Review Buku All the Rage - Cara Hunter

Published: Tuesday, 14 July 2020 Written by Dipidiff

 

Judul : All The Rage

Penulis : Cara Hunter

Jenis Buku : Detective Crime

Penerbit : Penguin Random House UK

Tahun Terbit : Desember 2019

Jumlah Halaman :  464 halaman

Dimensi Buku :  12.90 x 19.70 x 3.50 cm

Harga : Rp. 160.000 *harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9780241985113

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Faith Appleford diculik dan ia ditemukan berkeliaran di pinggiran Oxford dalam kondisi bingung. Bekas penganiayaan terlihat di tubuhnya dan pakaiannya pun sobek di beberapa bagian. Jelas Faith berhasil melarikan diri dari penculiknya meskipun dia terluka. Anehnya, Faith bersikeras untuk tidak melapor ke polisi, bahkan seolah-olah menyembunyikan identitas pelaku. Tanpa pengakuan dan keluhan dari Faith, polisi harus cepat atau lambat menutup kasus ini. Tetapi situasinya berubah ketika si pembunuh kembali beraksi. 

DI Adam Fawley bertugas menyelidiki kasus ini, tetapi hanya sedikit yang bisa ia lakukan tanpa kerja sama gadis itu. Fawley terus merasa dia pernah melihat kasus seperti ini sebelumnya dan ini berarti ia harus menghadapi masa lalunya sekali lagi sebelum jatuh korban yang lainnya.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Menurut saya novel ini memiliki sampul dengan kombinasi warna yang menarik. Secara pribadi, saya suka disainnya. Salah satunya karena kombinasi warnanya yang bagus membuat buku ini mudah difoto dengan berbagai properti dan latar belakang.

Novel ini memiliki 400 halaman, cukup tebal untuk menghidupkan suasana santai di sore hari. Apalagi buat teman-teman yang suka genre crime mystery.

 

 

Tokoh dan Karakter

Faith Appleford, diculik dan dianiaya, tapi ia tidak mau melaporkan kasusnya ke kepolisian.

Nadine Appleford, adik Faith yang sembrono, nyaris bersedia melakukan apa saja agar diterima di lingkungan teman sebaya.

Fiona Blake. ibu yang berduka dan memperjuangkan kasus anaknya sekuat tenaga.

Sasha Blake, gadis cantik bertalenta ini ditemukan mati dengan kondisi yang mengenaskan.

Patsie Webb, Isabel Parker, Leah Waddell, sahabat-sahabat Sasha yang menyimpan rahasia

DC Quinn, DC Anthony Asante, DC Erica Somer, DC Andrew Baxter, DC Verity Everett, DS Gislingham, anggota tim penyelidikan di bawah DI Adam Fawley yang setia dan bekerjasama menyelesaikan kasus ini.

Ruth Gallagher, ditugaskan menggantikan Adam Fawley untuk menghindari personal interest pada kasus.

Alex, istri Adam Fawley yang tengah hamil ini sangat khawatir pembunuh yang dulu memperkosanya akan dibebaskan dari penjara dalam waktu dekat.

Adam Fawley, bimbang, benarkah ini copycat atau kasus yang sama dengan yang dulu itu (?)

 

Para tokoh dalam buku ini jelas karakternya, tiga dimensi, dan sangat manusiawi. Bagi teman-teman yang mengikuti seri Adam Fawley, teman-teman mungkin akrab dengan beberapa DS (Detective Sergeant) yang memiliki karakter unik, misalnya DS G. Quinn yang tampan, atletis, egosentris, dan flamboyan. Karakter Adam Flawley dalam buku ini tidak begitu kuat sampai setengah dari buku, jadi pembaca memang harus bersabar.

Sebagai inspektur detektif, Adam Fawley cerdas dan mampu melihat petunjuk serta menemukan solusi yang tidak bisa dilakukan detektif lain. Nanti di tengah buku muncul sosok lain dengan karakter kuat yang mencuri perhatian saya. Lawan tidak harus selalu bersaing dan berambisi. Bagi saya, yang memiliki karakter cerdik dan tulus selalu berakhir menjadi primadona dalam cerita.

Deskripsi fisik dan sifat para tokoh juga tergambarkan dengan baik. Salah satu deskripsi fisik tokoh dalam cerita saya kutipkan di bawah ini.

I see Somer and Everett get out of their car and come down the road towards me. Everett is in her standard combo of white shirt, dark skirt and sensible mac, though the bright-red scarf is definitely her little rebellion. Somer, by contrast, is in black jeans, a leather jacket and high heeled ankle boots with fringy bits around the back. She doesn't usually dress like that at work, so I’m guessing she was at the boyfriend’s this weekend and hasn't been home.

Page 15

The woman who opens the door has dried-our blonde hair, white sweatpants and a white sweatshirt with Slummy Mummy written on it. She must be mid-forties. She looks tired. Tired and immediately defensive.

Page 16

 

Alur dan Latar

Plotnya yang kombinasi maju mundur berjalan agak lambat tetapi masih menarik karena penempatannya yang acak dengan perspektif cerita orang pertama yang kadang-kadang berubah menjadi orang ketiga.

Konfliknya juga tidak melulu hanya kasus pembunuhan sehingga menarik dan tidak menjemukan.

Saya suka plotnya yang berlapis dan rapi. Ending cerita memiliki akhir yang tertutup untuk kasus utama, tetapi terbuka untuk cerita yang berbeda. Plot twist-nya juga menarik.⁣

Latar suasana dan latar lokasi terdeskripsikan dengan baik. Di bawah ini saya kutipkan beberapa penggambaran lokasi dalam cerita.

The sitting room is painted pale mauve, with a sofa and armchairs which are obviously supposed to match but the colour’s just far enough off to mess with your head. And they’re much too big for the space. It never ceased to baffle me why people don't measure their rooms before they buy their furniture. There's strong smell of artificial air freshener. Lavender. As if you had to ask.

Page 17

 

‘Pulp up a chair – if you can find one.’

I'm in Bryan Gow’s office. Or, strictly speaking, his temporary office, since his building is being refurbished and the Department of Psychology is camped out in a few spare rooms in Plant Sciences. It's a solid 1950s building on the South Parks Road with fixtures and fittings to match – wooden panelling and parquet floors and rare botanical specimens in glass cases. Though most of the potted living versions look in need of a good water and a bit of old-fashioned TLC.

Judging by the books heaped haphazardly on the only free seat, Gow’s current room-mate is an expert in psycho-linguistics, whatever the hell that is. Last time I was here Gow spent the whole time telling me it's only for a few months and he really doesn't mind sharing, but he isn't fooling me. ...

Page 84

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Prolog novel ini lansung membawa saya ke jalan pikiran tokoh antagonisnya yang sakit jiwa. Adegan ketika si pembunuh sedang mengintai 'mangsanya' dengan memata-matai kehidupan pribadi wanita itu membuat saya bergidik. Seorang pengagum rahasia yang juga seorang penguntit - yang juga pembunuh.

She ducks back inside and a moment later there's the sound of the entryphone buzzing, and the two girls stumble over the step into the house, still giggling.

The man opens the glovebox. That bitch is lucky he isn't going to do her right here and now; that’d put paid to their trashy little tart fest. But he won't. He wants the exhilaration of waiting – still wants it, even now. The exquisite anticipation, the detail by detail: how she’ll smell, how she’ll taste, the feel of her hair. Just knowing he could have that whenever he chooses – that the only thing preventing him is his own restraint –

He sits a while, clencing and unclenching his fists, allowing his heart rate to slow. Then he puts the key in the ignition and starts the engine.

Page 4

 

 

Masalah transgender tidak hanya milik genre sastra, romansa, dan lain-lain, tetapi juga milik buku kriminal detektif seperti All the Rage. Alasan pembebasan korban penculikan pertama tampaknya ada hubungannya dengan ini. Percakapan yang sangat 'gila' di situs khusus yang disebut groopzdotcom / incelsolidarity telah menimbulkan peringatan akan ancaman kekerasan seksual yang mengarah pada pembunuhan, yang dilakukan oleh pria yang sakit mental. Ide cerita ini memang cukup menarik. Narasinya mengalir, dialognya juga hidup, membuat novel ini ga kerasa pas dibaca tau-tau sudah halaman berapa.

 

Satu bagian yang saya sukai dari All the Rage adalah proses investigasinya yang cukup terperinci. Berbagai tata letak tambahan seperti tampilan layar komputer, file dokumen, pesan teks, dll., Proses membaca menjadi lebih berwarna karena visualisasinya.⁣

Picture: Berbagai layout dan gambar menarik di dalam novel

 

Buku misteri pembunuhan yang rapi dan terencana seperti All The Rage pantas mendapat peringkat tinggi. Bahkan fakta kejahatan yang saya temukan di akhir proses investigasi rupanya diberikan kaitan petunjuknya di awal cerita. Emosi juga dieksplorasi, tidak hanya menjual kengerian adegan pembunuh berantai.

Deskripsi korban ketika ditemukan detail, dengan semua kerusakan pada tubuh dan dugaan proses pembunuhannya. Buku ini, sebaliknya, bisa dibilang bebas dari konten dewasa, sehingga cukup aman bagi pembaca muda. Di bawah ini saya kutipkan desksripsi Sasha Blake saat ditemukan dalam keadaan mengenaskan.

There’s no blood, because the river has seen to that, but there is damage. A cruel, relentless, again – and – again damage that would have taken time and intent to inflict. Dozens of cuts and contusions on her bare legs, and the washed –out stains of the same violence on her clothes. The flesh around her wrists sliced and swollen by the cable ties where she tried desperately to get free. And worse-worse than all this – the plastic bag, knotted hard behind her neck, clinging half transparent to the mess of brain and bone and hair.

Page 241

 

 

Satu isu penegak hukum yang diangkat di novel ini menurut saya menarik untuk dibahas, yakni ketika adanya keraguan apakah orang yang berhasil dipenjarakan itu memang benar seorang penjahat atau jangan-jangan salah tangkap. Pertentangan batin, kekhawatiran, rasa bersalah, menjadi emosi yang cukup intens buat tokoh dalam novel ini.

He hold my gaze, “We caught Parrie, Adam. You caught Parrie. He’s in Wandsworth. The same place he’s been for the last eighteen years.”

He puts the mug down and takes a step towards me. “We got the right man. I believed that then, and I believed it now.”

Page 119

 

I take a deep breath. “All I meant was that sometimes we don't get it right. Despite our instincts and our training and all the rest of the crap – even if we're a hundred per cent convinced we have the right man we can still be completely wrong.”

Page 120

 

Beberapa pesan cerita buku ini menyangkut isu sensitif seperti pro transgender. Tapi buat saya pribadi, fokusnya saya arahkan kembali ke perjuangan hidup seorang manusia yang berepisode. Ada kalanya terpukul jatuh, tapi pilihan satu-satunya yang harus diambil adalah bertahan dan bangkit kembali. Bounce back!. Tekanan sosial teman sebaya juga jadi catatan di sini, bahwa bagi para remaja, diterima oleh komunitas adalah hal yang besar. Masa remaja yang penuh pergolakan salah satunya dipicu oleh peer pressure. Jadi dukungan keluarga terutama orangtua sangat besar di masa-masa ini, baik ketika si remaja kesulitan menemukan lingkungan sosial sebayanya (bahkan hingga dirisak), atau ketika si remaja menjadi alpha di dalam pergaulannya.

Saya juga menyukai vibrasi team Adam Fawley yang meski para anggotanya kadang tidak selamanya harmonis bahkan terkadang tidak saling menyukai, tapi mereka loyal dan profesional dalam urusan pekerjaan. Dari tokoh detektif inspektur yang baru pun saya mendapatkan insight cara beradaptasi ke lingkungan kerja baru, menggantikan posisi kepala yang punya kharisma luar biasa.

 

Siapa Cara Hunter

Cara Hunter adalah penulis novel kriminal laris Sunday Times, Close to Home, In the Dark dan No Way Out, semuanya menampilkan DI Adam Fawley dan tim kepolisiannya yang berbasis di Oxford. Close to Home adalah pilihan Richard dan Judy Book Club, terpilih untuk Crime Book of the Year dalam British Book Awards 2019 dan No Way Out dipilih oleh Sunday Times sebagai salah satu novel kriminal terbaik sejak tahun 1945. 

Sumber: Buku All The Rage

Cara Hunter adalah nama pena seorang novelis Inggris mapan yang tinggal dan bekerja di Oxford. Hunter memiliki gelar dan PhD dalam sastra Inggris di Universitas Oxford.

Sumber fantasticfictio.com

 

Rekomendasi

Saya merekomendasikan buku ini kepada pembaca yang suka genre psychological thriller - detective crime. Karakter dalam buku ini jelas, tiga dimensi, dan manusiawi. Sebagai inspektur detektif, Adam Fawley memang cerdik. Proses penyelidikan (police procedural ) terperinci. Plotnya agak lambat tetapi masih menarik karena penempatannya yang acak dengan perspektif cerita orang pertama yang kadang-kadang berubah menjadi orang ketiga. Dengan berbagai tata letak tambahan seperti tampilan layar komputer, file dokumen, pesan teks, dll. Proses membaca menjadi lebih berwarna karena visualisasinya.⁣⁣

Deskripsi korban ketika ditemukan detail. Buku ini dibilang bebas dari konten dewasa, sehingga cukup aman untuk dibaca pembaca muda. ⁣Plot-nya rapi, berlapis, dan terencana dengan baik. Emosi juga dieksplorasi, tidak hanya menjual kengerian adegan pembunuh berantai. ⁣ Plot twist-nya menarik. Ending-nya tertutup untuk kasus utama, tetapi terbuka untuk cerita yang berbeda .⁣


Content Warning : transgender issue, murder, blood, mental illness. 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk Order Dipidiff Snack Book

 

 

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku The Storm Runner - J.C. Cerv…

20-09-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  No.1 New York Times Bestseller    Judul : The Storm Runner Penulis : Jennifer Cervantes Jenis Buku : Middle Grade - Fantasy Penerbit : Rick Riordan Presents  Tahun Terbit : Agustu 2019 Jumlah Halaman : 464 halaman Dimensi Buku...

Read more

Review Buku If It Bleeds - Stephen King

16-09-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

*#1 NEW YORK TIMES BESTSELLER*   Judul : If It Bleeds Penulis : Stephen King Jenis Buku : Horror Literary Penerbit : Scribner Tahun Terbit : April 2020 Jumlah Halaman :  448 halaman Dimensi Buku :  6.38 x 1.42 x 9.37 inci Harga...

Read more

Review Buku Think Like a Rocket Scientis…

07-09-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

    One of Inc.com's "6 Books You Need to Read in 2020 (According to Bill Gates, Satya Nadella, and Adam Grant) Adam Grant's # 1 pick of his top 20 books of...

Read more

Review Buku All The Bright Places - Jenn…

18-08-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  A Netflix Film  New York Times bestselling love story   Judul : All The Bright Places (Movie Tie-In Edition) Penulis : Jenniver Niven Jenis Buku : Romance Penerbit : Ember Publishing Tahun Terbit : Februari 2020 Jumlah Halaman :  416 halaman Dimensi...

Read more

TERBARU - Buku Indonesia & Terjemahan

Review Buku Gulag - Aleksandr I. Solzhen…

05-08-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Karya Sastra DuniaNovel terbaik SolzhenytsinKarya peraih Nobel 1970   Judul : Arhipelag Gulag Penulis : Aleksandr I. Solzhenitsyn Jenis Buku : Fiksi - Sejarah Penerbit : Bentang Tahun Terbit : Cetakan Pertama 2018 Jumlah Halaman :  664 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku The Fifth To Die - J.D. Bark…

21-07-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : The Fifth To Die Penulis : J.D. Barker Editor : Ani Nuraini Syahara Jenis Buku : Psychological Thriller Penerbit : Bhuana Sastra Tahun Terbit : 2019 Jumlah Halaman :  740 halaman Dimensi Buku :  13.5 x 20...

Read more

Review Buku Sentra - Rhenald Kasali

18-01-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Sentra – Membangun Kecerdasan dan Kemampuan Anak Sejak Usia Dini, Demi Masa Depan yang Cemerlang Series on Education Penulis : Prof. Rhenal Kasali Jenis Buku : Edukasi Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku #MO - Rhenald Kasali

18-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : #MO Sebuah Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham Penulis : Rhenald Kasali Jenis Buku : Ekonomi - Bisnis Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman :  446 halaman Dimensi Buku :  15...

Read more

TERBARU - LIFE STORY

Arti Perpustakaan Buat Para Pecinta Buku

23-09-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

"I have always imagined that Paradise will be a kind of a Library."     Ada sebuah kutipan yang saya baca dari librarianshipsstudies.com tentang perpustakaan yang mengena sekali dengan pola pikir dan rasa saya...

Read more

Decluttering Finances

24-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Inginkah teman-teman memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan bijak? Pasti jawabannya ingin. Saya pikir tidak ada seorang pun di antara kita yang tidak ingin memiliki skill memanajemen keuangan, sebab sebesar apapun...

Read more

Work Coffee Cafe (a Review)

17-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Familiar kah teman-teman dengan nama cafe ini? Saya sih tidak. Tapi itu kemungkinan karena kami domisili di Bandung Timur dan jarang main ke daerah ini. Padahal tempatnya asyik bahkan klasik...

Read more