pemuda yang mengajak Cora kabur dari tanah pertanian tempat mereka diperbudak dan disiksa, adalah segelintir pemuda kulit hitam yang sempat mengenyam arti pendidikan, bisa membaca dan menulis, dan karenanya ia berbeda dengan budak lainnya.

Mabel, ibu Cora yang pergi meninggalkan Cora begitu saja sewaktu Cora kecil menyimpan kisah yang tragis dan memilukan. Ajarry, nenek Cora, orang yang kisah-kisah hidupnya menginspirasi Cora, membentuk sebagian pribadinya. Arnold Ridgeway, pemburu budak yang melarikan diri ini terobsesi pada Mabel dan Cora. Hanya dua budak inilah yang mencoreng nama hebatnya sebagai pemburu yang selalu berhasil menangkap budak yang kabur. Di dalam novel ini banyak sekali tokoh yang terlibat, baik yang memiliki peran inti, atau hanya muncul di beberapa adegan saja, hingga yang hanya disebut sekali lewat. Untuk pembaca yang tidak begitu suka dengan novel yang jumlah tokohnya banyak, mungkin ini akan terasa membingungkan.

 

Alur dan Latar
Alur cerita novel kombinasi maju dan mundur. Tapi mudah dipahami karena dipisah dengan judul khusus chapter atau penanda lainnya.

Latar sejarah saat perbudakan terjadi di Amerika adalah latar yang ada di novel ini. Wilayah-wilayahnya meliputi, Georgia, South Carolina, North Carolina, Indiana, dan Tennessee.

Deskripsi latar mencukupi untuk bisa kita imajinasikan dalam pikiran.  Contohnya latar Museum di bawah ini.

Cora sering sekali melihat Museum Keajaiban Alam tersebut saat berjalan-jalan, tetapi tidak pernah tahu tempat apa gedung luas batu kapur itu. Gedung itu membentang hampir satu blok. Patung-patung singa menjaga tangganya yang panjang dan rendah, seolah sedang memandang penuh dahaga ke arah air mancur yang sangat besar. Begitu Cora masuk ke area museum, suara air berkecipak meredam suara-suara jalanan, membawanya ke dalam museum yang teduh.
Halaman 115

Latar area perkebunan dan desa yang berisi deskripsi penyiksaan juga ada. Namun saya simpan untuk Anda baca sendiri.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Ada satu halaman tertentu yang berisi informasi imbalan atas budak yang kabur. Ini menjadi semacam penanda juga buat kita, bahwa cerita sudah masuk ke bab berikutnya.

Picture: halaman tertentu yang berisi informasi imbalan atas budak yang kabur

 

Alur cerita dipecah-pecah dan ditandai dengan satu halaman khusus yang bertuliskan salah satu nama tokoh atau lokasi tempat cerita terjadi.

Picture: halaman khusus

 

Quotes-quotes dalam novel ini banyak yang berisi tentang perjuangan, penderitaan, kebebasan, atau malah belenggu. Salah satunya saya kutipkan di bawah ini.

Bebas tidak ada kaitannya dengan rantai atau seberapa luas ruang yang kau miliki.
Halaman 192

 

Kejam adalah kata yang sesuai untuk isi cerita novel ini. Beberapa bagian cerita memang mendeskripsikan adegan sadis dengan gamblangnya. Maka buku sebaiknya hanya dibaca oleh pembaca dewasa saja.

... dengan usus dikosongkan ketika leher mereka patah. Luka dan cedera menjijikkan menandai kulit-kulit mayat yang paling dekat dengan Cora, keduanya disinari oleh cahaya lentera sang agen. Salah satu mayat sudah dikebiri, lubang mengerikan menganga di tempat kelaminnya dulu berada. Mayat yang lain adalah seorang wanita. Perutnya membuncit.

Halaman 163

 
Ada catatan kaki yang menjelaskan kata, istilah, atau situasi tertentu sehingga kita bisa lebih memahami cerita yang tengah disampaikan.

Picture: catatan kaki

 

Ada juga informasi karya lain Colson Whitehead di bagian akhir halaman. Bisa jadi referensi kita jika penasaran dengan karya-karya Whitehead yang lainnya.


 
Kisah Cora dalam The Underground Railroad membuat saya teringat kembali pada masa kekejaman perbudakan di dunia. Bukan suatu kebetulan bahwa perbudakan juga masuk ke dalam topik yang dibahas oleh Yuval Noah Harari di bukunya Homo Deus (non fiksi), buku yang baru saja saya baca beberapa minggu lalu. Sehingga masih intens terasa betapa manusia bisa begitu tidak manusiawi dalam memperlakukan sesamanya.


Perjuangan Cora jelas menginspirasi. Meski ini fiksi, tapi pesan yang disampaikan oleh penulis terasa nyata. Bahwa dalam keadaan sesulit apapun, harapan dan perjuangan selayaknya tak pernah padam.
 

Siapa Colson Whitehead


Colson Whitehead adalah penulis terlaris New York Tim dengan karya-karyanya The Noble Hustle, Zone One, Sag Harbor, The Intuitionist, John Henry Days, Apex Hides the Hurt, dan satu koleksi esai, The Colossus of New York, Finalis Pulitzer Prize dan penerima beasiswa MacArthur dan Guggenheim ini tinggal di New York City.

Novel terakhir Colson Whitehead yang berjudul The Underground Railroad menjadi buku pilihan Oprah's Book Club.

The Underground Railroad mendapatkan rating 4.03 di situs Goodreads dan 4.1 di Amazon.

 

Rekomendasi
Novel ini saya rekomendasikan hanya kepada pembaca usia dewasa, yang mencari novel bergenre fiksi sejarah dengan topik perbudakan, penindasan, kekejaman, perjuangan, dan harapan. Jumlah tokoh yang terlibat dalam novel ini cukup banyak, alur ceritanya kombinasi maju dan mundur, cukup cepat berganti antara satu adegan ke adegan lainnya, konflik tersebar hampir di tiap chapter, puncak konflik disimpan rapi di akhir, cerita ditutup dengan baik, tapi tetap dengan ending yang terbuka. Latar sejarah yang mewarnai cerita cukup detail, maka hati-hati untuk pembaca yang tidak begitu suka sejarah, mungkin akan merasa lelah atau bosan, kecuali tidak keberatan untuk melompati saja bagian-bagian tersebut. Kualitas terjemahan mendukung, sehingga kita bisa menyimak cerita dengan baik.
Catatan : konten kekerasan, kekejaman, sadis saat penyiksaan para budak terhitung detail.

My Rating : 4/5

 
 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku How To See - Thich Nhat Hanh

17-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : How To See Penulis : Thich Nhat Hanh Jenis Buku : Self Improvement Penerbit : Ebury Publishing  Tahun Terbit : Juli 2019 Jumlah Halaman :  128 halaman Dimensi Buku : 11.00 x 15.60 x 0.70 cm Harga :...

Read more

Review Buku How To Own The Room - Viv Gr…

27-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : How to Own The Room Women and The Art of Brilliant Speaking Penulis : Viv Groskop Jenis Buku : Communication – Public Speaking Penerbit : Transworld Publishers Ltd  Tahun Terbit : Desember 2018 Jumlah Halaman : ...

Read more

Review Buku Wabi Sabi (Japanese Wisdom f…

27-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wabi Sabi Japanese Wisdom for a Perfectly Imperfect Life Penulis : Beth Kempton Jenis Buku : Philosophy – Self Improvement Penerbit : Harper Design Tahun Terbit : Desember 2018 Jumlah Halaman :  256 halaman Dimensi Buku : ...

Read more

Review Buku Money - Yuval Noah Harari

18-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Money Penulis : Yuval Noah Harari Jenis Buku : Non Fiction History - Economy Penerbit : Vintage Publishing Tahun Terbit : April 2018 Jumlah Halaman : 144 halaman Dimensi Buku :  11.20 x 27.40 x 1.60 cm Harga...

Read more

TERBARU - Buku Indonesia & Terjemahan

Review Buku #MO - Rhenald Kasali

18-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : #MO Sebuah Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham Penulis : Rhenald Kasali Jenis Buku : Ekonomi - Bisnis Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman :  446 halaman Dimensi Buku :  15...

Read more

Review Buku Wild Hearts (Ancaman Masa La…

28-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wild Hearts (Ancaman Masa Lalu) * Harlequin Penulis : Sharon Sala Disain Sampul : Marcel A.W. Jenis Buku : Fiksi Romance Suspense - Misteri Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku A Song of Shadows (Kidung Ba…

14-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : A Song of Shadows (Kidung Bayang-Bayang) Penulis : John Connolly Disain Sampul : Edward Iwan Mangopang Jenis Buku : Detektif Kriminal – Misteri - Suspense Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah...

Read more

Review Buku 64 Tips dan Trik Presentasi …

31-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : 64 Tips dan Trik Presentasi Public Speaking Mastery in Action Penulis : Ongky Hojanto Disain Sampul : Orkha Creative Jenis Buku : Non Fiksi - Komunikasi Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit :...

Read more

TERBARU - LIFE STORY

The Best Way to Start a New Habit

18-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Banyak orang termasuk saya yang hidupnya penuh rencana perbaikan diri. Fokus pada menemukan kebiasaan baru dan berusaha menghilangkan kebiasaan lama seolah sudah jadi agenda sehari-hari. Tapi niat dan realisasi kadang...

Read more

How To Deal with Anger, Anxiety, and Lon…

17-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Ini artikel pertama di blog saya yang membahas satu topik tertentu dalam buku yang saya baca. Harapan saya sederhana, yakni semoga ilmu dan wawasan positif yang saya dapatkan dari buku-buku...

Read more

The Five Things Your Website Should Incl…

17-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Website dan blog adalah portal wajib perusahaan masa kini. Penyebabnya tentu saja adalah kemajuan teknologi seperti internet dan gadget. Jaman sekarang memiliki bisnis tak harus memiliki bangunan fisik, cukup dengan...

Read more