Review Buku Believe Me - JP Delaney

Published: Saturday, 30 March 2019 Written by Dipidiff

 

Judul : Believe Me

Penulis : JP Delaney

Jenis Buku : Psychological Thriller

Penerbit : Random House LCC US

Tahun Terbit : Januari 2019

Jumlah Halaman :  432 halaman

Dimensi Buku : 10.67 x 2.79 x 17.27 cm

Harga : Rp. 124.000 *harga sewaktu-waktu dapat berubah

 

ISBN : 9781984817761

Paperback 

Edisi Bahasa Inggris

 

Available at Periplus Bandung Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Claire Wright putus asa. Seorang siswa kelas drama asal Inggris yang tinggal di New York tanpa ijin resmi dan menunggak sejumlah besar uang sewa apartemen jelas bukan sebuah situasi yang menyenangkan. Jika ketahuan, Claire pasti dipulangkan ke negera asalnya. Maka dia mengambil satu-satunya pekerjaan yang bisa didapatkannya, yakni bekerja untuk sebuah firma pengacara perceraian, menyamar sebagai umpan para suami yang tak setia di bar-bar hotel. Tugas Claire adalah menggoda dan menjebak para suami tersebut.

Namun kemudian permainan jebak-menjebak ini berubah berbahaya ketika salah satu targetnya menjadi tersangka dalam penyelidikan pembunuhan. Polisi meminta Claire untuk menggunakan aktingnya untuk memikat tersangka agar mengaku. Claire segera menyadari bahwa dia memainkan peran paling beresiko dalam hidupnya.

Tapi, apakah Claire benar-benar berakting? Ataukah dia gila? Atau Claire kah yang membunuh Stella?

Apakah Patrick Fogler seorang pembunuh? Atau apakah ada kemungkinan lain yang tak terduga?


 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya


Disain cover buku ini semacam disain khusus serial buku karya JP Delaney karena buku sebelumnya, The Girl Before, juga berdisain sama meski secara isi cerita kedua buku ini tidak berhubungan satu sama lain.

Buat yang senang cover warna putih, pasti akan menyukai disain ini. Latar gambarnya adalah kamar hotel-tempat tidur dimana istri tersangka ditemukan mati berbunuh dengan kondisi mengenaskan. Tapi ada kemungkinan latar tempat tidur ini digunakan untuk mewakili ide cerita yang kental unsur romancenya. Warna huruf yang merah juga dirasa pas karena mencerminkan genre bukunya yang thriller.

 

Tokoh dan Karakter

Claire Wright, gadis yang punya masa lalu. Bertalenta di bidang akting, totalitas dalam perannya.


Patrict Fogler, pria yang tenang, lembut, penuh perasaan. Seorang profesor di sebuah universitas. Menjadi tersangka pembunuhan istrinya dan beberapa wanita sebelumnya.

Stella Fogler, ditemukan mati di kamar hotel dalam kondisi mengenaskan setelah sebelumnya menggunakan jasa Claire untuk menjebak suaminya.

Frank Durbann, polisi yang ditugaskan mengusut kematian Stella. Mencurigai Patrict sebagai pelakunya.

Jess, sahabat Jess yang sama mendalami dunia peran.


Dr. Kathryn Latham, tenaga ahli psikologi kriminal dan forensik. Bekerja bersama Frank Durbann untuk menemukan pembunuh berantai.

Deskripsi tokoh singkat padat, misalnya,

An old, wood-paneled bar on the Upper West Side, the tables well spaced and sparsely populated. PATRICK FOGLER sits at one of them, reading a paperback and making notes on a pad. He’s in his late thirties, dark-haired, with a long, aquiline face. His eyes have a pale-green hue to them. Good –looking, in a quiet, intellectual way.

(Chapter 9)

 

Karakter para tokoh utamanya kuat, terutama Claire dan Patrick.

 

Alur dan Latar

Buku ini beralur maju dengan kecepatan yang bervariasi. Dua pertiga bagian cepat, lalu seolah melambat untuk kemudian alurnya kembali cepat. Plot twistnya bagus dan membingungkan. Endingnya agak klise tapi tak jadi masalah karena menutup kisah dengan baik. Sudut pandang cerita orang pertama (Claire). Dan novel ini seolah punya dua puncak konflik, itu sebabnya alur ceritanya menjadi seolah turun kembali kecepatannya setelah melewati konflik pertama.

Latar belakang cerita mengambil lokasi di New York dengan hotel, apartemen, tempat pertunjukan, bar, dan lokasi-lokasi lainnya di kota besar. Deskripsinya lumayan detail.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

 

Novel ini memiliki prolog yang menarik tapi klise beradegan detik-detik mayat Stella ditemukan oleh staff hotel yang bertugas. Penggambaran kejadiannya bagus dan natural.

 

Ada banyak aktifitas dan situasi di dunia seni peran yang diangkat di novel ini, mulai dari kelas akting hingga pementasan sebuah naskah. Misalnya,

Jess picks up her playscript and starts leafing through it. “I have to go over this – Jack’s given me a note. The forest scene still isn't nuanced enough, apparently.

“Want me to read lines?”

“Would you?” She tosses me the script and I find the page, though I probably know it by heart. You can forget Romeo and Juliet: Done right, this is the sexiest scene in

Page 44

 

It’s three days later. Scott and I are circling each other in the rehearsal space while the other students look on.

“You're smiling,” I tell Scott eagerly, like he must have good news to share with me.

“You’re smiling,” he says back. Only he says it like we’re in the middle of an argument, and this is the proof I’m not taking it seriously.

“You’re ... smiling?” I say incredulously, like he can't even be bothered to hide the fact he just behaved like a shit.

“You’re smiling,” he calls out triumphantly, like I’ve been trying not to and he's made me.

“You’re smiling,” I whisper, like it’s the first time I’ve seen him happy in a year.

“You’re smiling,” he says, with the unspoken implication, But I'm not.

“Good. Now run with it,” Paul says.

“You’re smiling,” Scott says accusingly.

“I was not!”

“So what are you thinking about?”

...

Page 73

 

Psikologi kriminal para psikopat juga jadi topik yang kerap dimunculkan, salah satunya ada profiling para pembunuh berantai. Misalnya,

“This is Peter Kurten. Otherwise known as the Beast of Dusseldorf. His wife told the police psychologist their sex life had been completely normal. Kurten, on the other hand, told the shrink he’d fantasized about strangling his wife every single time they make love. She’d never had any idea what he was really thinking. These next slides are some of Kurten’s victims, just as he left them.”

When I can bear to look again, there’s a different face up there.

“Bela Kiss, who preserved his victims in empty gas drums... Hans van Zon – like many serial killers, he was superficially charming, good-looking, and extremely charismatic. Among other victims, he killed his own girlfriend and had sex with her corpse. Again, she’d apparently never had any idea what was really going on inside his head.”

On and on it goes, a sickening roll call of evil.

“I’m not telling you all this just to spook you, Claire,” Dr. Latham says mildly. “As a result of studying these people, we know a lot about how a sociopath’s mind works. We can look at the way he leaves a murder scene, for example, and make deductions about his personality, his intelligence, his relationships, even what kind of car he drives. “She holds up a bulging folder. “This is everything we kow about the man who murdered those prostitutes. I warn you ...

Page 113

 

“Get this straight, Claire. Our killer isn't a sadomasocist in the modern sense of the word. But it's likely he choose to hide aming practitioners of BDSM, because he shares certain of their interests. Where they use bondage as a shortcut to sexual pleasure, he uses it as a shortcut to the things he's interested in: humiliation, degradation, control. The power of life and death over another human being.”

Page 119

 

Salah satu opini yang terdapat di dalam novel ini terasa ''intriguing' buat saya. Berkaca pada kehidupan normal orang-orang pada umumnya - yang jauh dari urusan psikopat - akankah kita berbagi rahasia kita yang paling kelam dengan orang yang kita cintai dan berharap dia melakukan hal yang sama agar satu sama lain bisa saling percaya (?) Rasanya kepercayaan bisa diraih tidak hanya dengan cara yang demikian bukan (?)

...it turns out the only thing better than sharing your own worst secrets is when the person you love shares his with you.

Page 386

 

Selain syair-syair puisi “Les Fleurs du Mal” by Charles Baudelaire, tulisan berbentuk screenplay seperti di bawah ini tersebar di seluruh bab novel. Hati-hati buat pembaca yang tidak suka dengan model penulisan screenplay.

Picture : screenplay

 

Novel Believe Me tampaknya memang tidak sesukses buku pertamanya, The Gone Girl. Rating Amazonnya hanya mencapai 4 pas, sedangkan Goodreadsnya di bawah 4. Cukup mengherankan sebenarnya mengingat uniknya alur cerita yang dimiliki novel ini. Pembaca yang memberikan rating tinggi menyatakan rasa suka mereka pada kekuatan karakter para tokohnya terutama Claire dan Patrict yang memang dibangun secara intens oleh penulis. Pembaca juga menyukai alur ceritanya yang penuh kejutan dan sulit untuk ditebak sekaligus mengundang rasa penasaran. Sementara mereka yang tidak suka pada novel ini memberikan rating rendah karena justru tidak menyukai karakter tokoh utama serta alur cerita yang menurut mereka tidak masuk akal.

Saya pribadi menyukai novel ini karena banyak hal. Narasi novel ini mengalir, dialognya hidup, dan model script yang kadang-kadang muncul membuat novel ini unik dan tidak membosankan. Ide ceritanya memang agak klasik, seperti kasus-kasus pembunuhan berantai klasik, tapi toh sukses membuat saya penasaran hingga akhir. Saya suka muatan profiling para pembunuh berantai yang mengeksplore kasus-kasus pembunuhan dan psikologi para sociopath yang terlibat. Romancenya melengkapi cerita dengan baik. Terasa natural. Menurut saya, buku ini memang agak segmented karena keunikannya. Ada unsur puisi, seni peran, dan permainan emosi serta pikiran tokoh utama sebagai narator memang tidak semua pembaca akan menyukainya.

Meskipun Believe Me dibangun oleh ide yang kurang lebih sama seperti novel The Gone Girl, dan berisi beberapa adegan yang sama pula, tapi Believe Me sangat berbeda dalam plot, karakterisasi, dan strukturnya.

 

Siapa JP Delaney


JP Delaney adalah nama samaran untuk seorang penulis yang sebelumnya telah menulis fiksi bestseller dengan nama lain, yakni Anthony Capella. Delaney adalah penulis buku New York Times bestseller, The Girl Before, yang diadaptasi ke layar oleh pemenang Academy Award Ron Howard dan Brian Grazer's Imagine Entertainment.

Novel Believe Me mendapatkan rating 4 di situs Amazon dan 3.68 di Goodreads.
 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada hanya pembaca dewasa yang menyukai genre psychological thriller dengan ide cerita pembunuhan berantai dan psikopat sebagai pelakunya. Ada investigasi dan profiling para pembunuh. Psikologi para tokoh adalah sisi yang digarap intens di buku ini sehingga para tokoh utamanya berkarakter kuat. Alurnya cepat (tapi ada bagian yang melambat), ide ceritanya meski klasik tapi diolah dengan baik sehingga susah ditebak, penuh kejutan, dan penasaran. Cerita disampaikan dari sudut pandang orang pertama. Endingnya rapi dan menutup cerita dengan baik. Ada unsur puisi dan seni peran yang kental di dalam buku ini, misalnya kutipan syair, deskripsi aktifitas seni drama, hingga penulisan model screenplay. Romancenya 'dewasa', porsinya pas melengkapi cerita. Believe Me memiliki beberapa ide cerita dan adegan yang sama dengan novel sebelumnya, The Gone Girl, tapi tetap memiliki plot, karakterisasi, dan struktur yang berbeda.

Trigger Warning: adegan kekerasan, konten seksual dan penyimpangannya.

My Rating 4.2/5

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku How To See - Thich Nhat Hanh

17-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : How To See Penulis : Thich Nhat Hanh Jenis Buku : Self Improvement Penerbit : Ebury Publishing  Tahun Terbit : Juli 2019 Jumlah Halaman :  128 halaman Dimensi Buku : 11.00 x 15.60 x 0.70 cm Harga :...

Read more

Review Buku How To Own The Room - Viv Gr…

27-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : How to Own The Room Women and The Art of Brilliant Speaking Penulis : Viv Groskop Jenis Buku : Communication – Public Speaking Penerbit : Transworld Publishers Ltd  Tahun Terbit : Desember 2018 Jumlah Halaman : ...

Read more

Review Buku Wabi Sabi (Japanese Wisdom f…

27-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wabi Sabi Japanese Wisdom for a Perfectly Imperfect Life Penulis : Beth Kempton Jenis Buku : Philosophy – Self Improvement Penerbit : Harper Design Tahun Terbit : Desember 2018 Jumlah Halaman :  256 halaman Dimensi Buku : ...

Read more

Review Buku Money - Yuval Noah Harari

18-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Money Penulis : Yuval Noah Harari Jenis Buku : Non Fiction History - Economy Penerbit : Vintage Publishing Tahun Terbit : April 2018 Jumlah Halaman : 144 halaman Dimensi Buku :  11.20 x 27.40 x 1.60 cm Harga...

Read more

TERBARU - Buku Indonesia & Terjemahan

Review Buku #MO - Rhenald Kasali

18-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : #MO Sebuah Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham Penulis : Rhenald Kasali Jenis Buku : Ekonomi - Bisnis Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman :  446 halaman Dimensi Buku :  15...

Read more

Review Buku Wild Hearts (Ancaman Masa La…

28-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wild Hearts (Ancaman Masa Lalu) * Harlequin Penulis : Sharon Sala Disain Sampul : Marcel A.W. Jenis Buku : Fiksi Romance Suspense - Misteri Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku A Song of Shadows (Kidung Ba…

14-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : A Song of Shadows (Kidung Bayang-Bayang) Penulis : John Connolly Disain Sampul : Edward Iwan Mangopang Jenis Buku : Detektif Kriminal – Misteri - Suspense Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah...

Read more

Review Buku 64 Tips dan Trik Presentasi …

31-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : 64 Tips dan Trik Presentasi Public Speaking Mastery in Action Penulis : Ongky Hojanto Disain Sampul : Orkha Creative Jenis Buku : Non Fiksi - Komunikasi Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit :...

Read more

TERBARU - LIFE STORY

The Best Way to Start a New Habit

18-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Banyak orang termasuk saya yang hidupnya penuh rencana perbaikan diri. Fokus pada menemukan kebiasaan baru dan berusaha menghilangkan kebiasaan lama seolah sudah jadi agenda sehari-hari. Tapi niat dan realisasi kadang...

Read more

How To Deal with Anger, Anxiety, and Lon…

17-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Ini artikel pertama di blog saya yang membahas satu topik tertentu dalam buku yang saya baca. Harapan saya sederhana, yakni semoga ilmu dan wawasan positif yang saya dapatkan dari buku-buku...

Read more

The Five Things Your Website Should Incl…

17-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Website dan blog adalah portal wajib perusahaan masa kini. Penyebabnya tentu saja adalah kemajuan teknologi seperti internet dan gadget. Jaman sekarang memiliki bisnis tak harus memiliki bangunan fisik, cukup dengan...

Read more