Review Buku Ayah - Andrea Hirata

Published: Tuesday, 18 December 2018 Written by Dipidiff

 

Judul : Ayah

Penulis : Andrea Hirata

Jenis Buku : Fiksi

Penerbit : Bentang

Tahun Terbit : Mei 215

Jumlah Halaman : 412 halaman

Dimensi Buku :  13 x 21 cm

Harga : Rp. 79.000

ISBN : 9786022911029

 


Sekelumit Tentang Isi

Betapa Sabari menyayangi Zorro. Ingin dia memeluknya sepanjang waktu. Dia terpesona melihat makhluk kecil yang sangat indah dan seluruh kebaikan yang terpancar darinya. Diciuminya anak itu dari kepala sampai ke jari-jemari kakinya yang mungil. Kalau malam Sabari susah susah tidur lantaran membayangkan bermacam rencana yang akan dia lalui dengan anaknya jika besar nanti. Dia ingin mengajaknya melihat pawai 17 Agustus, mengunjungi pasar malam,  membelikannya mainan, menggandengnya ke masjid,  mengajarinya berpuasa dan mengaji, dan memboncengnya naik sepeda saban sore ke taman kota.

 

Ayah berkisah tentang Sobari yang polos, yang baik hati, yang cintanya tulus, tapi malang wajahnya tak tampan dan cintanya ditolak satu-satunya perempuan yang ia suka. Kawan-kawan Sobari yang awalnya meledek akhirnya balik mendukung Sobari karena kesetiakawanan campur takjub terhadap seribu satu cara kawan mereka untuk mendapatkan Lena.

 

Lalu Zorro pun lahir, Sobari jatuh cinta lagi lebih dalam, sampai macam gila karenanya. Kali ini cinta Sobari berbalas, karena Zorro pun mencintainya dalam-dalam. Tapi takdir memisahkan Sobari dengan Zorro. Lalu pencarian Zorro pun dimulailah, akankah Zorro bertemu lagi dengan Sobari? Apakah cintanya kepada Lena kemudian mati?

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya


Novel ini termasuk tebal, lebih tebal dari novel Sirkus Pohon. Meski sama Melayu gaya bahasa dan humornya, tapi disain sampul Ayah tak seperti Sirkus Pohon yang lebih cerah. Mungkin disain ini menyesuaikan dengan isi kisah hidup Sobari yang banyak merananya.

 

Tokoh dan Karakter


Sobari, orang yang jujur, polos, dan baik hati. Dia pekerja keras. Tampak tak ada sifat jahat pada dirinya. Kelemahannya dalam cerita hanya soal wajahnya yang tak tampan hingga agaknya itulah yang menyebabkan cintanya ditolak Lena. Tingkahnya yang lugu banyak membuat orang tersenyum.

 

Lena, gadis keras kepala dan berkarakter bebas. Sedari remaja suka gonta-ganti pacar dan pergaulan bebas, sebagian karena terpicu rasa marahnya pada ayahnya yang sama keras sifatnya. Lena gadis pemberontak. Tapi Lena sebenarnya cerdas, dan jelas dia cantik bukan kepalang. Lena muak pada Sobari yang dianggapnya tak tahu diri.

 

Zorro, anak tampan, baik budi, pandai berpuisi. Hati orang langsung tercuri begitu melihat Zorro pertama kali. Zorro setia pada Sobari, tapi ia juga cinta pada ibunya Lena.

 

Beberapa tokoh lainnya juga memiliki peran dalam cerita. Cukup banyak jumlah tokohnya, tapi karena jalan ceritanya yang runut, kita tidak akan kesulitan untuk memahami karakter para tokoh atau perannya dalam cerita. Ada kawan-kawan Sobari yang setia,  Ukun dan Tamat, sahabat Lena, Zuraida, para mantan suami Lena, JonPijareli salah satunya, lalu ayah Lena, Markoni, orang-orang di radio, dan lain sebagainya.

 

Alur dan Latar


Alur cerita novel ini sebenarnya maju dan mundur. Tak berapa lama setelah awal cerita kita akan dibawa ke masa lalu, dan di akhir cerita akan melompat sedikit ke masa depan.
Ending ceritanya tertutup dengan penyelesaian konflik yang mulus dan manis.

Sudut pandang cerita dibawakan oleh pihak ketiga. Kejutan dalam alur ceritanya cukup baik dan menarik, meski terasa sekali fiksinya (tak apa, toh ini memang cerita fiksi).

Latar cerita sebagian besar mengambil tempat di sebuah kampung Melayu sana lengkap dengan budaya dan suasananya. Rumah, pasar tradisional, sekolah, menjadi beberapa latar di kampung yang dipakai di dalam cerita. 

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

 

Seperti Sirkus Pohon, novel Ayah juga terdiri dari banyak bab dengan judul-judul yang unik. Tiap babnya berisi sedikit saja halaman. Mungkin ketika melihat inilah untuk pertama kalinya saya merasa adanya antar buku karya Andrea Hirata.

Awalnya saya menduga kisah Ayah ini akan sedih sekali suasananya, tapi ternyata di bab pertama sudah ada lucu-lucunya khas gaya bahasa Andrea Hirata.

Seekor kucing berbulu hitam, tetapi telah berubah menjadi abu-abu, karena suka tidur di tungku, melompat ke pangkuannya. Kucing yang telah berjanji pada dirinya sendiri, untuk ikut Sabari sampai ajal menjemput, juga merana. Biduk rumah tangganya, persis rumah tangga Sabari, telah karam. Marleni, istrinya, telah minggat, direbut kucing garong dari pasar pagi Tanjong Pandan yang tak tahu adat.

Halaman 2

 

Waktu kelas dua SMP, Ukun berkata pada Sabari bahwa dia suka sama Hanifa, sampai tak bisa tidur dibuatnya. Sebelumnya, Ukun juga pernah bilang bahwa dia suka sama Sita, Mawar, Anisa, Laila, Nurmala, Aini, Indra, Deli, Lili, Mumun, Nizam, Latifah, Salamah, Fatimah, Hasanah, Sasha, Zasa, Zaza, dan Shasya. Adapun Tamat, tanpa malu-malu bilang bahwa dia suka sama Amoi, Zarina, A Yun, Minar, A Mung, Nuri, Rifa, Umi kampung seberang, dan Umi Anak Pak RT.
Halaman 10

 

Kumparan adalah makhluk ningrat yang hanya muncul di buku yang biasa dipegang orang-orang pintar. Adapun pembicaraan Amirza sehari-hari adalah pukat, semprong lampu petromaks, sabun colek, sendal jepit putus, kutu beras, minyak jelantah, perigi, tali rafia, obat nyamuk, aspirin, kerokan, batu baterai, dan atap bocor. Maka, ketika Syarif mengucapkan kata “kumparan”, Amirza, yang hanya tamat SD dan buruh pabrik sandal jepit, bertekuk lutut di haribaan kecerdasan lelaki Melayu sok tahu itu.

Halaman 23

 

Adegan tentang radio dan program kartu ucapan salam dan kirim lagu membuat saya terkenang akan masa lalu. Terasa sekali suasana di kampungnya.

Tahu-tahu dia punya pekerjaan usai jam sekolah, yaitu menghambabudakkan drinya kepada tukang sampah di Pasar Belantik, demi sedikit upah yang dipakainya untuk membeli kartu request – selembar lima ratus perak – di radio lokal AM Suara Cinta. Saban petang mengudaralah lagu dan salam untuk Lena di Kelumbi, dari DYSMJDB. Tak jelas apa maksud singkatan itu.

Halaman 36

 

Kadang-kadang saya bingung campur takjub betapa gaya menulis Andrea Hirata ini begitu mengalir apa adanya, sesekali bahkan seperti sedang mengobrol saja dengan pembacanya.

Adakah kemudian Sabari membenturkan kepalanya ke pohon nangka? Tidak. Adakah dia mengumpankan lehernya ke gergaju mesin? Tidak. Adakah dia mengikat tangan dan kakinya sendiri lalu memplester mulutnya? Tak tahu bagaimana caranya, sebab bukankah tadi tangannya terikan? Lalu, menceburkan diri ke Sungai Lenggang agar ditelan buaya muara bulat-bulat? Tidak. Apakah dia menggunakan cara-cara yang picik, bahkan anarkis, untuk menarik perhatian Lena? Maaf, Sabari tak punya sifat-sifat obsesif semacam itu. Halo?

Halaman 44

 

Dibalik kelucuan, keluguan, dan kesedihan kisah Sobari dan Zorro ada pesan kehidupan yang bisa kita renungkan. Misalnya,

Akhirnya, hujan turun, menghantam atap seng, Amiru memejamkan mata, lama, lambat laun dia mendengar sebuah irama. Dia tersenyum. Dia tersenyum karena ingin seperti ayahnya, yakni dapat menjadi senang karena hal-hal yang kecil.  Seni menyenangi hal-hal yang biasa saja, begitu istilah ayahnya yang hanya tamat SD itu. Amiru ingin menguasai seni itu sampai tingkat ayahnya telah menguasainya sehingga menjadi orang yang dapat menertawakan kesusahan. Itulah ilmu tertinggi seni menyenangi hal-hal kecil. Itulah sabuk hitamnya.

Bab Barang Antik

 

Ada adegan-adegan sedihnya pula. Misalnya,

Malamnya Amiru mengintip ayahnya dari celah dinding papan kamar. Dia selalu melihat ayahnya mendengar radio, memutar-mutar tombol tuning, kini ayahnya hanya duduk termangu di kursi rotan itu.

Malam beranjak, Amru tak dapat tidur karena telah terbiasa mendengar bunyi radio itu sejak masih kecil. Tak pernah ia mengalami malam sesenyap dan sepahit malam itu.

Halaman 53

 

Kalimat-kalimat yang penuh makna pantas buat dijadikan kutipan buku. Misalnya,

Hidup ini memang dipenuhi orang-orang yang kita inginkan, tetapi tak menginginkan kita, dan sebaliknya.

Halaman 165

 

Manusia bisa berada di tempat yang sama dalam waktu yang berbeda, tetapi tak bisa berada di tempat yang berbeda dalam waktu yang sama, semua itu karena pencipta manusia mau agar manusia setia

Halaman 267

 

Kegagalan yang pahit adalah lebih baik daripada hanya perpangku tangan.

Halaman 340

 

Novel Ayah banyak berisi puisi karena Sobari suka menggubah puisi, begitu pula Zorro. Puisinya ada yang pendek adapula yang panjang, ada yang digubah dengan serius adapula yang sangat sederhana.

Yang kan kukenang hingga akhir nanti
Takkan habis jumlah jari jemari
Salah satunya engkau, Batanghari

Berdiri aku di tepi sungaimu
Terpana aku melihat sejarah mengalir di situ
Siak, Siak
Kenanglah aku
Seperti aku kan selalu mengenangmu

Bulan lebih rendah
Bintang-bintang dapat dijangkau
Matahari lebih hangat
Karena ingin melihat Rengat dari dekat
....
Halaman  271

 
Secara pribadi saya menyukai novel Ayah ini. Saya suka latar Melayunya, lakon-lakonnya, dan gaya bahasa Andrea Hirata. Hanya untuk humor ada beberapa bagian yang menurut saya terasa berlebihan, mungkin ini gara-gara keinginan untuk menyeimbangkan humor dengan tokoh-tokohnya yang polos dan lugu.

Sisi romance pada cerita juga ditutup dengan manis, terasa berbeda dengan novel lain yang beride sama. Novel Ayah juga mirip cerita petualangan gara-gara adegan mencari-cari Zorro yang terpisah dengan Sabari. Oleh karena itu ada tempat di luar kampung Melayu yang jadi latar cerita juga. Selama membaca buku ini saya selalu terpikir bahwa pembaca yang menyukai Sirkus Pohon karya Andrea Hirata akan pula menyukai novel Ayah, dan sebaliknya.

 

Siapa Andrea Hirata

Andrea Hirata adalah pemenang pertama penghargaan sastra New York Book Festival 2013, untuk The Rainbow Troops, Laskar Pelangi edisi Amerika, Penerbit Farrar, Straus & Giroux, New York, kategori general fiction, dan pemenang pertama Buchawards 2013, Jerman, untuk Die Regenbogen Truppe, Laskar Pelangi edisi Jerman, Pnerbit Hanser, Berlin. Dia jga pemenang seleksi short story majalah sastra terkemuka di Amerika, Washingtong Square Review, New York University, edisi winter/spring 2011 untuk short story pertamanya Dry Season. Tahun 2015 dia dianugerahi gelas Doktor Honoris Causa di bidang sastra oleh University of Warwick, UK, dan tahun 2017  menerima penghargaan budaya dari pemerintah Prancis untuk karyanya Les Guerriers de L’arc-en-ciel (Laskar Pelangi edisi Prancis, Penerbit Mercure de France). Laskar Pelangi telah diadaptasi dalam bentuk film, musikal, lagu, serial TV dan koreografi oleh CityDance Company, Washingtong, D.C., dilayarkan di Berlinalle dan Smithsonian.

Sejak tahun 2010, secara mandiri Hirata mempromosikan minat baca, minat menulis, dan mendirikan museum sastra pertama dan satu-satunya di Indonesia, Museum Kata Andrea Hirata di Belitong.

Novel karyanya

·         Laskar Pelangi (2005)
·         Sang Pemimpi (2006)
·         Edensor (2007)
·         Maryamah Karpov
·         Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas (2010)
·         Sebelas Patriot (2011)
·         Laskar Pelangi Song Book (2012)
·         Ayah (2015)
·         Sirkus Pohon (2017)

Penghargaan
·         Pemenang BuchAwards Jerman 2013
·         Pemenang Festival Buku New York 2013 (general fiction category)
·         Honorary Doctor of Letters (Hon DLitt) dari Universitas Warwick 2015

Novel Ayah mendapatkan rating 4.27 di situs Goodreads.

 

Rekomendasi


Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca remaja dan dewasa yang suka pada novel dengan latar Melayu, bertopikkan keluarga, seorang ayah yang berpisah dengan anaknya, lalu ada unsur romance di dalam cerita, tokoh-tokohnya polos dan lugu. Membaca buku ini membuat kita tersenyum karena keluguan tokoh dan gaya bahasa penulis yang mengalir apa adanya, namun ada bagian yang mengandung kesedihan pula. Ending ditutup dengan manis. Alur cerita menarik, dan ada pesan tentang kesetiaan, keuletan, dan kebahagiaan di dalam novel ini.

My Rating : 4.8/5

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku How To See - Thich Nhat Hanh

17-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : How To See Penulis : Thich Nhat Hanh Jenis Buku : Self Improvement Penerbit : Ebury Publishing  Tahun Terbit : Juli 2019 Jumlah Halaman :  128 halaman Dimensi Buku : 11.00 x 15.60 x 0.70 cm Harga :...

Read more

Review Buku How To Own The Room - Viv Gr…

27-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : How to Own The Room Women and The Art of Brilliant Speaking Penulis : Viv Groskop Jenis Buku : Communication – Public Speaking Penerbit : Transworld Publishers Ltd  Tahun Terbit : Desember 2018 Jumlah Halaman : ...

Read more

Review Buku Wabi Sabi (Japanese Wisdom f…

27-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wabi Sabi Japanese Wisdom for a Perfectly Imperfect Life Penulis : Beth Kempton Jenis Buku : Philosophy – Self Improvement Penerbit : Harper Design Tahun Terbit : Desember 2018 Jumlah Halaman :  256 halaman Dimensi Buku : ...

Read more

Review Buku Money - Yuval Noah Harari

18-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Money Penulis : Yuval Noah Harari Jenis Buku : Non Fiction History - Economy Penerbit : Vintage Publishing Tahun Terbit : April 2018 Jumlah Halaman : 144 halaman Dimensi Buku :  11.20 x 27.40 x 1.60 cm Harga...

Read more

TERBARU - Buku Indonesia & Terjemahan

Review Buku #MO - Rhenald Kasali

18-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : #MO Sebuah Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham Penulis : Rhenald Kasali Jenis Buku : Ekonomi - Bisnis Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman :  446 halaman Dimensi Buku :  15...

Read more

Review Buku Wild Hearts (Ancaman Masa La…

28-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wild Hearts (Ancaman Masa Lalu) * Harlequin Penulis : Sharon Sala Disain Sampul : Marcel A.W. Jenis Buku : Fiksi Romance Suspense - Misteri Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku A Song of Shadows (Kidung Ba…

14-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : A Song of Shadows (Kidung Bayang-Bayang) Penulis : John Connolly Disain Sampul : Edward Iwan Mangopang Jenis Buku : Detektif Kriminal – Misteri - Suspense Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah...

Read more

Review Buku 64 Tips dan Trik Presentasi …

31-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : 64 Tips dan Trik Presentasi Public Speaking Mastery in Action Penulis : Ongky Hojanto Disain Sampul : Orkha Creative Jenis Buku : Non Fiksi - Komunikasi Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit :...

Read more

TERBARU - LIFE STORY

The Best Way to Start a New Habit

18-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Banyak orang termasuk saya yang hidupnya penuh rencana perbaikan diri. Fokus pada menemukan kebiasaan baru dan berusaha menghilangkan kebiasaan lama seolah sudah jadi agenda sehari-hari. Tapi niat dan realisasi kadang...

Read more

How To Deal with Anger, Anxiety, and Lon…

17-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Ini artikel pertama di blog saya yang membahas satu topik tertentu dalam buku yang saya baca. Harapan saya sederhana, yakni semoga ilmu dan wawasan positif yang saya dapatkan dari buku-buku...

Read more

The Five Things Your Website Should Incl…

17-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Website dan blog adalah portal wajib perusahaan masa kini. Penyebabnya tentu saja adalah kemajuan teknologi seperti internet dan gadget. Jaman sekarang memiliki bisnis tak harus memiliki bangunan fisik, cukup dengan...

Read more