Belajar Membuat Shibori

Published: Wednesday, 12 September 2018 Written by Dipidiff

 

Me time ya shibori time , pasti begitu kata para pecinta shibori. Teman-teman sudah pernah dengarkah tentang shibori? Jujur saja usia saya tahun ini 37, dan saya baru saja mendengar kata "shibori". Duh kemana saja ya saya? . Tapi tak apa jika pun teman-teman sama seperti saya. Justru lewat tulisan ini saya ingin share sedikit pengalaman saya waktu membuat shibori beberapa waktu lalu. 

 

Untuk singkatnya, shibori adalah teknik pewarnaan kain dengan cara melipat, melilit, mengikat, lalu mencelupkan kain pada pewarna. Teknik ini berasal dari Jepang berabad-abad yang lalu (abad 8 ).

Waktu belajar membuat shibori, saya cukup terpesona dengan tekniknya yang aduhai beragamnya. Dari berbagai teknik tersebut (di literatur disebutkan ada ratusan jumlahnya) dihasilkanlah banyak sekali motif kain shibori yang cantik-cantik.

Enam macam teknik yang umum dikenal adalah kanoko shibori, miura shibori, kumo shibori, nui shibori, arashi shibori dan itajime shibori. Pada kanoko, kain diikat acak atau dilipat, atau kombinasi keduanya, baru dicelup. Motifnya nanti serupa bercak lingkaran. Pada miura kain diikat dengan benang dengan pola dan kekuatan ikatan yang tida seragam. Pada kumo, kain dilipat, diikat, dan dicelup hingga motifnya menbentuk serupa jaring laba-laba. Nui menggunakan jahitan berpola tertentu. Arashi menggunakan bantuan pipa, kain dililit di pipa, dan motif akhirnya nanti serupa badai yg indah. Pada itajime, kain dijepit di antara 2 potong kayu lalu diikat dan dicelup. Motif akhirnya berbentuk kotak-kotak.

Gara-gara motifnya yang khas mirip batik itulah di Indonesia shibori dikenal juga dengan sebutan batik Jepang. Teknik tye die (ikat celup) yg mendasari shibori juga terdapat pada batik negeri kita, sebut saja batik pelangi dari Palembang, tritik atau jumputan di Jawa dan sasarengan di Banjarmasin.

 

Kain shibori yang kali ini saya buat menggunakan teknik itajime dan kanoko. Satu kain 2 teknik tak apalah ya . Prosesnya sebenarnya cukup sederhana. Kami menggunakan tutup botol dan teknik lipatan segitiga untuk shibori kami. Tak lupa karet-karet gelang digunakan untuk mengencangkan si tutup botol dan lipatan-lipatan tadi. Karet tersebut nanti akan memberikan motif tertentu juga pada kain. Bersama Bu Neneng, saya melipat dan mengikat kain tersebut dengan seksama. Bu Neneng sudah memiliki banyak pengalaman membuat shibori. Saya senang sekali beliau hari ini bisa datang untuk membuat shibori bersama. Terimakasih bu guru .

 

Picture : proses mengikat dan melipat

Setelah beres proses ikat mengikat, maka tibalah saatnya untuk mewarnai kain. Bahan pewarna indigo dilarutkan ke dalam air dan campurkan larutan air garam. Setelah diaduk rata, kain kita celupkan pada bahan pewarna tersebut. Gunakan ember-ember kecil, atau kaleng bekas untuk proses mencelup. Sisa bahan pewarna bisa disimpan untuk project shibori lain hari . Kita bisa gunakan sarung tangan agar tangan kita tidak terkena bahan pewarna, tapi jika pun tidak maka tak mengapa. Cukup pegang kain hati-hati saat mencelup. Warna yang digunakan bebas sesuai keinginan kita. Bisa hanya satu jenis warna saja atau beberapa warna sekaligus. Justru bagi sebagian orang kesenangan membuat shibori salah satunya terletak pada kebebasan bereksperimen warna dan motif yang bisa diterapkan pada kain.

Picture : Proses mencelup

Beres mencelup, kain dijemur hingga cukup kering, ditandai dengan tidak adanya lagi air yang menetes dari buntalan kain shibori tersebut. Kali ini cuaca agak mendung, hingga saya butuh satu hari untuk mencapai tahap itu. Tapi tidak masalah, kalau pun hujan dan tidak bisa dijemur di bawah sinar matahari, buntalan kainnya bisa kita letakkan di tempat mana pun asal terlindung dari air serta kondisi basah lainnya. Setelah kain cukup kering, buka ikatan pada kain, dan jemur kain dalam kondisi terpapar. Baru setelah kering sempurna, kain kita rendam dalam deterjen yang mengandung pelembut dan pewangi. Kita cuci dan bilas, lalu dijemur kembali hingga kering. Kain pun siap dipakai. Kain bisa kita jahit untuk taplak meja, kerudung, atau benda-benda lainnya.

Picture : Proses menjemur kain shibori

 

Salah satu filosofi terbaik yang saya pelajari dari shibori adalah filosofi mendasarnya orang Jepang, yakni bagaimana menemukan keindahan dalam ketidaksempurnaan. Motif kain shibori jelas menunjukkan hal tersebut. Pola-pola pada kain memang bisa kita rancang, namun pada akhirnya belum tentu juga persis seperti yang kita prediksikan. Belum lagi motif-motif kain shibori memang cenderung tidak seragam. Bulatan atau kotak-kotak yang tercetak pada kain pasti tidak seukuran, apalagi jika kita mengombinasikan beberapa teknik sekaligus dalam satu kain. Meski demikian, kain shibori tetap terlihat indah dan unik .

Terpikirkan oleh saya bahwa filosofi ini bisa diterapkan juga dalam kehidupan. Hidup manusia tidak ada yang 100% sempurna. Pasti ada kurangnya, ada sedihnya, dan lain sebagainya. Tapi jika kita bisa menemukan keindahan dalam ketidaksempurnaan tersebut, hidup akan terasa lebih bahagia, lebih banyak bersyukurnya, dan lebih bermakna .

Beberapa hal yang menjadi catatan saya dari proses pembuatan shibori kali ini saya tuliskan di bawah ini :

  • Lebih baik mencoba teknik di kain berukuran kecil. Setelah teknik dirasa mantap dan sesuai keinginan, baru terapkan di kain yang lebih besar sesuai kebutuhan
  • Pastikan mengikat kain dengan erat agar pola yang terbentuk bagus. Pewarna tidak meleber kemana-mana
  • Gunakan sarung tangan bagi yang tidak suka tangannya jadi ikut berwarna-warni setelah membuat shibori
  • Pewarna indigo menghasilkan warna yang lembut dan samar-samar. Untuk yang menyukai warna cerah, tebal, dan mencolok maka harus menggunakan jenis pewarna lain. Tapi indigo termasuk pewarna yang paling ramah lingkungan
  • Menerapkan lebih dari satu teknik shibori pada kain ternyata menghasilkan motif yang indah juga, maka beranikan diri untuk terus bereksperimen pada teknik.

 

Teman-teman, demikian cerita saya tentang membuat shibori kali ini. Terimakasih sudah menyimak sampai selesai ya. Lain waktu saya akan berbagi pengalaman saya yang lainnya saat membuat shibori dengan teknik atau warna yang berbeda . Sampai bertemu lagi di lain cerita ya.

 

 

 

 

 

Hits: 577

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku How To See - Thich Nhat Hanh

17-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : How To See Penulis : Thich Nhat Hanh Jenis Buku : Self Improvement Penerbit : Ebury Publishing  Tahun Terbit : Juli 2019 Jumlah Halaman :  128 halaman Dimensi Buku : 11.00 x 15.60 x 0.70 cm Harga :...

Read more

Review Buku How To Own The Room - Viv Gr…

27-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : How to Own The Room Women and The Art of Brilliant Speaking Penulis : Viv Groskop Jenis Buku : Communication – Public Speaking Penerbit : Transworld Publishers Ltd  Tahun Terbit : Desember 2018 Jumlah Halaman : ...

Read more

Review Buku Wabi Sabi (Japanese Wisdom f…

27-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wabi Sabi Japanese Wisdom for a Perfectly Imperfect Life Penulis : Beth Kempton Jenis Buku : Philosophy – Self Improvement Penerbit : Harper Design Tahun Terbit : Desember 2018 Jumlah Halaman :  256 halaman Dimensi Buku : ...

Read more

Review Buku Money - Yuval Noah Harari

18-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Money Penulis : Yuval Noah Harari Jenis Buku : Non Fiction History - Economy Penerbit : Vintage Publishing Tahun Terbit : April 2018 Jumlah Halaman : 144 halaman Dimensi Buku :  11.20 x 27.40 x 1.60 cm Harga...

Read more

TERBARU - Buku Indonesia & Terjemahan

Review Buku #MO - Rhenald Kasali

18-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : #MO Sebuah Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham Penulis : Rhenald Kasali Jenis Buku : Ekonomi - Bisnis Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman :  446 halaman Dimensi Buku :  15...

Read more

Review Buku Wild Hearts (Ancaman Masa La…

28-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wild Hearts (Ancaman Masa Lalu) * Harlequin Penulis : Sharon Sala Disain Sampul : Marcel A.W. Jenis Buku : Fiksi Romance Suspense - Misteri Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku A Song of Shadows (Kidung Ba…

14-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : A Song of Shadows (Kidung Bayang-Bayang) Penulis : John Connolly Disain Sampul : Edward Iwan Mangopang Jenis Buku : Detektif Kriminal – Misteri - Suspense Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah...

Read more

Review Buku 64 Tips dan Trik Presentasi …

31-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : 64 Tips dan Trik Presentasi Public Speaking Mastery in Action Penulis : Ongky Hojanto Disain Sampul : Orkha Creative Jenis Buku : Non Fiksi - Komunikasi Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit :...

Read more

TERBARU - LIFE STORY

The Best Way to Start a New Habit

18-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Banyak orang termasuk saya yang hidupnya penuh rencana perbaikan diri. Fokus pada menemukan kebiasaan baru dan berusaha menghilangkan kebiasaan lama seolah sudah jadi agenda sehari-hari. Tapi niat dan realisasi kadang...

Read more

How To Deal with Anger, Anxiety, and Lon…

17-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Ini artikel pertama di blog saya yang membahas satu topik tertentu dalam buku yang saya baca. Harapan saya sederhana, yakni semoga ilmu dan wawasan positif yang saya dapatkan dari buku-buku...

Read more

The Five Things Your Website Should Incl…

17-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Website dan blog adalah portal wajib perusahaan masa kini. Penyebabnya tentu saja adalah kemajuan teknologi seperti internet dan gadget. Jaman sekarang memiliki bisnis tak harus memiliki bangunan fisik, cukup dengan...

Read more