Review Buku Trillion Dollar Coach - Eric Schmidt, Jonathan Rosenberg, Alan Eagle

Published: Wednesday, 14 August 2019 Written by Dipidiff

 

Judul : Trillion Dollar Coach

The Leadership Handbook of Silicon Valley’s Bill Campbell

Penulis : Eric Schmidt, Jonathan Rosenberg, Alan Eagle

Jenis Buku : Leadership - Management

Penerbit : Hodder & Stoughton General Division

Tahun Terbit : April 2019

Jumlah Halaman :  352 halaman

Dimensi Buku :  23.40 x 15.30 cm

Harga : Rp. 310.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9781473675971

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

 

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore

(ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

dan PERIPLUS YOGYA

(ig @periplus-malioboro, @periplus_hartonomall, @periplus_bandara_adisucipto_periplusbas3)

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Bill Campbell memainkan peran penting dalam pertumbuhan beberapa perusahaan terkemuka, seperti Google, Apple, dan Intuit. Ia juga membina hubungan yang mendalam dengan para visioner Silicon Valley, termasuk Steve Jobs, Larry Page, dan Eric Schmidt. Selain itu, Bill Champbell membimbing puluhan pemimpin penting lainnya, mulai dari wirausahawan hingga kapitalis, dari pendidik hingga pemain sepak bola, dan meninggalkan warisan berupa perusahaan yang berkembang, orang-orang yang sukses, rasa hormat, persahabatan, dan cinta setelah kematiannya pada tahun 2016.

Selama lebih dari satu dekade, para pemimpin di Google, Eric Schmidt, Jonathan Rosenberg, dan Alan Eagle melihat secara langsung bagaimana Bill membangun hubungan yang didasari atas kepercayaan, mendorong pertumbuhan pribadi orang-orang yang ia latih — baik di puncak karir maupun kejatuhannya, serta dengan cepat mengidentifikasi dan mengatasi ketegangan yang tak terhindarkan di lingkungan perusahaan yang selalu bergerak cepat . Untuk menghormati mentor mereka dan mengilhami serta mengajarkan prinsip dan kebijaksanaan Bill Champbell pada generasi masa depan, mereka menulis buku ini.

Berdasarkan wawancara dengan lebih dari delapan puluh orang yang mengenal dan mencintai Bill Campbell, Trillion Dollar Coach menjelaskan prinsip-prinsip Pelatih dan mengilustrasikannya dengan kisah-kisah dari banyak orang hebat dan perusahaan tempat ia bekerja. Hasilnya adalah cetak biru bagi para pemimpin dan manajer bisnis yang berpikiran maju, yang akan membantu mereka menciptakan budaya, tim, dan perusahaan yang berkinerja lebih tinggi dan bergerak lebih cepat.

 

Yuk kita intip daftar isinya:

Foreword by Adam Grant

CHAPTER 1: The Caddie and the CEO

CHAPTER 2: Your Title Makes You a Manager, Your People Make You a Leader

CHAPTER 3: Build an Envelope of Trust

CHAPTER 4: Team First

CHAPTER 5: The Power of Love

CHAPTER : The Yardstick

Acknowledgements

Notes

Index

 

Dalam buku ini kita akan menelaah hal apa saja yang dilatih oleh Bill - apa yang menurutnya harus dilakukan - bagaimana cara ia melatih- dan apa pendekatannya. What dan How -nya dibagi menjadi empat bagian: bagaimana Bill mendapatkan rincian yang tepat dalam keterampilan manajemen, mulai dari pertemuan pribadi dan staf hingga penanganan karyawan yang menantang; bagaimana dia membangun kepercayaan dengan orang-orang yang bekerja bersamanya; bagaimana ia membangun dan menciptakan tim; dan terakhir, bagaimana ia membawa rasa cinta yang tulus ke lingkungan kerja. Terdapat pula studi akademik dan artikel yang mendukung teknik Bill ini.

Trillion Dollar Coach adalah sebuah buku yang bisa digunakan untuk seorang manajer, eksekutif, atau pemimpin tim lainnya, dalam bisnis atau organisasi apa pun, agar bisa lebih efektif dalam memimpin dan mengelola tim dan perusahaan, serta membantu performance  yang lebih baik dan lebih bahagia dari individu yang bersangkutan.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

 

Disain sampul buku yang sederhana ya menurut saya. Juga khas disain sampul non fiksi, yang tanpa gambar ilustrasi dan fokus pada judul lalu nama penulisnya. Sisi paling menarik buku ini buat saya terletak pada judulnya. Kata 'trillion dollar' terdengar sangat persuasif, belum lagi ketika membaca nama-nama tokoh sukses penulis maupun Bill Champbell -nya.

 

Opini - Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Trillion Dollar Coach ternyata adalah sebuah buku leadership yang menarik dan impresif di lima menit pertama tinjauan saya. Ditulis oleh Eric Schmidt, Jonathan Rosenberg, dan Alan Eagle (yang merupakan para penulis dan leader Google), pengantar bukunya dari Adam Grant (profesor psikologi, expert di bidang psikologi organisasi, dan penulis buku-buku bestseller), dan isinya top secret leadership formula dari Bill Champbell yang legendaris (tokoh di belakang kesuksesan para leader brand besar seperti Steve Jobs - Apple, Jeff Bezos - Amazon, Dick Costolo - Twitter, dan lain-lain).

Sheryl Sandberg and I have often lamented that every bookstore has a self-help section, but there isn't a help-others section. Trillion Dollar Coach belongs in the help-others section: it's a guide for bringing out the best in others, for being simultaneously supportive and challenging, and for giving more than lip service to the notion of putting people first.

What’s most remarkable about Bill Chambell’s story is that the more you read about him, the more you’ll see opportunities every day for becoming more like him. There are small choices, like treating everyone you meet with dignity and respect. And there are bigger commitments, like taking the time to show a sincere interest in the lives of your team – to the point of remembering where their kids go to school.

Bill Champbell didn't need or want the glory of being profiled in a book, let alone being the subject of an entire book. But for a man who lived his life by giving his knowledge away, open-sourcing his secrets strikes me as a fitting attribute.

- Adam Grant

 

On a warm April day in 2016, a large crowd gathered on the football field at Sacred Heart School, in the heart of Atherton, California, to honor William Vincent Champbell, Jr., who had recently succumbed to cancer at the age of seventy-five. Bill had been a transcendent figure in the technology business since moving west in 1983, playing critical role in the success of Apple, Google, Intuit, and numerous other companies. To say he was tremendously respected would be a gross understament – loved is more like it. Among the audience that day were dozens of technology leaders – Larry Page, Sergey Brin, Mark Zuckerberg, Sheryl Sandberg, Tim Cook, Jeff Bezos, Mary Meeker, John Doerr, Ruth Porat, Scott Cook, Brad Smith, Ben Horowitz, Marc Andreessen. Such a concentration of industry pioneers and power is rarely seen, at least not in Silicon Valley.

Page 1

 

Hanya ada sedikit gambar di buku ini. Untuk sebuah buku yang menceritakan satu tokoh tertentu (dalam hal ini Bill Champbell), meskipun Trillion Dollar Coach bukan buku bio/autografi, saya tetap mengharapkan adanya dokumentasi foto yang lebih banyak. Tiga foto yang ada di bawah ini dua di antaranya adalah dokumentasi Bill Champbell saat masih aktif dalam olahraga dan satu lagi adalah sebuah iklan ucapan terimakasih satu halaman penuh dari beberapa karyawan Claris kepada Bill Champbell yang dipublikasikan di San Jose Mercury News tak lama dari dimakamkannya Bill Champbell.

Picture: Gambar dokumentasi yang ada di dalam buku

 

 

Kisah hidup Bill Champbell mulai dari masa ia aktif di football, bekerja sebagai supir taksi sambil kuliah, lalu menjadi pelatih, kemudian terjun di dunia marketing, hingga menjadi tokoh penting di Intuit, Apple, dan Google diceritakan pula di bab awal. Rasanya kita menjadi lebih mengenal pribadi Bill Champbell setelah menyimak kisah ini. Penggambaran personality Bill di sini ditonjolkan sisi positifnya, dan menurut saya memang banyak hal positif yang bisa kita dapatkan pula dari kisah hidup Bill Champbell dan prinsip kepemimpinannya.

His football career was done. At age thirty-nine, Bill entered the business world by taking a job with the ad agency J. Walter Thompson. He started in Chicago, supporting Kraft, then several months later moved back to New York to support Kodak. He dove into his job with customary passion, impressing his client in Rochester, New York, so much with his ...

Page 7

 

Ada banyak catatan kaki di sepanjang halaman, sebagian menjelaskan tentang situasi tertentu sebagian lagi berisi catatan riset yang berhubungan dengan topik yang sedang dibahas di halaman bersangkutan. Secara pribadi saya menyukai buku yang memiliki catatan kaki karena membantu saya memahami konteks bahasan tanpa mengganggu ritme baca.

Picture: Catatan-catatan kaki di dalam buku

 

Jadi rupanya inilah alasan mengapa buku ini ditulis. Secara jelas disebutkan juga bahwa para penulis tidak ingin menyusun a hagiography (a biography that idealizes the subject) untuk Bill. Terdengar 'oke' ya, tapi ternyata bobot konten buku ini sebenarnya hanya mengungkapkan sisi positif pribadi Bill saja, meski memang tidak bisa disebut biografi karena adanya muatan topik manajemen dan kepemimpinannya.

Now Bill was gone, and Philipp wanted to help funnel his principles to others, not just at Google but to everyone. When he saw Eric, he asked him, Why don't we take the amazing wisdom Bill taught us and turn it into something we can shere with the rest of the world? We had the great privilege to work with a management legend. All of this could be lost if we don't do something.

Page 20

 

Menarik juga bagaimana buku ini disusun berdasarkan hasil interview banyak tokoh penting.

In writing this book, we interviewed dozens of people whose lives have been profoundly touched by Bill on one way or another. Boyhood friends, Columbia teammates, players he coached at Boston College and Columbia, fellow football coaches, colleagues at Kodak, Apple, Claris, GO, and Intuit, business executives he coached, Stanford players who regularly crashed at his Palo Alto home, family, friends, and even kids at Sacred Heart he coached as middle schoolers on the flag football team.

Page 28

 

Yang hasil interview itu kemudian dituangkan satu per satu dalam bentuk story telling yang nyaman dibaca dan mudah dipahami, mengikuti topik yang sedang dibahas perbabnya, seringnya berupa studi kasus dan kesan-kesan personal orang-orang yang terlibat. Misalnya,

In July 2001, Google was on the verge of its third birthday and had recently launched the AdWords advertising product, which would soon propel it into the stratosphere. The company had several hundred employees, including many software engineers working under Wayne Rosing, a former Apple and Sun executive who had joined the company six months earlier. Wayne wasn't happy with the performance of his current set of managers. They were strong engineers, but not great managers. So he discussed his concerns with Larry and Sergey, and they came up with a somewhat radical ...

Page 31

 

Cerita ini sebagian besar diikuti kemudian dengan 'apa yang dilakukan Bill' terkait situasi yang terjadi, misalnya

During one of these conversations Bill mentioned to Larry that “we have to get some managers in here.” Larry was non plussed. After all, he had just gotten rid of all the managers, and he was quite happy with that. Why does a company of several hundred employees, shipping a product that would eventually generate billions in revenue, need managers? Weren’t we doing better without them? This went on for a while, the argument going back and forth, both men firm in their convictions. Finally Bill took a page from Larry’s book and suggested that they just go talk to the engineers. He, Larry, and Sergey wandered down the hall until they found a couple of software engineers working. Bill asked one of them if he wanted a manager. ...

...
Page 33

 

lalu pemaparan hasil riset yang mendukung pendekatan dan solusi yang Bill temukan. Misalnya,

In fact, academic research finds merit in both apporaches. A 1991 study finds that when a company is in the implementation stage of an innovation (such as when Google was developing its search engine and AdWords), they need managers to help coordinate resources and resolve conflicts. However, a 2005 study finds that creativity flourishes in environments, such as Broadway shows, that are more network-oriented than hierarchical. So there‘s always tension between creativity and operational efficiency.

Page 34

 

Bill felt that leadership was something that evolved as a result of management excellence. “How do you bring people around and help them flourish in your environment? It's not by being a dictator. It’s not by telling them what the hell to do. It’s making sure that they feel valued by being in the room with you. Listen. Pay attention. This is what great managers do.”

Harvard Business School professor Linda Hill, who studies management and first-time managers in particular, agrees that being a dictator doesn't work. She wrote in 2007, “New managers soon learn.. that when direct reports are told to do something, they don't necessarily respond. In fact, the more talented the subordinate, the less likely she is to simply follow orders.” A manager authority, she concludes, “emerges only as the manager establishes credibility with subordinates, peers, and superiors.”

Page 35

Sehingga dengan menyimak hal itu semua, kita menjadi paham prinsip dan strategi apa yang diajarkan Bill Champbell dalam manajemen perusahaan dan kepemimpinan.

 

 

Beberapa topik bahasan menarik perhatian saya secara khusus, salah satunya tentang cara mengelola anggota tim yang jenius tapi bukan tipe yang kooperatif plus berkarakter 'unik'. Bill Champbell menyebut mereka 'aberrant geniuses'.

Aberrant geniuses – high performing but difficult team members – should be tolerated and even protected, as long as their behaviour isn't unethical or abusive and their value outweighs the toll their behavior takes on management, colleagues, and teams.

Page 64

 

Beberapa topik yang dibahas juga diawali dengan pengalaman para penulis buku saat berinteraksi dengan Bill Champbell di dunia kerja. Contohnya pengalaman Jonathan Rosenberg saat pertama kali bertemu Bill Champbell yang waktu itu mewawancarainya atas nama perusahaan Google. Jonathan sama sekali tidak tahu siapa Bill Champbell dan sempat bersikap terlalu percaya diri.

On a January day in 2002, Jonathan drove over to the Google office in Mountain View, where he thought he was going to pick up a formal job offer to become head of the growing Google product team. He thought the job was a lock, but once he arrived, he was escorted to a plain conference room where a gruff, older guy greeted him. It was the first time Jonathan met Bill. He couldn't quite remember who Bill was, and did not realize, at least at first, that this guy was the final gateway on the road to employment at the company. No problem, thought Jonatahn, I’m a pretty big deal, SVP from a successful tech company, @Home. I got this!

...

Page 85

 

Selain nama-nama perusahaan teknologi besar di dunia seperti Apple, perusahaan yang paling banyak dimunculkan tentu saja adalah Google. Jadi buku ini memang cukup spesifik lingkup latar bahasannya.

 

Di buku ini juga ada satu survey yang menarik yaitu The Peer Feedback Survey yang ada di bab Team First. Survey ini dilandasi oleh sebuah prinsip bahwa kualitas hubungan dengan rekan kerja sangat besar pengaruhnya dalam keberhasilan perusahaan pada akhirnya. Di sini dijabarkan poin-poin atribut inti surveynya. Lalu ada juga bahasan topik meeting 1:1 yang dibuku ini diberikan kerangkanya sehingga bisa kita olah lebih lanjut sesuai kebutuhan kita.

Picture : Meeting 1:1 Framework dan Core Attributes of The Peer Feedback Survey

 

Bagian akhir The What Next? Decision menarik untuk dicermati karena poin-poinnya membantu kita untuk membuat rencana ke depannya setelah membaca buku ini.

What do you do next? John tackled this question by interviewing dozens of people who were older than him but had retained plenty of vitality, asking them how they had approached similar transitions and how they stayed engaged in their later-in-life careers. The answers:

BE CREATIVE. Your post-fifty years should be your most creative time. You have wisdom of experience and freedom to apply it where you want. Avoid metaphors such as you are on the “back nine.” This denirates the impact you can have.

DON'T BE A DILETTANTE. Don't just do a portfolio of things. Whatever you get involved with, have accountability and consequence. Drive it.

...

...

Page 192

 

Di sepanjang bab terdapat kalimat-kalimat penting yang berupa intisari topik yang sedang dibahas di-lay-out khusus dan dicetak dengan huruf besar sehingga mudah dikenali. Misalnya,

Picture: kalimat penting - intisari bahasan

 

Respon atas buku ini di Amazon tampaknya belum bisa diandalkan karena baru ada 4 pengulas buku saja yang memberikan rating. Sedangkan rating buku ini di Goodreads tampaknya biasa saja (berbeda dengan Amazon yang bahkan memberikan predikat buku ini sebagai best seller Wall Street book). Mereka yang memberikan rating tinggi menyatakan kesukaan mereka pada pendekatan story telling buku ini yang memudahkan mereka untuk memahami topik yang sedang dibahas. Cerita/studi kasus yang diangkat menarik dan prinsip-prinsip Bill Champbell yang ada di buku ini juga bermanfaat dan bisa diaplikasikan oleh manajer di berbagai bidang bisnis. Nama Bill Champbell sendiri mengundang banyak perhatian dan rasa penasaran mengingat ia adalah sosok yang memiliki koneksi begitu dekat dengan banyak pemimpin mega brand teknologi dunia. Tapi mereka yang memberikan rating rendah pada buku ini merasa kecewa karena menganggap buku Trillion Dollar Coach lebih menyerupai biografi - eulogy ketimbang buku manajemen dan kepemimpinan. Strateginya tidak dibahas detail, tidak ada step by step yang jelas, dan apa yang disampaikan sangat mendasar sehingga hanya cocok untuk para manajer baru atau mereka yang baru membaca buku bergenre leadership - management.

Personally, saya menyukai buku ini. Saya menyukai kesederhanaan prinsip-prinsip management dan leadership Champbell. Semua yang disampaikan meski tidak detail tapi fundamental. Pendekatan model 'coach' sebagai gaya kepemimpinan saya rasakan berkesesuaian dan logis, meski secara praktik saya yakin tidak mudah. Banyak prinsip dan perspektif di buku ini yang saya setujui dan mendatangkan inspirasi. Hasil riset yang mendukung prinsip Bill juga menarik untuk disimak. Andaikan semua pemimpin sebijak Bill Champbell (benarkah ia sehebat itu sebagai pemimpin dan sebagai personal individu? Mestinya iya, mengingat pencapaiannya selama ini dan dari cerita-cerita yang disampaikan di buku ini). Tak peduli apakah buku ini lebih menyerupai eulogy atau biografi, saya menganggap buku ini baik untuk dibaca oleh siapa saja mengingat pesan bukunya yang sangat positif.

 

Siapa Eric Schmidt

Eric Emerson Schmidt (lahir 27 April 1955) adalah seorang pengusaha dan insinyur perangkat lunak Amerika. Ia menjabat sebagai CEO dan chairman Google dari 2001 hingga 2011, executive chairman Google dari 2011 hingga 2015, dan executive chairman Alphabet dari 2015 hingga 2018. Pada 2017, Forbes menempatkan Schmidt sebagai orang terkaya ke 119 di dunia, dengan perkiraan kekayaan US $ 11,1 miliar.

Ketika bekerja magang di Bell Labs, Schmidt melakukan sebuah penulisan ulang yang lengkap dari Lex, sebuah program perangkat lunak untuk menghasilkan analisis leksikal untuk sistem operasi komputer UNIX. Dari 1997 hingga 2001, Eric Schmidt menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Novell. Schmidt juga bertugas di berbagai dewan lainnya di dunia akademis dan industri, termasuk Dewan Pengawas untuk Carnegie Mellon University, Apple, Princeton University, dan Mayo Clinic.

 

Siapa Jonathan Rosenberg

Jonathan Rosenberg adalah wakil presiden senior di Alphabet dan penasihat tim manajemen perusahaan. Dia menjalankan tim produk Google dari tahun 2002 hingga 2011.

Sebelum bergabung dengan Google, Rosenberg adalah Wakil Presiden Perangkat Lunak untuk palmOne, penyedia solusi komputer dan komunikasi genggam. Ia bergabung dengan Google pada tahun 2002 dan mengawasi desain dan pengembangan konsumen, pengiklan, dan produk mitra perusahaan, termasuk Pencarian, Iklan, Gmail, Android, Aplikasi, dan Chrome. Saat berada di Google, Rosenberg mengelola banyak karyawan penting, termasuk Marissa Mayer. Ia mengundurkan diri dari posisinya sebagai SVP pada 2011. Sebelum bergabung di Google, Rosenberg bekerja di @Home, di mana ia adalah anggota pendiri kelompok produk dan wakil presiden senior produk dan layanan online setelah @Home bergabung dengan Excite. Rosenberg ditunjuk sebagai COO Motorola Mobility. , menggantikan mantan COO Dennis Woodside, pada 12 Februari 2014.

Jonathan Rosenberg juga adalah penulis pendamping, bersama dengan Ketua Eksekutif Google Eric Schmidt dan Direktur Eksekutif Komunikasi Alan Eagle, dari buku terlaris New York Times berjudul How Google Works, yang diterbitkan pada September 2014. Pada 2019 ia menerbitkan buku lain bersama dengan Eric Schmidt dan Alan eagle yang berjudul "Trillion Dollar Coach". Buku ini kemudian menjadi best wall Street seller versi Amazon.

Jonathan Rosenberg muncul sebagai feature  dalam film dokumenter pemenang Academy Award, tentang spionase di era digital.

 

 

Siapa Alan Eagle

Alan Eagle telah menjadi direktur di Google sejak 2007. Sebelumnya, ia adalah speechwriter untuk Eric dan Jonathan. Alan Eagle saat ini menjalankan serangkaian program penjualan Google.

 

Buku Trillion Dollar Coach mendapatkan rating 5 (dari 4 review) di Amazon dan rating 4.06 di situs Goodreads.

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca yang mencari buku manajemen dan kepemimpinan, khususnya yang menggunakan pendekatan coach Bill Champbell. Buku ini ringan dibaca, mengangkat studi kasus dan cerita-cerita yang berkaitan dengan Bill Champbell semasa karirnya terutama saat intens terhubung dengan para tokoh dari Sillicon Valley. Topik yang dibahas menarik, mendasar, dan menginspirasi, dilengkapi hasil riset yang berkorelasi. Prinsip-prinsip Bill Champbell fundamental sehingga bisa diaplikasikan oleh manajer atau pemimpin manapun dari sebuah organisasi atau perusahaan atau bahkan perorangan. Hanya ada sedikit gambar pelengkap, intisari di-layout terpisah dan dicetak dengan huruf besar. Buku ini tidak berisi panduan detail teknis manajerial.

My Rating : 4.3/5

 

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku How To See - Thich Nhat Hanh

17-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : How To See Penulis : Thich Nhat Hanh Jenis Buku : Self Improvement Penerbit : Ebury Publishing  Tahun Terbit : Juli 2019 Jumlah Halaman :  128 halaman Dimensi Buku : 11.00 x 15.60 x 0.70 cm Harga :...

Read more

Review Buku How To Own The Room - Viv Gr…

27-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : How to Own The Room Women and The Art of Brilliant Speaking Penulis : Viv Groskop Jenis Buku : Communication – Public Speaking Penerbit : Transworld Publishers Ltd  Tahun Terbit : Desember 2018 Jumlah Halaman : ...

Read more

Review Buku Wabi Sabi (Japanese Wisdom f…

27-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wabi Sabi Japanese Wisdom for a Perfectly Imperfect Life Penulis : Beth Kempton Jenis Buku : Philosophy – Self Improvement Penerbit : Harper Design Tahun Terbit : Desember 2018 Jumlah Halaman :  256 halaman Dimensi Buku : ...

Read more

Review Buku Money - Yuval Noah Harari

18-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Money Penulis : Yuval Noah Harari Jenis Buku : Non Fiction History - Economy Penerbit : Vintage Publishing Tahun Terbit : April 2018 Jumlah Halaman : 144 halaman Dimensi Buku :  11.20 x 27.40 x 1.60 cm Harga...

Read more

TERBARU - Buku Indonesia & Terjemahan

Review Buku #MO - Rhenald Kasali

18-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : #MO Sebuah Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham Penulis : Rhenald Kasali Jenis Buku : Ekonomi - Bisnis Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman :  446 halaman Dimensi Buku :  15...

Read more

Review Buku Wild Hearts (Ancaman Masa La…

28-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wild Hearts (Ancaman Masa Lalu) * Harlequin Penulis : Sharon Sala Disain Sampul : Marcel A.W. Jenis Buku : Fiksi Romance Suspense - Misteri Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku A Song of Shadows (Kidung Ba…

14-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : A Song of Shadows (Kidung Bayang-Bayang) Penulis : John Connolly Disain Sampul : Edward Iwan Mangopang Jenis Buku : Detektif Kriminal – Misteri - Suspense Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah...

Read more

Review Buku 64 Tips dan Trik Presentasi …

31-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : 64 Tips dan Trik Presentasi Public Speaking Mastery in Action Penulis : Ongky Hojanto Disain Sampul : Orkha Creative Jenis Buku : Non Fiksi - Komunikasi Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit :...

Read more

TERBARU - LIFE STORY

The Best Way to Start a New Habit

18-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Banyak orang termasuk saya yang hidupnya penuh rencana perbaikan diri. Fokus pada menemukan kebiasaan baru dan berusaha menghilangkan kebiasaan lama seolah sudah jadi agenda sehari-hari. Tapi niat dan realisasi kadang...

Read more

How To Deal with Anger, Anxiety, and Lon…

17-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Ini artikel pertama di blog saya yang membahas satu topik tertentu dalam buku yang saya baca. Harapan saya sederhana, yakni semoga ilmu dan wawasan positif yang saya dapatkan dari buku-buku...

Read more

The Five Things Your Website Should Incl…

17-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Website dan blog adalah portal wajib perusahaan masa kini. Penyebabnya tentu saja adalah kemajuan teknologi seperti internet dan gadget. Jaman sekarang memiliki bisnis tak harus memiliki bangunan fisik, cukup dengan...

Read more