Review Buku The Silmarillion - J.R.R. Tolkien

Published: Wednesday, 09 January 2019 Written by Dipidiff

Judul : The Silmarillion

Penulis : J.R.R Tolkien

Jenis Buku : Fiksi – High Fantasy

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2016

Jumlah Halaman :  624 halaman

Dimensi Buku : 13.5 x 20 cm

Harga : Rp.130.000

ISBN : 9786020322698

 

Edisi Terjemahan

Alih Bahasa : Tanti Lesmana

 

Locus Award for Best Fantasy Novel (1978)  

 


Sekelumit Tentang Isi

The Silmarillion adalah kisah tentang Elder Days atau Zaman Pertama di Dunia Tolkien. Sebuah drama kuno yang dikenang kembali oleh tokoh-tokoh dalam The Lord of The Rings, dan dalam peristiwa-peristiwanya, beberapa dari mereka, misalnya Elrond dan Galadriel, ikut berperan serta. Kisah-kisah dalam The Silmarillion berlangsung pada zaman ketika Morgoth, Penguasa Kegelapan pertama, berdiam di Middle-earth, dan para Elf mengobarkan perang terhadapnya demi untuk merebut kembali permata-permata Silmaril.

Ketiga Silmaril adalah batu-batu permata hasil ciptaan Feanor, Elf yang paling cemerlang di antara seluruh rasnya. Di dalamnya tersimpan Cahaya Kedua Pohon Valinor sebelum Pohon-Pohon itu dimusnahkan Morgoth. Setelahnya, Cahaya Valinor yang suci itu hanya hidup di dalam ketiga Silmaril; tetapi permata-permata itu dirampas Morgoth dan dipasang di mahkotanya, dijaga ketat di benteng Angband di utara Middle-earth.

The Silmarillion adalah sejarah tentang pemberontakan Feanor serta kaum kerabatnya menentang dewa-dewa, terusirnya mereka dari Valinor dan kembalinya mereka ke Middle-earth, serta peperangan mereka yang sia-sia, meski penuh kepahlawanan, melawan Musuh besar itu. Termasuk di dalam buku ini adalah beberapa karya lain yang lebih pendek. Aimulindale merupakan mitos tentang penciptaan, dan dalam Valaquenta sifat serta kekuatan masing-masing dewa dipaparkan. Akallabeth menuturkan tentang runtuhnya Numenor, kerajaan-pulau yang luas itu, pada oenghujung Zaman Kedua, sedangkan Tentang Cincin-Cincin Kekuasaan mengisahkan peristiwa-peristiwa besar pada penghujung Zaman Ketiga, yang diceritakan dalam The Lord of the Rings.

 

Ini dia daftar ini Buku The Silmarillion

Quenta Silmarillion
(Sejarah Ketiga Silmaril)

berikut

Ainulindale
(Musik Ainur)

dan

Valaquenta
(Tentang Valar)

dengan tambahan

Alakkabeth
(Runtuhnya Numenor)

dan

Tentang Cincin-Cincin Kekuasaan dan Zaman Ketiga

 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya


Sejujurnya secara keseluruhan disain pada sampul benar-benar tidak membuat saya tertarik. Tapi mungkin ada alasan khusus mengapa disainnya seperti itu. Gambar ilustrasi serupa permata yang ada di bagian tengah memang menimbulkan rasa rasa penasaran, tapi selebihnya biasa saja.


Saya lebih suka disain buku Luthien dan Barren atau The Tales of Perilous Realm atau The Silmarillion versi Inggrisnya karena lebih mencirikan sisi fantasinya.

 

Di dalam buku ini tidak ada gambar ilustrasi selain gambar peta. Sepertinya kita diberi kebebasan sendiri untuk berimajinasi tentang bagaimana dunia elf, seperti apa valinor, bagaimana bentuk kurcaci, dan lain sebagainya. Sebagian gambaran ini justru saya peroleh dari versi film-film Tolkien, padahal pasti banyak pembaca juga yang ingin tahu seperti apa dunia middle earth dan tokoh-tokohnya versi original Tolkien.

 

Tokoh dan Karakter


Banyak sekali tokoh yang terlibat di dalam buku The Silmarillion. Ini salah satu sebab membaca buku ini terasa berat.


Feanor adalah elf yang mendapat peran dan fokus cerita karena ia lah yang membuat ketiga permata silmarillion tersebut. Feanor sangat cerdas, cemerlang, tapi juga sombong dan begitu berhasil membuat permata silmaril, ia dikuasai ketamakan. Inilah awal kejatuhan Feanor dan kaumnya.

Saruman dan Gandalf baru muncul di akhir cerita. Mereka kaum penyihir yang bukan dari kaum elf. Hanya ada sedikit jumlahnya di Middle earth. Saruman paling tinggi kemampuannya, tapi Gandalf atau Mithrandir lah yang paling bijaksana.

Luthien, elf yang kecantikannya sangat mempesona, jatuh cinta pada Berren yang bukan elf. Luthien setia dan baik budinya.

Morgoth dan Sauron adalah tokoh jahat, dengki, dan selalu meneror semua yang hidup di Middle earth. Kesaktian Morgoth luar biasa setingkat Valar yang paling tinggi. Sauron pelayannya juga tak jauh berbeda dengan tuannya.

Selain tokoh di atas ada banyak lagi tokoh lain, yang akan terlalu panjang jika disebutkan satu-persatu.

Deskripsi tokoh-tokohnya kadang tidak detail. Kadang hanya sekilas seperti menyebutkan tubuhnya yang tinggi atau kecantikannya yang elok saja.

 

Alur dan Latar


The Silmarillion beralur maju. Kisah-kisah di tiap babnya terasa seperti membaca kumpulan cerpen, tapi begitu selesai dibaca hingga akhir buku, ternyata punya satu alur cerita sebagai grand storyline. Sudut pandangnya orang ketiga dengan narasi yang sangat minim dialog. Narasinya seperti buku-buku dongeng. Ending cerita ditutup dengan semacam pengantar kisah Lord of The Rings, yakni zaman ketiga di Middle Earth ketika kejahatan Sauron mulai bergerak.

Latar cerita mengambil banyak lokasi di Middle-earth, dengan pantai dan sungainya, hutan dan gua, dataran luas, benteng, dan lain sebagainya.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

 

Buku The Silmarillion dibuka dengan sebuah pengantar dan pendahuluan dari Christopher Tolkien yang merupakan putra dari J.R.R Tolkien. Menyimak bagian ini membuat saya tahu banyak hal tentang dunia middle-eart yang diciptakan oleh ayahnya. Termasuk di antaranya ternyata ada banyak kesalahan dalam naskah karena proses penyatuan draft tulisan yang dibuat Tolkien rupanya sangat banyak.

 

Ada juga bab yang berisi surat J.R.R. Tolkien kepada Milton Waldman yang merupakan sahabat sekaligus editor penerbitan Collins pada masa itu. Isi surat Tolkien benar-benar semacam curahan hati tentang karyanya, The Silmarillion. Bagian ini juga menarik untuk disimak karena memberikan gambaran kepada kita seperti apa Silmarillion di mata Tolkien, meluruskan persepsi-persepsi subjektif yang kita dapatkan saat menyimak kisah Tolkien secara keseluruhan, dan mengetahui asal mula dan hal-hal apa saja yang mempengaruhi Tolkien dalam menciptakan karyanya.

 

Bab Valaquenta meskipun terasa asing kisahnya bagi saya, tapi diujung babnya ternyata ada hubungannya dengan tokoh dalam Lord of The Rings yang sudah saya ketahui lebih dulu. Rupanya itulah awal terciptanya Sauron.

Di antara para pelayannya yang memiliki nama paling digdaya adalah roh yang oleh bangsa Eldar disebut Sauron, atau Gorthaur yang Kejam. Pada mulanya dia termasuk dalam kalangan Maiar Aule, dan di dalam hikayat bangsa itu sosoknya tetap menjadi yang berkuasa. Dalam segala hal yang diperbuat Melkor alias Morgoth terhadap Arda, dalam semua pekerjaannya yang tak terhingga serta tipuan-tipuan liciknya, Sauron turut ambil bagian; pada masa itu dia tidaklah sejahat tuannya, sebab tuannyalah yang dilayaninya, bukan dirinya sendiri. Akan tetapi pada tahun-tahun sesudahnya dia bangkit dan menjadi bayang-bayang Morgoth dengan segala kejahatannya, dan jejak Morgoth diikutinya hingga membawanya ke dalam kehancuran dan Kekosongan.

Halaman 31

 

Di bab Quenta Silmarillion saya akhirnya paham mengapa Elves hidup abadi dan apa saja yang bisa menyebabkan kematian mereka. Sebaliknya manusia tidak abadi di dunia.

 

Banyak sekali kisah-kisah yang termasuk ke dalam Bab Quenta Silmarillion.

1.    Tentang Permulaan Zaman
2.    Tentang Aule dan Yavanna
3.    Tentang Kedatangan Elves dan Tertangkapnya Melkor
4.    Tentang Thingol dan Melian
5.    Tentang Eldamar dan Para Pangeran Eldalie
6.    Tentang Feanor dan Dilepaskannya Belenggu Melkor
7.    Tentang Ketiga Silmaril dan Kegelisahan Kaum Noldor
8.    Tentang Kegelapan yang Menyelubungi Valinor
9.    Tentang Perjalanan Kaum Noldor
10. Tentng Kaum Sindar
11. Tentang Matahari dan Bulan Serta Disembunyikannya Valinor
12. Tentang Manusia
13. Tentang Kembalinya Kaum Noldor
14. Tentang Beleriand dan Kerajaan-Kerajaannya
15. Tentang Kaum Noldor di Beleriand
16. Tentang Maeglin
17. Tentang Kedatangan Manusia ke Barat
18. Tentang Kehancuran Beleriand dan Tewasnya Fingolin
19. Tentang Beren dan Luthien
20. Tentang Pertempuran Kelima: Nirnaeth Arnoediad
21. Tentang Turin Turambar
22. Tentang Kehancuran Doriath
23. Tentang Tuor dan Kejatuhan Gondolin
24. Tentang Pelayaran Earendil dan Perang Murka Valar

 

Itulah semua kisah yang termasuk dalam bab Quenta Silmarillion. Membaca semuanya akan membuat kita bingung dan lelah karena banyak sekali tokoh, latar dan cerita, tapi setelah melalui proses itu kita akan mendapatkan gambaran dunia Middle eart dengan lebih baik. Ini asyik dan seru sekali.

 

Diceritakan di dalam buku ini berbagai bangsa Elves, diantaranya Kaum Teleri yang memiliki kemampuan luar biasa dalam membuat kapal-kapal yang kuat dan megah. Lalu tentu saja Feanor, elf yang paling cemerlang yang bisa membuat tiga permata Silmaril, tiga permata yang sangat indah bentuknya, tapi juga menyimpan kekuatan yang sangat besar, yang membuat semua orang menginginkannya sehingga akhirnya berakhir dengan tragedi sejak permata-permata tersebut berhasil dicuri oleh Melkor.

Ketika kegelapan itu berlalu, semuanya sudah terlambat, Melkor telah pergi entah ke mana dan pembalasan dendamnya telah berhasil....

Halaman 109

 

Cerita tentang berbagai perang antar kaum elves pun dimulai. Banyak perang yang terjadi, banyak yang terbunuh, kita akan menemukan berbagai kisah sedih dan kepahlawanan di kisah-kisah peperangan ini. Salah satu kesedihan yang terasa pertama kali saat perang terjadi adalah peristiwa bentroknya kaum Teleri dengan Noldor.

Demikianlah akhirnya kaum Teleri dikalahkan, dan sebagian besar pelaut mereka yang bermukim di Alquanlonde dibunuh dengan kejam. Sebab kaum Noldor bertempur dengan garang dan nekat, sedangkan kaum Teleri tidaklah sekuat mereka, dan sebagian besar hanya bersenjatakan busur-busur ramping. Kemudian kaum Noldor menarik keluar kapal-kapal putih itu dan mengayuhnya dnegan dayung-dayung semampu mereka, terus ke utara menyusuri pantai. Dan Olwe pun berseru memanggil Osse, namun Ossee tak kunjung datang, sebab Valar tidak memperbolehkan perjalanan kaum Noldor dihalang-halangi dengan paksa. Akan tetapi Uinen meratapi para pelaut Teleri itu, dan laut pun bergemuruh naik dalam kemurkaan terhadap para pembantai itu, sehingga banyak dari kapal-kapal tersebut terempas dan mereka yang ada di dalamnya pun tenggelam.

Halaman 127

 

Kutukan dan sumpah menjadi bagian yang sakral dalam cerita Tolkien. Rasanya saya ikut terpaku saat kutukan pertama jatuh pada bangsa Elves.

Senang sekali ketika di halaman 199 akhirnya saya menemukan sebuah gambar peta. Dari situ bisa lebih terimajinasi dengan baik latar-katar cerita yang banyak sekali jumlahnya itu. Pergerakan bangsa elves ke dunia juga lebih terbayangkan di benak saya. Saya sepakat jika banyak pembaca yang mengeluh kesulitan untuk menyimak cerita, karena bentuk narasi Tolkien yang minim percakapan, jumlah tokoh dan latarnya juga luar biasa banyaknya. Jadi sebuah peta menjadi bantuan yang tak terhingga saat membaca Silmarillion.

Picture : Peta Beleriand Barat

 

 

Adegan-adegan perang dan perkelahian dalam cerita dideskripsikan dengan baik. Sepanjang kita masih bisa mengingat alur cerita dan tokohnya, semua adegan ini sebenarnya sangat menegangkan. Sayangnya untuk sebagian pembaca mungkin jadi terasa biasa gara-gara bingung ini tokoh yang mana dan perannya apa.

Lalu Morgoth menghantam Grond, Palu Dunia Bawah, dan mengayunkannya seperti serangan kilat. Tetapi Fingolfin melesat menghindar, dan Grond menimbulkan lubang besar di tanah, dan dari lubang itu mengepul keluar asap dan api. Berulang kali Morgoth berusaha menghatamnya, namun setiap kali pula Fingolfin melompat mengelak, seperti petir yang mencelat dari bawah awan gelap; dan ia melukai Morgoth tujuh kali, dan tujuh kali pula Morgoth menjerit kesakitan, sementara para penghuni Angband tersungkur cemas, dan teriakan-teriakan Morgoth bergema di negeri-negeri utara.

Tetapi akhirnya sang Raja mulai kehabisan tenaga, ....

Halaman 243

 

Sajak-sajak di dalam buku ini juga saya sukai. Biasanya saat diadopsi menjadi film, sajak-sajak ini digubah dalam musik pengiring yang luar biasa, penuh emosi dan bergejolak di dalam hati kita. Ini dia salah satu sajak yang ada di dalam cerita Silmarillion, ini Sajak Leithian. Sajak Leithian ini bercerita tentang pertarungan antara Felagund dan Sauraon. Felagend menggunakan sajak-sajak sihir saat berjuang melawan Sauron, meski kekuatan sajak ini sangat dahsyat, tapi Sauron jauh mengunggulinya.

Dia melantunkan lagu sihirnya,
Menembus, menguak, bermuslihat,
Mengungkap, menyibak, berkhianat.
Namun Felagund gigih bertahan,
Menjawab dalam lagu, membalas dengan nyanyian.
Bergeming, berjuang, melawan angkara,
Menjaga rahasia, teguh bak menara.
Tak ingkar janji, setia sampai mati;
Berubah wujud dan beralih rupa,
Lolos dari jerat, bebas dari perangkap;
Membuka penjara dan memutus rantai.
Bersahut-sahutan dan berbalas nyanyian.
Bertempur dengan lagu, beradu kekuatan.
Lantang menggelora, Felagund melawan.

..... dst

Halaman 273

 

Banyak kisah dalam Silmarillion ini yang seperti mimpi ketika diimajinasikan. Misalnya kecantikan Luthien yang dikisahkan dalam Sajak Leithian. Bagaimana Luthien meloloskan diri dari rumah pohon di Hirilorn; dengan mengerahkan kemampuan sihirnya, dia membuat rambutnya tumbuh panjang, lalu dari rambut itu ia menganyam jubah gelap yang menyelubungi keelokannya bagai bayang-bayang, dan jubah itu dimuati mantra pembawa pengantuk. Kisah cinta Luthien dan Beren adalah salah satu kisah cinta paling indah dan buku yang menceritakan Luthien dan Beren bahkan baru saja dipublikasikan.

 

Di Bab Akallabeth kita akan menemukan kisah tentang cincin-cincin kekuasaan dan zaman ketiga. Di sini disinggung lebih banyak tentang apa yang ada di Lord of The Rings. Tentang asal usul kaum penyihir, salah satunya adalah Gandalf yang nama sebenarnya adalah Mitrandir. Juga tentang kisah Isildur dan awal mula cincin itu jatuh ke tangan manusia lalu akhirnya dipercayakan kepada kaum Hobbit yang tinggal di negeri Periannath. Orang-orang kecil ini, para Halfling, menghuni wilayah barat Eriador. Selama ini mereka hanya dianggap sebelah mata oleh Elves dan Manusia, dan Sauron maupun para Bijak. Hanya Mithrandir yang mencinta kaum ini dan percaya pada kemurnian mereka.

 

Akhirnya di halaman akhir kita akan menemukan pohon keluarga berlembar-lembar. Hampir semua tokoh elves dalam cerita Silmarillion ada di sana. Ini juga akan membantu kita untuk mengingat nama-nama tokoh dan kisah mereka.

 

Picture : Gambar Pohon Keluarga

 

 

Lalu ada catatan tentang pelafalan, indeks nama-nama dan lampiran yang berisi unsur-unsur dalam nama-nama Quenya dan Sindarin. Terakhir, buku ini ditutup dengan sebuah gambar peta Beleriand dan Negeri-negeri di Utara. Lalu ada bonus poster peta.

Picture: Peta Beleriand

Picture : Bonus Poster Peta

 

The Silmarilion adalah sebuah karya yang luar biasa. Ini benar-benar high fantasy dimana seorang penulis berhasil menciptakan satu dunia sendiri lengkap dari awal terciptanya hingga detail peran tokoh-tokohnya. Alur ceritanya ajeg, padahal cerita Middle earth melibatkan banyak sekali peristiwa dan tokoh.

Para reviewer di Amazon maupun Goodreads sangat menyarankan para pembaca untuk melakukan pendekatan gaya baca yang benar-benar berbeda untuk buku ini, sebab jika tidak, kita akan mengalami kebingungan, kelelahan, dan akhirnya gagal menikmatinya. Saya sepenuhnya sependapat dengan hal ini. Membaca The Silmarillion dengan cara yang sama dengan cara kita membaca novel jelas tidak akan berhasil. Selagi membaca The Silmarillion cobalah untuk menonton ulang versi filmnya yang sudah dirilis, misalnya The Hobbit dan LOTR, atau membaca buku-buku Tolkien lainnya dulu, atau jika perlu dengarkan juga versi audionya, agar kita bisa membangun feel dan punya bekal alur cerita sebelum masuk ke The Silmarillion. Bahkan jika punya waktu, setelah selesai dibaca, baca ulang buku ini dengan tambahan informasi peta dan pohon keluarga yang disertakan di dalam buku.

 

Siapa J.R.R Tolkien

John Ronald Reuel Tolkien (lahir di Afrika Selatan, tahun 1892 dan meninggal dunia tahun 1973 pada umur 81 tahun. Ia bekerja sebagai profesor dalam Bahasa Inggris di Universitas Leeds pada 1920-1925, sebagai profesor Bahasa Anglo-Saxon di Universitas Oxford pada 1925 - 1945, dan bahasa Inggris dan sastra, juga di Oxford, pada 1945-1959. Ia adalah seorang Katolik Roma yang sangat saleh. Tak heran unsur religi terasa pengaruhnya dalam karyanya. Tolkien adalah sahabat karib C.S. Lewis, dan anggota Inklings, sebuah kelompok diskusi sastra, bersama-sama dengan Lewis dan Owen Barfield.

Selain The Hobbit dan The Lord of the Rings, fiksi karangan Tolkien juga mencakup The Silmarillion dan sejumlah buku lainnya yang diterbitkan setelah kematiannya tentang apa yang disebutnya sebagai legendarium, sebuah mitologi fiksi tentang Bumi pada masa purbakala, yang dinamai Arda, dan Bumi-tengah, negeri yang dihuni oleh manusia khususnya. Kebanyakan dari karya-karya yang diterbitkan secara anumerta ini dikumpulkan dari catatan-catatan Tolkien oleh anaknya, Christopher Reuel Tolkien. Popularitas dan pengaruh karya-karya Tolkien yang bertahan lama telah menjadikannya sebagai "bapak" dari genre fantasi tinggi modern. Fiksi terbitan Tolkien lainnya mencakup adaptasi dari cerita-cerita yang aslinya dikisahkan kepada anak-anaknya dan tidak secara langsung terkait dengan legendarium-nya.

The Silmarillion bersama dengan The Hobbit dan The Lord of the Rings, membentuk kumpulan cerita, puisi, sejarah fiksi, bahasa yang diciptakan, dan esai sastra tentang dunia fantasi, yang menyebutkan Arda dan Middle-earth di dalamnya.

Banyak penulis lain telah menerbitkan karya-karya fantasi sebelum Tolkien, tapi kesuksesan besar The Hobbit dan The Lord of the Rings secara langsung menjadi kebangkitan genre ini. Ini telah menyebabkan Tolkien secara populer diidentifikasi sebagai "bapak" sastra fantasi modern. Pada tahun 2008, The Times memberinya peringkat keenam dalam daftar "50 penulis Inggris terbesar sejak 1945" . Forbes memberinya peringkat ke-5 "selebriti yang mati" dengan pendapatan terbesar pada 2009.

Pada 1920-an, Tolkien menerjemahkan Beowulf, yang ia selesaikan pada tahun 1926. Dia tidak pernah mempublikasikannya. Karyanya itu kemudian diedit oleh putranya dan diterbitkan pada tahun 2014, lebih dari empat puluh tahun setelah kematian Tolkien dan hampir 90 tahun sejak selesai.


Berikut karya J.R.R Tolkien

Fiksi dan puisi

·         1936 Songs for the Philologists, dengan E.V. Gordon et al.
·         1937 The Hobbit or There and Back Again
·         1945 Leaf by Niggle (cerita pendek)
·         1945 The Lay of Aotrou and Itroun, diterbitkan dalam Welsh Review
·         1949 Farmer Giles of Ham (fabel Abad Pertengahan)
·         1953 The Homecoming of Beorhtnoth, Beorhthelm's Son diterbitkan dengan esai Ofermod
·         The Lord of the Rings
·         1954 The Fellowship of the Ring (Sembilan Pembawa Cincin): bagian pertama dari The Lord of the Rings
·         1954 The Two Towers: bagian kedua dari The Lord of the Rings
·         1955 The Return of the King (Kembalinya Sang Raja): bagian ketiga dari The Lord of the Rings
·         1962 The Adventures of Tom Bombadil and Other Verses from the Red Book
·         1967 The Road Goes Ever On, bersama Donald Swann
·         1964 Tree and Leaf (On Fairy-Stories dan Leaf by Niggle dalam bentuk buku)
·         1966 The Tolkien Reader (The Homecoming of Beorhtnoth Beorthelm's Son, On Fairy Stories, Leaf by Niggle, Farmer Giles of Ham' dan The Adventures of Tom Bombadil)
·         1966 Tolkien on Tolkien (otobiografi)

dan masih banyak lagi.


Buku The Silmarrion mendapatkan rating 4.5 di situs Amazon dan 3.9 di Godreads.

 

Rekomendasi


Saya rekomendasikan The Silmarillion untuk pembaca remaja dan dewasa yang menyukai fiksi genre high fantasy, juga para penggemar karya Tolkien, yang suka dengan tantangan membaca buku dengan jumlah tokoh, latar, dan peristiwa yang banyak, yang narasinya mirip dongeng dan minim dialog, yang ingin mencari buku yang jauh berbeda dari novel-novel fantasy kebanyakan. Jika teman-teman bingung dan lelah saat membaca buku ini, cobalah pendekatan gaya baca yang berbeda. Sekali-kali jangan berekspektasi buku ini mirip novel. Ada peta dan keterangan pohon keluarga, bahkan ada bonus poster peta juga. Tidak ada ilustrasi gambar sama sekali (kecuali peta).


My Rating untuk genre ini: 4.8/5

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku How To See - Thich Nhat Hanh

17-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : How To See Penulis : Thich Nhat Hanh Jenis Buku : Self Improvement Penerbit : Ebury Publishing  Tahun Terbit : Juli 2019 Jumlah Halaman :  128 halaman Dimensi Buku : 11.00 x 15.60 x 0.70 cm Harga :...

Read more

Review Buku How To Own The Room - Viv Gr…

27-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : How to Own The Room Women and The Art of Brilliant Speaking Penulis : Viv Groskop Jenis Buku : Communication – Public Speaking Penerbit : Transworld Publishers Ltd  Tahun Terbit : Desember 2018 Jumlah Halaman : ...

Read more

Review Buku Wabi Sabi (Japanese Wisdom f…

27-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wabi Sabi Japanese Wisdom for a Perfectly Imperfect Life Penulis : Beth Kempton Jenis Buku : Philosophy – Self Improvement Penerbit : Harper Design Tahun Terbit : Desember 2018 Jumlah Halaman :  256 halaman Dimensi Buku : ...

Read more

Review Buku Money - Yuval Noah Harari

18-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Money Penulis : Yuval Noah Harari Jenis Buku : Non Fiction History - Economy Penerbit : Vintage Publishing Tahun Terbit : April 2018 Jumlah Halaman : 144 halaman Dimensi Buku :  11.20 x 27.40 x 1.60 cm Harga...

Read more

TERBARU - Buku Indonesia & Terjemahan

Review Buku #MO - Rhenald Kasali

18-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : #MO Sebuah Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham Penulis : Rhenald Kasali Jenis Buku : Ekonomi - Bisnis Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman :  446 halaman Dimensi Buku :  15...

Read more

Review Buku Wild Hearts (Ancaman Masa La…

28-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wild Hearts (Ancaman Masa Lalu) * Harlequin Penulis : Sharon Sala Disain Sampul : Marcel A.W. Jenis Buku : Fiksi Romance Suspense - Misteri Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku A Song of Shadows (Kidung Ba…

14-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : A Song of Shadows (Kidung Bayang-Bayang) Penulis : John Connolly Disain Sampul : Edward Iwan Mangopang Jenis Buku : Detektif Kriminal – Misteri - Suspense Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah...

Read more

Review Buku 64 Tips dan Trik Presentasi …

31-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : 64 Tips dan Trik Presentasi Public Speaking Mastery in Action Penulis : Ongky Hojanto Disain Sampul : Orkha Creative Jenis Buku : Non Fiksi - Komunikasi Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit :...

Read more

TERBARU - LIFE STORY

The Best Way to Start a New Habit

18-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Banyak orang termasuk saya yang hidupnya penuh rencana perbaikan diri. Fokus pada menemukan kebiasaan baru dan berusaha menghilangkan kebiasaan lama seolah sudah jadi agenda sehari-hari. Tapi niat dan realisasi kadang...

Read more

How To Deal with Anger, Anxiety, and Lon…

17-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Ini artikel pertama di blog saya yang membahas satu topik tertentu dalam buku yang saya baca. Harapan saya sederhana, yakni semoga ilmu dan wawasan positif yang saya dapatkan dari buku-buku...

Read more

The Five Things Your Website Should Incl…

17-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Website dan blog adalah portal wajib perusahaan masa kini. Penyebabnya tentu saja adalah kemajuan teknologi seperti internet dan gadget. Jaman sekarang memiliki bisnis tak harus memiliki bangunan fisik, cukup dengan...

Read more