Review Buku Pisau Luka (The Knife of Never Letting Go) - Patrick Ness

Published: Monday, 05 November 2018 Written by Dipidiff

Judul : Pisau Luka - The Knife of Never Letting Go

Buku 1 Trilogi Chaos Walking

Penulis : Patrick Ness

Alih Bahasa : Barokah Ruziati

Sampul : John Nugroho

Jenis Buku : Fiksi

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2018

Jumlah Halaman :  544 halaman

Dimensi Buku :  23 cm

Harga : Rp.128.000

ISBN : 9786020379289

Edisi Terjemahan

 

Guardian Children's Fiction Prize (2008), Manchester Book Award Nominee for Longlist (2009), Odyssey Award Nominee (2011), James Tiptree Jr. Award (2008), Milwaukee County Teen Book Award Nominee (2010)

Dioraphte Jongerenliteratuurprijs Nominee (2014), Carnegie Medal Nominee (2009), Green Mountain Book Award (2012)

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Andai kita memiliki pandangan dan perasaan yang tajam tentang segenap kehidupan manusia sehari-hari, rasanya akan seperti mendengar rumput tumbuh dan jantung tupai berdeak, dan kita akan mati akibat raungan itu, yang berada di sisi lain keheningan.

George Eliot, Middlemarch

 

Todd Hewitt satu-satunya bocah lelaki di Prentisstown. Kota itu hanya berisi lelaki dewasa, tidak ada perempuan, tidak ada anak-anak.

Sejak terinfeksi kuman Kebisingan, mereka dapat mendengar pikiran satu sama lain.
Sebulan lagi Todd menjadi lelaki dewasa, tapi di tengah Kebisingan, dia tahu kotanya menyembunyikan sesuatu— sesuatu yang begitu mengerikan sehingga Todd terpaksa melarikan diri hanya bersama Manchee, anjing yang pikiran setia dan sederhananya juga dapat didengar Todd.

Diburu lelaki-lelaki jahat dari kota, keduanya bertemu makhluk aneh yang begitu hening: seorang anak perempuan. Siapa dia? Mengapa dia tidak terbunuh oleh kuman seperti semua perempuan di Dunia Baru?

Kini Todd sembunyi dari kejaran bersama si anak perempuan, berlari dan berlari menghindari kejaran para pemburu yang makin beringas membunuh dan membakar kota-kota yang mereka lewati. Dalam perjalanan tersebut terungkap satu per satu rahasia kehidupan Todd juga perasaannya terhadap anak perempuan asing yang hening itu.

Dikisahkan melalui narasi Todd yang polos, para pembaca disuguhi petualangan menegangkan ketika seorang bocah lelaki yang beranjak dewasa harus melupakan semua yang dia ketahui agar dapat mengungkapkan rahasia besar yang selama ini disembunyikan darinya.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya


Pilihan warnanya yang gelap mungkin mempertimbangkan jalan ceritanya yang kelabu, warna merah jambu mungkin dipertimbangkan dari sisi romance novel ini. Meski romance nya belum terlihat nyata di buku pertama ini. Ilustrasi gambar jelas memperlihatkan Todd dan Manchee yang berlari dari kejaran orang-orang yang memburu mereka. Sebenarnya saya kurang cocok dengan disain cover ini. Mungkin teman-teman punya pendapat yang berbeda.

 

Tokoh dan Karakter


Todd Hewitt tokoh utama adalah bocah lelaki yang pemberani, peduli, dan mencoba bersikap serta berpikir dewasa di tengah kekacauan situasi hidupnya. Viola Eade si anak perempuan yang hening agak misterius. Yang pasti ia cerdas, waspada, dan tak mudah percaya. Ben, laki-laki yang baik, sikapnya kebapakan kepada Todd. Manchee, anjing Todd, lucu, pemberani, dan setia.

Pendeta Aaron tokoh yang jahat dan gila. Sama seperti Mayor Prentiss dan Davy Prentiss.

Karena novel ini beralur petualangan, maka ada banyak tokoh-tokoh pendukung. Karakternya tidak ditampilkan secara mendalam. Hanya selintas yang memberikan kita kesan-kesan tertentu, bahkan tokoh-tokoh utamanya pun demikian. Mungkin karena ini buku trilogi, dan Pisau Luka buku pertamanya.

Deskripsi tokohnya sebenarnya cukup detail, tapi entah kenapa tampak kurang berhasil tertanam baik dalam imajinasi saya.

 

Alur dan Latar


Novel ini beralur maju dan mundur dengan lebih banyak alur majunya. Ide cerita cukup unik menurut saya. Ending di buku satu terbuka dan cenderung mengawang-awang. Hati-hati buat yang tidak begitu suka dengan ending seperti ini. Jelas novel ini tidak nyaman untuk dibaca "standing alone".
Konflik yang dibangun cukup baik tapi kurang greget. Sisi emosi yang ingin diolah penulis tidak seberhasil yang diinginkan, kecuali di satu dua bagian adegan saja.

Latar dunia baru menjadi latar cerita novel Pisau Luka. Tapi keadaan kota dan lingkungan secara keseluruhan tak begitu berbeda dengan bumi.

Deskripsi latar cukup detail, contohnya seperti yang ini.

Lalu kami tiba di rumah pertanian, yang benar-benar berbeda. Logam, kelihatannya, seperti pom bensin dan gereja di tempat asalku tapi tidak sebobrok itu. Setengah bagian rumah berkilau dan menjulang ke langit seperti layar dan ada cerobong asap yang melengkung ke luar dan ke atas, lalu meliuk ke bawah, asap menyembur dari ujungnya. Setengah bagiannya lagi terbuat dari kayu yang dibangun pada logam, kokoh seperti gudang tapi dipotong dan dilipat seperti.....

“Sayap,” kataku

“Benar, itu sayap,” kata Tam. “Dan sayap macam apakah itu?” Aku mengamati lagi. Seluruh rumah pertanian itu terlihat menyerupai burung dengan cerobong asap sebagai kepala dan lehernya, bagian depan yang mengilap dan sayap-sayap kayu yang terbentang di belakangnya, seperti burung yang sedang beristirahat di air atau apalah.

Halaman 171

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Kalimat kalimat yang dicetak dengan huruf yang berbeda menandakan itu suara pikiran. Awalnya agak membingungkan, tapi lama-kelamaan kita jadi terbiasa dan otomatis paham bagian mana yang merupakan percakapan, yang mana narasi cerita, dan yang mana yang suara pikiran para tokoh.

Picture:

 

Isi pikiran dan perasaan tokoh banyak tertuang dalam kalimat. Kadang dua halaman penuh berisi paragraf tentang isi pikiran tokohnya. Buat yang tidak begitu suka dengan novel yang banyak berisi paragraf seperti ini, mungkin ini terasa menjemukan. Contohnya seperti ini,

Mengetahui dia punya kata-kata di kepalanya tak berarti apa pun kalau kita hanya bisa mendengar kata-kata itu saat dia bicara. Menatap bagian belakang kepalanya selagi dia berjalan, aku masih merasa hatiku ditarik ke arah keheningannya, masih merasa seolah aku keilangan sesuatu yang mengerikan, sesuatu yang begitu menyedihkan sampai aku ingin menangis.

Halaman 144

 

Bagian tersedih ketika salah satu tokoh cerita mati terasa sekali di hati. Adegannya diolah dengan baik. Sayang sekali tokoh non manusia ini harus dimatikan penulis.

Ada bonus cerita pendek oleh patrick ness di halaman belakang.

Dan informasi buku kedua dan terakhir lanjutan novel Pisau Luka ini.
#2 The Ask and the Answer
#3 Monsters of Men

Beberapa reviewer di Goodreads menyatakan ketidaksukaan mereka pada buku ini karena beberapa tokohnya yang tidak masuk akal. Misalnya sulit sekali untuk dibunuh. Selain itu isi buku terasa kelam dan tidak menyimpan pesan akan harapan, hanya berlari dan sembunyi dari kejaran.

Semua poin di atas saya setujui. Tapi sekali lagi saya ingat bahwa ini buku trilogi. Mungkin memang itulah fokus di buku pertama. Berarti buku kedua harusnya lebih baik dan lebih menarik. Nyatanya rating buku kedua memang lebih tinggi dari buku pertamanya.

 

Siapa Patrick Ness
Patrick Ness adalah penulis dari trilogi laris Chaos Walking, serta Carnegie Medal-memenangkan A Monster Calls, yang idenya terinspirasi dari Siobhan Dowd. Brrbagai penghargaan yang telah diterimanya antara lain adalah the Guardian Children’s Fiction Prize, the Booktrust Teenage Prize, dan the Costa Children’s Book Award. Patrick Ness tinggal di London.

Patrick Ness belajar Sastra Inggris di University of Southern California. Lulus kuliah ia mendapat pekerjaan sebagai penulis perusahaan di sebuah perusahaan TV kabel di Los Angeles, ia menulis manual dan pidato, bahkan pernah memasang iklan untuk Gilroy, California Garlic Festival. Cerita yang pertama ia tulis diterbitkan di majalah Genre pada tahun 1997. Tahun 1999, Ness mengerjakan novel pertamanya, The Crash of Hennington. Pattrick Ness mengajar Creative Writing di Oxford University selama tiga tahun. 

Patrick Ness telah menerbitkan dua buku untuk orang dewasa, sebuah novel berjudul The Crash of Hennington dan koleksi cerita pendek berjudul Topics About Which I Know Nothing.

Penulisan novel The Knife of Never Letting Go memakan waktu sekitar tujuh bulan untuk mendapatkan konsep pertama yang baik. Banyak penulisan ulang dilakukan setelahnya.

The Knife of Never Letting Go mendapatkan rating amazon 4.1 dan Goodreads 3.97.

 

Rekomendasi
Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca dewasa yang menyukai buku trilogi dengan latar dunia baru, genre dark distopia, alur cerita petualangan dan pengejaran. Ada unsur misteri dalam novel ini dan cukup bikin penasaran. Banyak paragrafnya yang berisi isi pemikiran tokoh. Hati-hati untuk yang tidak begitu suka dengan hal ini. Alur cerita kombinasi dan cenderung maju. Konflik dan ketegangan rata-rata saja, mungkin karena ini baru buku pertama. Ending terbuka dan agak mengawang-awang, novel ini kurang nyaman untuk dibaca tunggal, jelas bukan jenis novel seri yang standing alone. Harapan terbesar buku ini adalah review dari para pembaca di Goodreads dan Amazon yang menyatakan bahwa untuk menilai trilogi ini memang harus membaca ketiga bukunya. Buku keduanya mendapatkan respon yang lebih baik dibanding buku pertamanya. Catatan : konten kekerasan cukup detail.

My Rating : 3.8/5

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku How To See - Thich Nhat Hanh

17-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : How To See Penulis : Thich Nhat Hanh Jenis Buku : Self Improvement Penerbit : Ebury Publishing  Tahun Terbit : Juli 2019 Jumlah Halaman :  128 halaman Dimensi Buku : 11.00 x 15.60 x 0.70 cm Harga :...

Read more

Review Buku How To Own The Room - Viv Gr…

27-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : How to Own The Room Women and The Art of Brilliant Speaking Penulis : Viv Groskop Jenis Buku : Communication – Public Speaking Penerbit : Transworld Publishers Ltd  Tahun Terbit : Desember 2018 Jumlah Halaman : ...

Read more

Review Buku Wabi Sabi (Japanese Wisdom f…

27-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wabi Sabi Japanese Wisdom for a Perfectly Imperfect Life Penulis : Beth Kempton Jenis Buku : Philosophy – Self Improvement Penerbit : Harper Design Tahun Terbit : Desember 2018 Jumlah Halaman :  256 halaman Dimensi Buku : ...

Read more

Review Buku Money - Yuval Noah Harari

18-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Money Penulis : Yuval Noah Harari Jenis Buku : Non Fiction History - Economy Penerbit : Vintage Publishing Tahun Terbit : April 2018 Jumlah Halaman : 144 halaman Dimensi Buku :  11.20 x 27.40 x 1.60 cm Harga...

Read more

TERBARU - Buku Indonesia & Terjemahan

Review Buku #MO - Rhenald Kasali

18-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : #MO Sebuah Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham Penulis : Rhenald Kasali Jenis Buku : Ekonomi - Bisnis Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman :  446 halaman Dimensi Buku :  15...

Read more

Review Buku Wild Hearts (Ancaman Masa La…

28-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wild Hearts (Ancaman Masa Lalu) * Harlequin Penulis : Sharon Sala Disain Sampul : Marcel A.W. Jenis Buku : Fiksi Romance Suspense - Misteri Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku A Song of Shadows (Kidung Ba…

14-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : A Song of Shadows (Kidung Bayang-Bayang) Penulis : John Connolly Disain Sampul : Edward Iwan Mangopang Jenis Buku : Detektif Kriminal – Misteri - Suspense Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah...

Read more

Review Buku 64 Tips dan Trik Presentasi …

31-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : 64 Tips dan Trik Presentasi Public Speaking Mastery in Action Penulis : Ongky Hojanto Disain Sampul : Orkha Creative Jenis Buku : Non Fiksi - Komunikasi Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit :...

Read more

TERBARU - LIFE STORY

The Best Way to Start a New Habit

18-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Banyak orang termasuk saya yang hidupnya penuh rencana perbaikan diri. Fokus pada menemukan kebiasaan baru dan berusaha menghilangkan kebiasaan lama seolah sudah jadi agenda sehari-hari. Tapi niat dan realisasi kadang...

Read more

How To Deal with Anger, Anxiety, and Lon…

17-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Ini artikel pertama di blog saya yang membahas satu topik tertentu dalam buku yang saya baca. Harapan saya sederhana, yakni semoga ilmu dan wawasan positif yang saya dapatkan dari buku-buku...

Read more

The Five Things Your Website Should Incl…

17-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Website dan blog adalah portal wajib perusahaan masa kini. Penyebabnya tentu saja adalah kemajuan teknologi seperti internet dan gadget. Jaman sekarang memiliki bisnis tak harus memiliki bangunan fisik, cukup dengan...

Read more