Review Buku Titip Rindu ke Tanah Suci - Aguk Irawan MN

Published: Friday, 19 October 2018 Written by Dipidiff

Review Buku Titip Rindu ke Tanah Suci - Aguk Irawan MN
Judul : Titip Rindu ke Tanah Suci
Penulis : Aguk Irawan MN
Cover : Resoluzy
Jenis Buku : Novel Religi
Penerbit : Republika Penerbit
Tahun Terbit : Desember 2017
Jumlah Halaman :  366 halaman
Harga : Rp.78.000
ISBN : 978-602-0822-87-7

 

Sekelumit Tentang Isi

“Mak masih ingat—,” Mak Siti meneruskan, “—sepuluh tahun yang lalu, di hari Intan masuk SMP, mak berjanji pada diri emak sendiri untuk menabung. Emak tak pandai menabung, tak berani ke bank, tak tahu caranya. Waktu itu, emak memohon pada Gusti Allah supaya emak bisa memenuhi panggilan-Nya. Berhaji. Naik haji. Ya, Allah….”

Keinginan Mak Siti memang bukan sesuatu yang sederhana, bahkan cenderung luar biasa mengingat profesinya yang hanya berjualan nasi megono di stasiun saja. Pun statusnya yang janda beranak satu, membuat penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Namun, Emak tak pernah berputus asa.

Saat orang-orang tahu tentang mimpinya, tak pelak cibiran-cibiran datang dari segala arah kepada Mak Siti. Ditambah ujian yang menimpa pernikahan sang putri semata wayang, membuat energi serasa lenyap dari tubuh tuanya. Rindunya pada tanah suci yang begitu besar, memang membuat Mak Siti tergerak untuk terus belajar mengaji dan mendekatkan diri pada-Nya. Namun, bila kemalangan bertubi-tubi menimpanya dan kini hidup anak dan cucunya juga ikut digunjingkan, apa yang harus dilakukan Mak Siti?

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Dengan siluet ka’bah yang mengintip di balik ilustrasi gambar sampul, rasanya memang persis menyuarakan sebuah impian mendalam seorang mak Siti yang ingin naik haji. Pilihan warna biru tua dan kuning juga memberikan kombinasi warna yang sesuai. Ditambah pula ilustrasi gambar pesawat kertas yang seolah mencirikan jauhnya cita-cita pergi ke tanah suci, menyebrang lautan, menembus awan.

 

Tokoh dan Karakter

Mak Siti, seorang ibu tua yang sederhana tapi memiliki iman luar biasa. Yakin bahwa Gusti Allah Maha Pemberi Rejeki, yakin bahwa tiap kesulitan akan ada kemudahan selama terus didoakan dan diupayakan. Mak Siti rajin ibadah dan bekerja.

Intan, anak perempuan semata wayang Mak Siti, adalah gadis yang cantik dan berbudi, yang dengan segera menarik perhatian banyak pemuda. Sayang sekali takdir mempertemukannya dengan pasangan yang memberikan ujian kesabaran padanya.

Rizal, seorang pemuda yang mengenal Intan sejak lama, menaruh hati padanya diam-diam. Hancur hatinya saat Intan ternyata menikah dengan pemuda lain yang akhirnya pula menyengsarakan Intan. Tapi patah hati justru berakhir dengan bertobatnya Rizal dari berbagai hal yang selama ini sia-sia ia lakukan. Rizal kini hijrah sehijrah-hijrahnya.

Para tetangga seperti Mpok Jaitun dan Mpok Mahmudah memang menyebalkan akibat hobinya yang bergosip dan bergunjing ke sana ke mari, termasuk menggunjingkan Mak Siti dan menfitnah Intan.

Ridho, sahabat Rizal yang setia. Pemuda yang suka bercanda ini memberikan warna tersendiri dalam cerita. Ridho tak habis pikir emaknya selalu sibuk menggunjingkan orang lain.

Mungkin ini hanya saya saja yang merasa bahwa ada satu dua tokoh yang kurang terbentuk karakternya dan cenderung membingungkan. Contohnya Zulkarnain, suami Intan, yang diawal digambarkan sebagai seorang laki-laki yang baik dan tahu baik buruk dan benar salah, tapi kemudian tiba-tiba berubah menjadi tokoh "jahat". Begitu pun Rizal yang di awal sempat digambarkan awam dalam langgam mengaji, tapi lalu di halaman selanjutnya disebutkan pandai azan dan bersuara merdu. Meski poin yang ini memang masih cukup logis, tapi karena kurangnya pengantar cerita, sebagai pembaca saya tetap merasa ada ganjalan.

 

 
Alur dan Latar

Alur cerita mengalir mundur dan maju. Ada beberapa titik yang mungkin akan membuat pembaca bingung. Seolah-olah ada bagian yang terputus, misalnya ketika alur cerita tiba-tiba berpindah ke kisah tukang servis amplifier yang dipukuli massa karena disangka mencuri speaker masjid. Tapi ini hanya terjadi di awal bagian cerita, sisanya lebih terasa mulus dan mengalir. Ending tertutup dengan penyelesaian konflik seperti kisah drama televisi bernuansa religi atau film layar lebar. Klise tapi manis.

Latar banyak mengambil suasana di lingkungan perkampungan, mulai dari rumah-rumah, masjid, warung, hingga gang-gangnya.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini


Ada catatan kaki yang menerangkan istilah, situasi, atau kata-kata tertentu agar pembaca bisa lebih memahami isi cerita.

Catatan kaki ini kadang berisi keterangan sebuah hadist.

Picture: Catatan-catatan kaki yang ada di dalam buku

 

Konflik dan pesan religi banyak terdapat di buku ini.

“Bapakmu malah memarahi mak. Katanya, “Buat apa shalat-shalat segala. Jika shalat bisa membuat hari ini aku mendapatkan uang, aku akan shalat! Lihatlah, Mak – apa kau tak melihat? Hari ini waktu terakhir janji kita pada Bu Haji untuk bayar kontrakan. Sudah setengah bulan kita terlambat. Kau masih menyuruhku shalat?”

Halaman 10

 

“Kadang bapakmu ingat shalat. Kadang tidak. Makmu ini tak mau mengingatkannya dengan mulut ini. Mak tak ingin ribut-ribut dengan bapakmu. Tapi mak mengingatkan bapakmu untuk shalat dengan cara aku tak pernah meninggalkan shalat. Nduk. Semoga bapakmu sadar, setidak-tidaknya malu dengan makmu.”

Halaman 11

 

Bahkan mengangkat berita ke dalam cerita, lengkap dengan pendekatan nilai-nilai agama.

Apabila didapatinya kenyataan bahwa hari ini tak ada satu pun pelanggan yang ditemui, Joya tak berputus asa. Alih-alih, ia slalu taat dalam ibadahnya. ...

...

Entah siapa yang memulai, tubuh Joy diseret-seret. Dipukuli. Ditendangi. Disiram bensin. Tanpa ampun. Duh, Gusti... lalu dibakar hidup-hidup... hingga nyawa meninggalkan jasad tukang servis itu.

Halaman 19

 

Sisi romance nya juga selalu lekat dengan sudut pandang religi.

Memanglah cantik dia, tetapi cinta bukanlah semata karena indahnya rupa, namun lebih karena cantiknya budi. DI mata Zul, gadis itu telah kehilangan budinya. Terlalu mudah ia bermain mata dengan lelaki. Ibarat kata, dia adalah pengobral murah kegenitan dan cinta.

Halaman 53

 

Guyonannya sederhana dan polos, cocok dengan karakter tokoh-tokoh dan latar lingkungannya.

Rizal kembali membuka al-Qur’an, mencari juz lima. Menatapi nomor halaman juz lima, lalu menemukan halaman itu. Sesaat kemudian, ia membaca ta’awudz, basmalah, lalu mulai membaca ayat yang ditunjuk Pak Haji.

“Sebentar, sebentar!” potong Pak Haji lagi.

Rizal menghentikan bacaannya.

“Pake lagu! Jangan datar begitu kayak bocah baru belajar ngaji.”

Karena Rizal tak paham, ia bertanya, “Lagu gimana, Pak Haji? Linking Park? Despacito, atau gimana maksudnya?”

“Lu ini ngomong apaan sih?” seru Pak Haji.

“Laah, Pak Haji kan minta dilaguin segala tadi?”

“Baca dengan cara murottal, Zaal! Malah capuccino segala dibawa-bawa. Mau ngopi, lu?”

Halaman 77

 

Kalimat-kalimat yang adem penuh hikmah pantas untuk dikutip.

"Kita ini manusia biasa, tempat salah dan dosa. Kita hanya bisa berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik.”

Halaman 80

 

“Karena kebaikan terkadang akan dinilai buruk oleh orang lain. Jangan sampai kebaikan itu justru mendatangkan fitnah pada banyak orang.”

Halaman 115

 

Menyimak kisah Mak Siti, juga membangkitkan inspirasi dan keinginan untuk lebih mendekatkan diri pada Ilahi.

“Ndak ada salahnya bermimpi. Setiap orang ingin bisa menjalankan ibadah suci.”

“Tapi dengan apa, Mak? Dengan daun?”

“Gusti Allah memberi rezeki dari mana pun datangnya. Kadang terduga, kadang tidak terduga... “

Halaman 97

 

Siapa Aguk Irawan MN


Aguk Irawan MN lahir di Lamongan, 1 April 1979. Setelah bersekolah di MA Negeri Babat, Lamongan, sambil belajar kitab kuning di Pondok Pesantren Darul Ulum, Langitan, Tuban, ia melanjutkan kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo, jurusan Aqidah dan Filsafat, kemudian meneruskan studinya di Institut Agama Islam Al-Aqidah, Jakarta. 

Selama di Mesir, ia banyak menerjemahkan karya sastra Arab, di antaranya: naskah drama Taufik El-Hakiem, Tahta Dzilali Syams (Di Bawah Bayangan Matahari); karya klasik Abu A’la El-Ma’ary, Komedi Al-Ilahiyah (Komedi Langit); Dunya Allah karya Naguib Mahfouz; Chicago karya Alaa Aswani; dan bersama Mahmud Hamzawie menerjemahkan sastra Indonesia ke Arab, di antaranya kumpulan puisi Sutradji Calzoum Bachri, O Amuk Kapak (Ath-Tholasim); karya Soni Farid Maulana, Anak Kabut (Abna Dhabab). Sajak-sajaknya juga sering disiarkan di Radio BBC Mesir dan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh Mahmud Hamzawie.

Buku fiksinya yang sudah terbit adalah: Dari Lembah Sungai Nil; Hadiah Seribu Menara; Kado Milenium; Negeri Sarang Laba-Laba; Binatang Piaraan; Liku Luka Kau Kaku; Sungai yang Memerah; Penantian Perempuan; Risalah Para Pendusta; Aku, Lelaki Asing, dan Kota Kairo; Balada Cinta Majenun; Sepercik Cinta dari Surga; Memoar Luka Seorang TKW; Sekuntum Mawar dari Gaza; Dalam Sujud Cinta; Hasrat Waktu; Di Jari Manismu Ada Rindu; Lorong Kematian; Sinar Mandar; Jalan Pulang; Musyahid Cinta; Semesta Cinta; Penakluk Badai; Cahaya-Mu Tak Bisa Kutawar; Haji Backpacker; Air Mata Tuhan; Maha Cinta; Kidung Rindu di Tapal Batas; Patah Hati Terindah: Karena Cinta Adalah Allah; Peci Miring (Novel Biografi Gus Dur).

Sementara karya nonfiksinya yang sudah terbit adalah: Kiat Asyik Menulis; Kisah-Kisah Inspiratif Pembuka Surga; Di Balik Fatwa Jihad Imam Samudra (bersama Isfah Abidal Aziz); Haji Backpacker, Sebuah Memoar 1; Haji Backpacker, Sebuah Memoar 2; Ensiklopedi Haji. 

Beberapa puluh buku terjemahan dan saduran dari bahasa Arab juga telah digarapnya, di antaranya: Islam-Negara-Agama; Menyingkap Rahasia Rukuk dan Sujud; 100 Wasiat Nabi; Spirit Al-Quran; Samudra Hakikat; Ashabul Kahfi; Ensiklopedi Sains Al-Quran; Menjadi Murid Sejati; Tasfir al-Jilani. 

Novel Titip Rindu ke Tanah Suci mendapatkan rating 3.67 di situs Goodreads.

 

Rekomendasi
Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca dewasa yang mencari novel bernuansa religi dengan topik kehidupan, mulai dari rumah tangga, pernikahan, keluarga, hingga masyarakat. Konflik cerita dan gaya penulisannya termasuk sederhana sehingga ringan meski halamannya cukup banyak jumlahnya. Keutamaan novel ini adalah pesan religinya yang kental, ada ayat-ayat dalam Al Quran atau hadist-hadist yang secara eksplisit ditampilkan pula sebagai bagian dari cerita. Satu atau dua karakter tokohnya menurut saya memang agak membingungkan dan ada beberapa alur cerita yang seolah terputus, dan sebagai pembaca kita diserahi tugas sendiri untuk menyambungkannya. Ending tertutup dengan penyelesaian konflik seperti kisah drama televisi bernuansa religi atau film layar lebar. Klise tapi manis. Apapun itu novel Titip Rindu ke Tanah Suci direkomendasikan untuk dibaca karena muatan religi dan pesan moralnya yang bagus-bagus, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi kita semua.

My Rating : 3.5/5

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku The Silent Patient - Alex Mi…

19-02-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : The Silent Patient Penulis : Alex Michaelides Jenis Buku : Psychological Suspense Penerbit : Celadon Books Tahun Terbit : February 2019 Jumlah Halaman : 352 halaman Dimensi Buku :  23.37 x 15.75 x 2.29 cm Harga : Rp. 275.000*harga...

Read more

Review Buku The Tattooist of Auschwitz

18-02-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : The Tattooist of Auschwitz (Based on the powerful true story of Lale Sokolov) Penulis : Heather Morris Jenis Buku : Historical Fiction Penerbit : Zaffre Publishing  Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  288 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku Why Men Love Bitches - Sherr…

18-01-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Judul : Why Men Love Bitches From Doormat to Dreamgirl – A Woman’s Guide to Holding Her Own in a Relationship Penulis : Sherry Argov Jenis Buku : Relationship Penerbit : Adams Media Corporation Tahun Terbit :...

Read more

Review Buku The Power of Nunchi - Euny H…

16-01-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : The Power of Nunchi The Korean Secret to Happiness and Success Penulis : Euny Hong Jenis Buku : Self Improvement Penerbit : Penguin Random House UK Tahun Terbit : September 2019 Jumlah Halaman :  240 halaman Dimensi...

Read more

TERBARU - Buku Indonesia & Terjemahan

Review Buku Sentra - Rhenald Kasali

18-01-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Sentra – Membangun Kecerdasan dan Kemampuan Anak Sejak Usia Dini, Demi Masa Depan yang Cemerlang Series on Education Penulis : Prof. Rhenal Kasali Jenis Buku : Edukasi Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku #MO - Rhenald Kasali

18-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : #MO Sebuah Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham Penulis : Rhenald Kasali Jenis Buku : Ekonomi - Bisnis Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman :  446 halaman Dimensi Buku :  15...

Read more

Review Buku Wild Hearts (Ancaman Masa La…

28-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wild Hearts (Ancaman Masa Lalu) * Harlequin Penulis : Sharon Sala Disain Sampul : Marcel A.W. Jenis Buku : Fiksi Romance Suspense - Misteri Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku A Song of Shadows (Kidung Ba…

14-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : A Song of Shadows (Kidung Bayang-Bayang) Penulis : John Connolly Disain Sampul : Edward Iwan Mangopang Jenis Buku : Detektif Kriminal – Misteri - Suspense Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah...

Read more

TERBARU - LIFE STORY

Decluttering Finances

24-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Inginkah teman-teman memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan bijak? Pasti jawabannya ingin. Saya pikir tidak ada seorang pun di antara kita yang tidak ingin memiliki skill memanajemen keuangan, sebab sebesar apapun...

Read more

Work Coffee Cafe (a Review)

17-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Familiar kah teman-teman dengan nama cafe ini? Saya sih tidak. Tapi itu kemungkinan karena kami domisili di Bandung Timur dan jarang main ke daerah ini. Padahal tempatnya asyik bahkan klasik...

Read more

Marka Cafe + Kitchen (a Review)

16-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Untuk mereka yang biasa ngafe atau duduk-duduk nongkrong sambil menikmati kopi pasti sudah kenal kafe yang satu ini. Saya juga tahu Marka cafe karena diajak partner saya ngobrol-ngobrol tukar pikiran...

Read more