Review Buku Sentra - Rhenald Kasali

Published: Saturday, 18 January 2020 Written by Dipidiff

 

Judul : Sentra

– Membangun Kecerdasan dan Kemampuan Anak Sejak Usia Dini, Demi Masa Depan yang Cemerlang

Series on Education

Penulis : Prof. Rhenal Kasali

Jenis Buku : Edukasi

Penerbit : Mizan

Tahun Terbit : Agustus 2019

Jumlah Halaman :  364 halaman

Dimensi Buku :  15 x 23 cm

Harga : Rp. 109.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9786024411305

Paperback

Bahasa Indonesia

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Prof Kasali membuka pemaparannya dengan cerita tentang seorang anak kecil yang tak bisa dikendalikan tingkah lakunya oleh pengasuhnya dan keluarganya. Butuh banyak orang untuk menenangkan anak tersebut, padahal usia si anak harusnya sudah masuk ke usia yang mampu meregulasi dirinya sendiri. Dari sanalah pendidikan anak usia dini kemudian dibahas Prof. Rhenald Kasali satu persatu, khususnya metode Sentra yang kini telah banyak diterapkan di sekolah-sekolah usia dini di Indonesia namun ternyata banyak biasnya.

Buku ini mencoba memberikan penjelasan mengenai teori, konsep, dan  perkembangan Metode Sentra.  Sebuah buku yang dapat memperkaya khazanah dunia pendidikan, sekaligus sebagai acuan untuk memperbaiki kualitas pendidikan di negeri ini.

 

Kita intip yuk daftar isinya:

Kata Pengantar

Ucapan Terima Kasih

01 Seorang Balita dengan Enam Orang Pengasuhnya

Dua Orang Tidak Cukup

Mama Turun Tangan, Total Enam Orang Membantunya

Messy Play Center, Anak-anak Awalnya Pasti Berantakan

Pemandangan di Meja Sebelah

Jadi, Jelaslah Mengapa Setiap Anak Berbeda

Nature dan Nurture

 

02 Dari TK Konvensional ke Metode Sentra

Berkenalan dengan Sentra

 

03 Agar Metode Sentra Tak Hanya Dipelajari Kulitnya

Kenapa Terjadi Bias?

Gambaran Esensi Metode Sentra

 

04 Sentra Bermain dan Sentra Belajar

Orang Tua dan Guru Janganlah Mengintimidasi

OrangTua dan Guru, Berhentilah Memaksa

Orang Tua dan Guru Berilah Stimulus pada Anak

 

05 Sentra Mewujudkan Happy Learning

Enam Prinsip Pendidikan Usia Dini dalam Metode Sentra

 

06 Sentra Memperkaya Indonesia

Makna Beyond dan Proses

 

07 Sentra Kini Menyebar ke Nusantara

Program Pelatihan Guru dan Orang Tua (PPOT)

Mereka Juga Belajar dari Luar Al-Falah dan Lewat Internet

 

08 Jadi, Apa Keunggulan Metode Sentra?

Bermain tetapi Tak Sekadar Bermain

Sentra Mengajarkan Cara untuk Menjalani Hidup

Sentra Menerapkan Konsep Tanpa 3M

Di Sentra, Orang Tua pun Harus Belajar Lagi

 

09 Sentra Membangunkan Rasa Ingin Tahu Anak

Anak Cerdas Selalu Ingin Tahu

Maksimal Sepuluh Murid

 

10 Sentra Mengajarkan Nilai-Nilai Kebaikan dari Kitab Suci

Di Sentra, Anak-Anak Diberi Perspektif Agama yang Luas Dalam Metode Sentra, Guru Menjadi Role Model

 

11 Kita Perlu Mendidik Guru Lagi Sebelum Mereka Mendidik Murid

Saat Al Falah Menimba Ilmu ke Paman Sam

Saat Guru-guru Al-Falah Menggali Inspirasi Ekspedisi di Sekolah Hillary

 

12 Inilah Tujuh Sentra, Belajar Melalui Main

Sentra Bahan Alam

Sentra Seni

Sentra Balok

Sentra Persiapan

Sentra Imtak (Iman dan Takwa)

Sentra Bermain Peran Besar

Sentra Bermain Peran Kecil

 

13 Kini, Kami Ajak Anda Melihat Sentra dari Dekat

Merangkai Berjuta Ide

Maaf, Apa Boleh Aku Bantu?

Sentra Imkat di Sekolah santa Maria

 

14 Jadi, Bagaimana Sentra Bekerja?

Sentra Balok dan Multiple Intelligences

Kecerdasan Linguistik

Kecerdasan Logis Matematis

Kecerdasan Musikal

Kecerdasan Kinestetik-jasmani

Kecerdasan Spasial

Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan Intrapersonal

Kecerdasan Naturalis

Kecerdasan Eksistensial

Kecerdasan Spiritual

Sentra Balok Membangun 7 Essential Life Skills

 

15 Orang Tua dan Guru Perlu Membangun 18 Sikap dan 6 Domain Berpikir Anak

Mutu

Hormat

Jujur

Bersih

Kasih Sayang

Sabar

Syukur

Ihklas

Disiplin

Tanggung Jawab

Khusyuk

Rajin

Berpikir Positif

Ramah

Rendah Hati

Takwa

Istikamah

Kanaah

Enam Domain Berpikir

 

16 Little Fighter

Barter Beras dan Sayur

Memasak dan Ilmu Hidup

 

17 Dari Klinik Gigi ke Laboratorium Doping

18 Dari Laboratorium Doping ke Taman Kanak-Kanak

19 Berawal dari Empat Murid

Enam Guru untuk Empat Murid

Krisis pun Ikut Menguji

 

20 Jalan Sunyi Wismiarti (Wismiarti dan Dunia Pendidikan Indonesia)

Pendidikan Inklusif

Disiplin dan Independensi

Memperbaiki Kualitas Guru

 

21 IQ Saja Tak Cukup, Anak Butuh Multiple Intelligences (Menuju Sosok Manusia yang Understanding)

Inilah Multiple Intelligences

Linguistic Intelligence

Logical mathematical Intelligence

Musical Intelligence

Bodily-Kinesthetic Intelligence

Spatial Intelligence

Interpersonal Intelligence

Intrapersonal Intelligence

Naturalist Intelligence

Existential Intelligence

Spiritual Intelligence

Mendeteksi Multiple Intelligence

 

22 Miliki 7 Keterampilan Kunci Ini

Skill 1: Focus and Self Control

Skill 2: Perspective Taking

Skill 3: Communicating

Skill 4: Making Connection

Skill 5: Critical Thinking

Skill 6: Taking on Challenge

Skill 7: Self-Directed, Engage Learning

 

PENUTUP

Membangun Rumah di Kepala Anak

Kini Saatnya Membangun Rumah

Daftar Pustaka

Indeks

Tentang Penulis

 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Cocok lah untuk disain buku non fiksi ya. Tak ada gambar ilustrasi, cukup tulisan saja. Tonjolin judul bukunya dan nama penulisnya yang sudah well known. Disain yang sederhana sebenarnya. Tapi nama Prof Rhenald memang sangat dikenal. Mungkin hanya satu dari sekian banyak profesor di Indonesia yang berhasil menulis buku bagus yang diterima masyarakat umum. Dan karena edukasi adalah bidang yang saya 'sukai', maka buku ini langsung masuk dalam daftar baca segera setelah saya lihat terpajang di displas Periplus Bandung Store.

 

Opini - Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Kalimat di bawah bab menjadi ciri khas buku ini. Kalau diingat-ingat kembali, lay out seperti ini memang jadi ciri khas buku-bukunya Prof Rhenald ya. Tidak cuma banyak quotes, kolom tambahan, catatan kaki, tapi kertasnya yang full color juga bagian dari kekhasan buku-buku beliau. Untuk pembaca seperti saya yang suka sajian visual seperti gambar, foto, tabel, grafik, termasuk warna-warna, buku-buku Prof Rhenald sangat memanjakan mata, dan menghindarkan saya dari perasaan bosan.

Picture: Halaman beberapa bab dalam buku

 

Picture: Layout beberapa kutipan yang ada di dalam buku

 

Picture: Beberapa foto yang ada di dalam buku

Picture: salah satu kolom intermezo dalam buku

 

Dengan gaya pemaparannya yang santai dan seperti berdialog dan berbicara langsung dengan pembaca, topik metode sentra sukses dibawakan Prof. Rhenald Kasali dengan luwes serta mudah dipahami, meski tidak dipungkiri ada beberapa bagian dalam penjabaran yang kadang melompat, melebar, dan berulang kali disampaikan (sebab begitulah kita pada umumnya saat berbicara lisan menurut hemat saya).

Sejenak dia bisa tenang, lalu si kakek ikut mengajaknya bermain dengan membuka game di sebuah tablet. Mereka kemudian mendudukkan anak itu di atas meja makan. Pikiran anak itu pun terbelah antara meneruskan makan dengan gawai yang dilengkapi game yang diunduh dari sebuah super apps.

Istri saya bergumam, “Come on... he is not a baby anymore. Ia harus didudukkan di bangku, bukan di atas meja makan.”

Sambil memegang gawai, anak itu tampak senang duduk di atas meja. Namun kini ia membuat pelayan restoran sedikit kerepotan karena di atas meja ada placemate, sendok-garpu, dan dua botol kecil salt-pepper. Seorang pelayan berlari merapikan meja sebelum anak itu menendang atau menyenggol sebagai akibat gerak motoriknya yang belum beraturan.

Halaman 4

 

Namun tetap saja anak itu sulit dikendalikan. Saat diturunkan dari meja, ia terlihat kurang senang. Ia berlari lari sambil tertawa-tawa sendirian dan tak beraturan, menabrak pengunjung restoran yang sedang membawa makanan ke mejanya masing-masing.

...

Halaman 5

 

"Belajar pada waktu kecil ibarat memahat di atas batu. Belajar pada waktu dewasa laksana mengukir di atas air".

Kalimat tersebut saya kutipkan dari buku Sentra karya Prof. Rhenald Khasali yang sebenarnya sudah jadi kalimat yang familier di telinga kita. Personally, buku seri edukasi memang sudah saya tunggu-tunggu untuk beliau publikasikan sejak dulu, sejak buku seri disrupsinya demikian menghentak dan tak diragukan lagi kualitasnya, saya berangan-angan akan ada buku bertopik pendidikan yang beliau kupas secara khusus. Rupanya mimpi jadi kenyataan, bahkan menjadi semakin 'indah' ketika Sentra hadir di toko-toko buku Indonesia dan ketika saya cermati ternyata topiknya tentang pendidikan usia dini yang merupakan momen golden age, periode utama pembentukan karakter manusia, bekal kita mendidik generasi bangsa.

Sentra adalah penamaan metode belajar Beyond Centers and Circle Time (BCCT) di Indonesia. Ibu Wismiarti Tamin adalah tokoh utama yang menyebarluaskan metode ini di Indonesia. BBCT sendiri aslinya ditemukan dan dikembangkan oleh Pamela Phelps Ph.D., di Florida, Amerika. Pada metode Sentra, anak-anak belajar menghubungkan alam semesta, melakukan eksplorasi, menjaga konsistensi, beradaptasi, dan meregulasi diri.

Bab 1 hingga hingga 11 masih berfokus pada sejarah metode sentra, apa keunggulan metode sentra dalam pengajaran anak usia dini, mengapa terjadi bias dalam penerapan metode sentra di Indonesia, apa peran guru dan orangtua dalam metode sentra, dan kisah Ibu Wismiarti Tamin sebagai pioneer metode ini di nusantara.

Secara garis besar metode sentra adalah metode belajar anak usia dini yang menekankan pada proses alami perkembangan anak, belajar sambil bermain, penanaman karakter dan nilai-nilai agama dengan 'inquiry, experience, and project based learning', diperkaya dengan metode pengembangan multiple intelligence dan pendekatan personal anak. Untuk teman-teman yang mengenal high scope, montessori, bahkan kurikulum IB dan Cambridge, beberapa metode di atas pasti sudah tak asing lagi.
 

Berkenalan dengan Sentra

Melalui rangkaian pembelajaran itulah kami berkenalan dengan metode Beyond Centers and Circle Time (BCCT) yang belakangan mulai marak dihadirkan dan diterapkan di Indonesia. Rupanya inilah jawaban yang ditunggu-tunggu untuk menghadapi era disrupsi.

Halaman 27

 

Kisah perjuangan Ibu Wismiati Tamin menarik untuk disimak karena sarat nilai perjuangan dan inspiratif. Bagaimana kerasnya usaha beliau membangun sekolah Al Falah dari nol hingga seberhasil sekarang ini, ditambah tekad dan niatnya yang tulus dalam mengembangkan kualitas pendidikan usia dini di Indonesia patut diacungi jempol. Semangatnya pun patut ditiru.

Lebih lanjut tentang metode Setra sendiri ternyata berhenti di pembahasan tentang sentra balok (yang memang dikupas lebih lengkap dibandingkan sentra-sentra lainnya. Buku ini buku pengenalan, bukan buku yang kita butuhkan jika ingin mengetahui secara detail teknik aplikasi metode sentra di pendidikan usia dini. Untuk mengetahui itu Prof. Rhenald Kasali merekomendasikan pembaca untuk belajar langsung pada sumbernya yaitu Ibu Wismiati di Sekolah Al Falah yang memiliki satu buku khusus pelatihan metode sentra untuk guru dan orangtua. Tadinya saya berharap bisa mendapatkan teknik lebih detail tentang metode sentra tapi ternyata tidak ada ya di buku pertama seri edukasi ini. Meskipun demikian saya cukup puas dengan wawasan-wawasan baru yang saya dapatkan dari buku ini. Di antaranya tentang manfaat balok dalam pengembangan kecerdasan anak, ukuran mainan yang harus persis sama dengan aslinya, dan permainan peran yang membentuk karakter anak seperti yang saya kutipkan di bawah ini.

Belakangan saya ketahui bahwa membuat potongan yang presisi sangat penting untuk mendidik anak. “Dari situ kita bisa mencegah anak melakukan korupsi,” ujar Wismiarti. Sedangkan Pamela Phelps menunjukkan bagaimana balok-balok yang presisi itu bisa membentuk pikiran anak tentang keteraturan dan keseimbangan. Lagi pula dari situlah dibangun logika berpikir dan matematika.

“Kalau anak-anak terbiasa memakai bahan-bahan yang tidak presisi, lama-lama mereka pikir kalau kurang apapun boleh saja. Nanti semakin hari akan membentuk kebiasaan, akan terpikir kurangi juga tak apa apa. Belajar dengan balok presisi penting untuk membentuk karakter,” ujar Wismiarti.

Halaman 56

 

Yang harus diingat, alat-alat mainan yang dipergunakan dalam Sentra Main Peran Kecil ini haruslah miniatur yang memiliki dimensi proporsional. Misalnya, ukuran rumah, kursi, meja, boneka, mobil, sepeda motor, dan lain-lain. Ini penting agar tidak mengacaukan imajinasi anak.

...

Halaman 176

 

Dengan bermain peran, anak anak juga belajar memahami tututan-tuntutan dari luar yang datang setiap hari. Misalnya, ketika anak usia dini melihat pesawat terbang, ada yang menangis ingin naik saat itu juga. Anak yang sudah terbiasa bermain peran bisa memiliki pemahaman yang lebih baik, bahwa jika ingin menaiki pesawat terbang maka ada tahapan atau prosesnya.

Halaman 177

 

Bangga juga ketika menyimak satu bab di awal yang memaparkan metode pendidikan Indonesia, Tut Wuri Handayani, yang dilakukan oleh Bapak Pendidikan kita Ki Hadjar Dewantara. Mungkin pendidikan Indonesia masih tertinggal, tapi selalu ada yang membanggakan menjadi bagian dari penduduk Indonesia kan ya ^^

Jadi bukan mendoktrinasi dan menciptakan suasana yang menakutkan bagi anak, yang jsutru akan menghambat bahkan merusak proses perkembangan otak dan kemampuan berpikir anak.

Konsep Patrap Trilokaini memang lahir dari kristalisasi pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang sistem pendidikan yang ...

Halaman 64

 

Konsep bermain sebagai cara belajar anak sempat dianggap aneh di kita. Tapi seiring dengan masuknya berbagai ilmu pendidikan modern, perlahan banyak yang sudah memahami konsep ini. Pengalaman saya di dunia pendidikan juga membuktikan hal yang sama. Saat bermain adalah saat yang tepat bagi anak untuk belajar banyak hal, terutama di usia dini.

Prinsip ini bisa diterapkan secara luas, tidak hanya untuk guru di sekolah, tetapi juga sangat bagus untuk dipahami orang tua. Apa saja prinsip itu?

Pertama, pendidikan berorientasi pada kebutuhan anak. Karena itu, setiap kegiatan pembelajaran harus selalu mengacu pada tujuan pemenuhan kebutuhan perkembangan anak secara individu.

...

Kedua, dunia anak adalah dunia bermain. Maka, selayaknyalah konsep pendidikan untuk anak usia dini dirancang dalam bentuk bermain, anak belajar melalui permaianan yang menyenangkan.

...

Halaman 67

 

Sepanjang perjalanannya mengembangkan Metode Sentra, Wismiarti sering kali mendengar komentar, “Sekolah kok, hanya main-main terus. Kapan belajarnya?”

Pertanyaan seperti ini tentu bukan hanya terdapat di Sekolah Al-Fala, melainkan juga di banyak sekolah pembaharu di sini seperti High Scope, Montessori, dan sebagainya.

Halaman 103

 

 

Ada dua bab di seperdua bagian akhir buku ini yang membahas multiple intellegency dan 7 life skills. Pemaparannya lebih ke arah perkenalan, bukan kupasan topik yang rinci. Saya kira hal itu bisa dimaklumi karena detail dua tema itu bahkan akan membutuhkan satu buku khusus untuk penjabarannya.

Di Sekolah Al-Falah, tujuan pembelajaran tersebut adalah membangun 18 sikap (akhlakul karimah), tujuh kecerdasan majemuk, enam domain berpikir, dan tujuh keterampilan esensial.

Konsep 18 sikap dikembangkan dari nilai-nnilai ajaran agama yang didapat dari kitab suci. Basisnya memang agama Islam..

Halaman 159

 

Saya berharap buku ini bisa memberikan gambaran yang lengkap terkait aplikasinya di lapangan, tak hanya di sekolah tapi juga di rumah sebagai bekal mendidik anak-anak kita di rumah. Tapi ternyata tidak bisa ya, karena sekali lagi, ini bukan buku teknis, melainkan hanya perkenalan saja. Mungkin akan ada pembahasan yang lebih detail di seri kedua. Jadi kita tunggu saja.

Setelah membaca keseluruhan bab yang ada, bagi saya buku ini entah kenapa terasa kurang runut penempatan topik bahasannya. Untungnya apa yang disampaikan tetap mudah dipahami.

Nah, selepas baca ini saya malah jadi penasaran ya detail metode Sentra ☺. Semoga suatu saat bisa berkunjung ke Sekolah Al Falah yang merupakan pioner metode ini di Indonesia ☺.

 

Siapa Prof. Rhenal Kasali

Prof. Rhenald Kasali, Ph.D., adalah satu dari sedikit ilmuwan Indonesia yang updated dan tahu bagaimana ilmunya digunakan dalam kehidupan. Ia pernah menajdi Presiden Komisaris Angkasa Pura II yang membawahi 17 bandara dan PT Telkom Indonesia yang merupakan satu-satunya perusahaan Indonesia yang diperdagangkan di NYSE (New York Stock Exchange). Ia juga pernah menjadi komisaris di sejumlah BUMN (PT Dirgantara Indonesia, PT Indofarma) dan perusahaan internasional (Prudential Life Assurance, Indomobil Finance, Centro).

Ia mendirikan yayasan Rumah Perubahan dan menulis lebh dari 40 buku ilmiah. Aktif mengikuti dan menjadi narasumber seminar internasional di Harvard, Yale, Insead, Tshinghua University, dan kampus-kampus utama dunia. Ia juga memberikan advis pada beberapa Super Apps.

Pada 2018, ia mendapatkan anugerah Writer of the Year dari Ikatan Penerbit Indonesia, Top 30 Global Gurus in management (2014, 2015, 2016, 2018, 2019) dari Global Gurus Foundation, Tokoh Kreatif Bidang Pendidikan dari Yayasan Pengembangan Kreativitas (2005), Alice & Charlotte Biester Award (1995), dan Louis A. Young Award (1994).

Kini, ia dikenal sebagai “Bapak Disruption Indonesia” dan melakukan banyak riset dalam Series on Disruption seperti Tomorrow is Today (2017) Self Disruption (2018), The Great Shifting (2018) dan #MO. Kuliah online-nya juga banyak diikuti para eksekutif dan kaum muda, disiarkan dalam platform MOOC (Massive Open Online Course) IndonesiaX.co.id.

Di Rumah Perubahan, selain menerima dan memberi advis pada tokoh-tokoh perubahan, ia juga aktif membimbing kaum muda. Murid-muridnya tersebar luas dari beragam kalangan dan tak sedikit yang mengikuti jejaknya. Ia mengajar di Universitas Indonesia, Sekolah Staf dan Pimpinan Polri, dan pernah menjadi dosen terbang di sejumlah PTN.

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca yang mencari buku referensi pendidikan usia dini di Indonesia, khususnya metode Sentra. Gaya pemaparan penulis yang santai dan seperti berkomunikasi langsung dengan pembacanya enak disimak, meski di sana-sini ada pengulangan topik. Ada banyak gambar pendukung, terutama foto-foto dokumentasi. Buku ini bukan buku yang menjelaskan metode Sentra secara rinci, tapi lebih ke arah pengenalan saja, bahkan sebagian besar kontennya menceritakan pengalaman Ibu Wismiarti Tamin mendirikan Sekolah Al Falah yang menggunakan metode Sentra dari masa merintis hingga sudah berkembang pesat di saat ini. Lebih jauhnya, lewat buku ini Prof. Rhenald Kasali seolah ingin menyadarkan kita kembali kepada pentingnya pendidikan usia dini terhadap pembentukan karakter manusia yang seutuhnya.

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

 

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk Order Dipidiff Snack Book

atau Informasi Reseller dan Kerjasama

 

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku Minimal - Madeleine Olivia

07-07-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

Judul : Minimal How to Simplify Your Life and Live Sustainably Penulis : Madeleine Olivia Jenis Buku : Self Improvement Penerbit : Penguin Random House UK Tahun Terbit : Januari 2020 Jumlah Halaman :  320 halaman Dimensi Buku : ...

Read more

Review Buku We Hunt The Flame - Hafsah F…

01-07-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  A Bustle's Most Anticipated 2019 YA Release A Barnes & Noble Top 2019 YA Fantasy Release Paste Magazine's Top 10 Most Anticipated YA Novels of 2019 "Lyrical and spellbinding" --Marieke Njikamp...

Read more

Review Buku Pieces of Her - Karin Slaugh…

25-06-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Coming to Netflix Judul : Pieces of Her Penulis : Karin Slaughter Jenis Buku : Crime, Action Thriller Penerbit : William Morrow & Company Tahun Terbit : Mei 2019 Jumlah Halaman : 656 halaman Dimensi Buku : 18.80 x 10.41...

Read more

Review Buku The Money Revolution - Anne …

18-05-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

Judul : The Money Revolution Penulis : Anne Boden Jenis Buku : Finance Penerbit : Kogan Page  Tahun Terbit : Juni 2019 Jumlah Halaman :  216 halaman Dimensi Buku :  21.59 x 13.97 x 1.50 cm Harga : Rp. 315.000*harga sewaktu-waktu...

Read more

TERBARU - Buku Indonesia & Terjemahan

Review Buku Sentra - Rhenald Kasali

18-01-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Sentra – Membangun Kecerdasan dan Kemampuan Anak Sejak Usia Dini, Demi Masa Depan yang Cemerlang Series on Education Penulis : Prof. Rhenal Kasali Jenis Buku : Edukasi Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku #MO - Rhenald Kasali

18-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : #MO Sebuah Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham Penulis : Rhenald Kasali Jenis Buku : Ekonomi - Bisnis Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman :  446 halaman Dimensi Buku :  15...

Read more

Review Buku Wild Hearts (Ancaman Masa La…

28-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wild Hearts (Ancaman Masa Lalu) * Harlequin Penulis : Sharon Sala Disain Sampul : Marcel A.W. Jenis Buku : Fiksi Romance Suspense - Misteri Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku A Song of Shadows (Kidung Ba…

14-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : A Song of Shadows (Kidung Bayang-Bayang) Penulis : John Connolly Disain Sampul : Edward Iwan Mangopang Jenis Buku : Detektif Kriminal – Misteri - Suspense Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah...

Read more

TERBARU - LIFE STORY

Decluttering Finances

24-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Inginkah teman-teman memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan bijak? Pasti jawabannya ingin. Saya pikir tidak ada seorang pun di antara kita yang tidak ingin memiliki skill memanajemen keuangan, sebab sebesar apapun...

Read more

Work Coffee Cafe (a Review)

17-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Familiar kah teman-teman dengan nama cafe ini? Saya sih tidak. Tapi itu kemungkinan karena kami domisili di Bandung Timur dan jarang main ke daerah ini. Padahal tempatnya asyik bahkan klasik...

Read more

Marka Cafe + Kitchen (a Review)

16-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Untuk mereka yang biasa ngafe atau duduk-duduk nongkrong sambil menikmati kopi pasti sudah kenal kafe yang satu ini. Saya juga tahu Marka cafe karena diajak partner saya ngobrol-ngobrol tukar pikiran...

Read more