Review Buku Building a Story Brand - Donald Miller

Published: Sunday, 14 July 2019 Written by Dipidiff

 

Judul : Building a Story Brand

Clarify Your Message So Customers Will Listen

Use the 7 Elements of Great Storytelling to Grow Your Business

Penulis : Donald Miller

Jenis Buku : Business - Marketing

Penerbit : Harper Collins

Tahun Terbit : November 2017

Jumlah Halaman : 240 halaman

Dimensi Buku :  21.84 x 14.48 x 2.29 cm

Harga : Rp. 252.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9780718033323

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

New York Times Bestseller Author

#1 Bestseller in Product Management

Available at Periplus Bandung Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Donald Miller menggunakan tujuh elemen universal dari suatu konsep cerita yang memiliki kekuatan untuk meningkatkan hubungan dengan pelanggan dan mengembangkan bisnis secara dramatis.

Proses StoryBrand dari Donald Miller ini telah terbukti menjadi solusi  yang tepat di masa perjuangan yang dihadapi para pemimpin bisnis. Metode revolusioner untuk terhubung dengan pelanggan ini memaparkan keunggulan kompetitif utama dan mengungkapkan rahasia untuk membantu pelanggan memahami manfaat menarik dari penggunaan produk, ide, atau layanan. Building StoryBrand melakukan hal tersebut melalui tujuh poin cerita universal yang dipahami oleh semua orang, alasan sebenarnya pelanggan melakukan pembelian, cara menyederhanakan pesan merek sehingga orang memahaminya, dan bagaimana membuat pesan paling efektif untuk situs web, brosur, dan media sosial.

Kita bisa saja seorang direktur pemasaran sebuah perusahaan bernilai miliaran dolar, atau pemilik usaha kecil, atau politisi yang mencalonkan diri untuk suatu jabatan, atau penyanyi utama band rock, tapi Building StoryBrand akan selamanya mengubah cara kita berbicara tentang siapa kita sebenarnya, apa yang kita lakukan, dan nilai unik yang kita bawa ke pelanggan kita.

 

Yuk kita intip daftar isinya:

Introduction

SECTION 1: WHY MOST MARKETING IS MONEY PIT

  1. The Key to Being Seen, Heard, and Understood
  2. The Secret Weapon That Will Grow Your Business
  3. The Simple SB7 Framework

SECTION 2: BUILDING YOUR STORYBRAND

  1. A Character
  2. Has a Problem
  3. And Meets a Guide
  4. Who Gives Them a Plan
  5. And Calls Them to Action
  6. That Helps Them Avoid Failure
  7. And Ends in a Success
  8. People Want Your Brand to Participate in Their Transformation

SECTION 3: IMPLEMENTING YOUR STORYBRAND BRANDSCRIPT

  1. Building a Better Website
  2. Using Storybrand to Transform Company Culture

The Storybrand Marketing Roadmap

Afterwords

Acknowledgments

Praise for the StoryBrand Framework

StoryBrand Resource

Notes

 

 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Disain sampul cantik, padahal saya biasanya tidak suka cover dominan warna putih. Permainan warnanya sederhana ya, tapi kok enak dipandang. Sepertinya Donald Miller memang mengaplikasikan konsep marketing - story brandnya tidak hanya pada isi buku tapi juga disain cover bukunya ^^.

 

 

Opini - Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Introduction buku ini menarik buat saya, terutama karena pilihan kalimat pembukanya yang to the point, singkat namun padat.

This is not a book about telling your company’s story. A book like that would be a waste of time. Customers don't generally care about your story, they care about their own.

Your customer should be the hero of the story, not your brand. This is the secret every phenomenally successful business understands.

What follows is a seven-part framework that will change the way you talk about your business and perhaps the way you do business.

...

Page ix

 

 

Kalimat-kalimatnya juga argumentatif dan menyadarkan saya pada hal penting yang kadang  terlupakan dalam dunia bisnis terutama marketing.

Once they get their message straight, our clients create quality websites, incredible keynotes, e-mails that get opened, and sales letters people respond to. Why? Because nobody will listen to you if your message isn't clear, no matter how expensive your marketing material may be.

Page 4

 

 

Buku ini banyak mengangkat kisah para marketer sukses. Kisah-kisah ini sangat menarik untuk disimak karena kita bukan hanya belajar dari keberhasilan sang tokoh tapi juga kegagalannya. Misalnya kisah Mike McHargue yang saya kutipkan sedikit di bawah ini,

To find out why so many marketing and branding attempts fail, I called my friend Mike McHargue. Mike, often called “Science Mike” because he hosts a successful podcast called Ask Science Mike, spent fifteen years using science-based methodologies to help companies figure out how their customer think, specifically in the tech space. ...

Page 5

 

 

Ada juga kisah brand-brand sukses kelas dunia. Misalnya Gerber Knife, Apple, Starbuck, dan lain sebagainya.

Gerber is knife company out of Portland, Oregon, that makes a rangeo multipurpose pocketknives. Their commercial campaign, however, offers the buyer alot more than a knife. They sell something intangible. They sell an identity, and by that I mean they sell a kind of person you and I can become. ..

...

Page 133

 

After their near collapse, Apple didn't find their footing until Steve Jobs  understood that people left  intimidated (internal problem) by computers and wanted a simple interface with technology. In one of the most powerful advertising campaigns in history, Apple showed a simple, hip, fun character who just wanted to take photos and listen to music and write books next to a not-so-hip tech nerd who wanted to talk about the inner workings of his operating system. The champaign positioned Apple Computers as the company to go to if you wanted to enjoy life and express yourself but felt intimidated ...

...

Page 63

 

 

Ada juga cuplikan kisah sejarah tokoh pemerintahan seperti Ronal Reagan dan Bill Clinton, juga pengalaman Donald Miller pribadi.

When Bill Clinton delivered his now-famous line “I feel your pain” in 1992, he did more than just clinch a victory over George H.W. Bush; he positioned himself as the guide in the American voter’s story. ...

...

Page 79

 

 

Atau teori tokoh ilmuwan, misalnya,

In 1979, Nobel Memorial Prize winner Daniel Kahneman published a theory about why people make certain buying decisions. Prospect Theory, as it was called, expoused that people are more likely to be dissatisfied with a loss than they are satisfied with a gain. In other words, people hate losing $100 more than they like winning $100. ...

...

Page 111

 

 

Hal-hal yang penting ditandai dengan kalimat bercetak tebal, dijelaskan dengan sesingkat mungkin tapi lengkap dan mudah dipahami. Misalnya dua kesalahan yang umum terjadi pada brands yang saya kutipkan sedikit penjelasannya di bawah ini,

Mistake Number One

The first mistake brands make is they fail to focus on the aspects of their offer that will help people survive and thrive. ...

...

Mistake Number Two

The second mistake brands make is they cause their customers burn too many calories in an effort to understand their offer.

...

Page 7-8

 

So, what kinds of desires fit under this definition? Well, too many to count, but consider these examples:

Conserving financial resources. In order to survice and thrive, your customers may need to conserve resources. In simple terms, the means they may need to save money. ...

Conserving time. In developed countries, most of our customers have thankfully moved beyond the hunter-gatherer stage of survival. They are familiar, then, with the notion of opportunity costs. ...

Building social network. If our brand can help us find community, we’ve tapped into yet another survival mechanism. We only think we’re being nice when we bring our coworkers coffee, but what if we’re actually being nice because our primitive brains want to make sure we are connected to a tribe ...

...

Page 52

 

 

Penjelasannya juga sering dituangkan dalam bentuk poin poin yang memudahkan saya dalam memahami narasinya. Misalnya,

A good transtitional call to action can do three powerful things for your brands:

  1. Stake a claim to your territory. If you want to be known as the leader in a certain territory, stake a claim to that territory before the competition beats you to it. ...
  2. Creat reciprocity. I’ve never worried about giving away much free information. In fact, the more generous a brand is, the more reciprocity they create. ...
  3. Position yourself as the guide. ...

Page103

 

 

Panduan cara menggunakan buku ini juga dijelaskan. Misalnya,

As you walk through the seven parts of the StoryBrand Framework, simply follow these three steps:

  1. Read each of the next seven chapters.
  2. After you read each chapter, brainstorm potential messages you might use to populate your BrandScript.
  3. Carefully look at your brainstorm and then decide on a spesific message to use in each section of your BrandScript.

...

Page 40

 

 

Awalnya saya mengira buku ini terbatas pada membahas konsep, pola pikir dan filosofi bisnis- marketing, tapi ternyata buku ini juga menjelaskan 'How to do' -nya dengan baik. Misalnya,

What are the five (almost free) things you can do to grow your business?

Here they are:

  1. Create a One-liner. This roadmap is going to ach you the four-part formula for creating a single statement that will grow your business. ...
  2. Create a Lead Generator and Collect E-mail Addresses. You need a lead generator. You need a PDF, e-course,...
  3. Create an Automated E-mail Drip Campaign. ...
  4. ...

..

Page 172

 

 

Dan poin-poin penting tersebut dilengkapi contoh-contoh yang meskipun mungkin tidak sesuai dengan bisnis kita, tapi tetap relevan untuk kita gunakan sebagai inspirasi atau referensi. Misalnya,

Transitional calls to action come in all shapes and sizes. Here are a few ideas to create transitional calls to action of your own:

  • Free information: Create a white paper or free PDF educating customers about your field of expertise. This will position you as a guide in your customer’s story and create reciprocity. ...
  • Testimonials: Creating a video or PDF including testimonials from happy clients creates a story map in the minds of potential customers. ...
  • ...
  • ...

Page 103-104

 

So what are some of the ways we can offer external help for customers looking to become complete or whole? Here are a few examples:

Reduce anxiety: For years, brands that sell basic items like dish detergent and glass cleaner have almost comically positioned their products as anti-anxiety medication. As the hero in the commercial uses the product, his or her sense of frustation subsides until, at last, they’re able to see their bright shining face glowing back at them in the polished platter, ...

Reduced workload: Customers who don't have the right tools must work harder because they are, well, incomplete. But what if a tool you offer could give them what they've missing? Whether they’re selling wheelbarrow, software, ...

...

Page 124

 

Let’s look at how some successful brands we all know about have positioned the purchasing of their products as the resolution to external, internal, and philosophical problems:

TESLA MOTOR CARS:

Villain: Gas guzzling, inferor technology

External: I need a car

Internal: I want to be an early adopter of new technology

Philosophical: My choice of car ought to help save the environment

 

NESPRESSO HOME COFFEE MACHINES:

Villain: Coffee machines that make bad coffee

Ecternal: I want better-tasting coffee at home

..

..

..

Page 69

 

 

Banyak sekali analogi yang menggunakan film film populer, mulai dari Star Wars hingga Hamlet. Tapi hal ini justru sesuai karena buku ini membahas 'story'. Buat yang suka movie, pasti bagian ini sangat menarik untuk disimak. Misalnya,

Movies like Rudy, Hoosuers, and Chariots of Fire all tap into the human desire to reach our potential. And it’s not just sports movies. Legalle Blonde, The Theory of Everything, and Whiplash are all about heroes who face great odds in their journey to prove themselves. Once proven, the heroes realize an inner peace and can finnaly accept themselves because they’re reached their potential.

Page 125

 

The same character arc, by the way, is the arc for The Old Man and The Sea, Pride and Prejudice, Pinocchio, Hamlet, Sleeping Beauty, and Tommy Boy. It's the arc of almost every popular story we can name. Why? Because it’s our story. Feelings of self-doubt are universal, as is the desire to become somebody competent and courageous. And all of this matters when it comes to branding our products and services.

Page 132

 

 

Selalu ada pertanyaan-pertanyaan yang dimunculkan penulis di tengah atau akhir bahasan. Jadi jangan heran jika buku ini terasa seperti conceptual book yang membahas filosofi marketing - brand. Misalnya,

So how do we make the story our company is telling clear?

Remember, the greatest enemy our business faces is the same enemy that good stories face: noice. At no point should we be able to pause a while and be unable to answer three questions:

  1. What does the hero want?
  2. Who or what is opposing the hero getting what she wants?
  3. What will the hero’s life look like if she does (or does not) get what she wants?

While I’ve been slightly philosophical in this chapter, try not to overthink  it. What problem are you resolving in your customer’s life, and what does that resolution look like? Stick to basic answers because basic answers really do work. Then, when you get good, start diving deeper into the levels of problems your brand resolves.

...

Page 128

 

A few important questions we have to ask ourselves when we’re representing our brand are: Who does our customer want to become? What kind of person do they want to be? What is their aspirational identity?

Page 135

 

 

Ada gambar bagan, diagram, tabel, dan lainnya. Buku ini jadi menarik untuk disimak dan tidak membosankan. Misalnya,

Picture: beberapa gambar yang ada di dalam dalam buku

 

 

Dan ternyata konten buku ini terhubung dengan website mystorybrand. com. milik Donald Miller. Ada platform yang disediakan di sana yang bisa kita akses secara bebas dan kita gunakan untuk membangun story brand kita secara bertahap mengikuti panduan yang ada di buku ini. Sebagai catatan saat review ini ditulis saya belum berkesempatan untuk mencoba sendiri StoryBrand Script saya di website yang disebutkan itu.

 

Again, to create a BrandScript you can save, edit, and come back to over and over, go to mystorybrand. com. Because you bought this book, you get free access. Your StoryBrand BrandScript will be a powerfull resource helping you organize and simplify your message, and you’ll use it again and again.

...

Page 39

 

 

Meski tak banyak, ada juga cerita yang mengandung humornya. Misalnya cerita tentang Donald Miller yang 'terhipnotis' product pisau Garber Knife gara-gara story marketingnya yang bagus. Miller tergoda membeli pisau itu meski menyadari sebagai seorang penulis kegunaan pisau dalam hidupnya paling jauh ada di dapur untuk membuka kaleng makanan.

The commercial is terrific. One day, to my surprise, a StoryBrand alumnus, who happened to have been one of the Army Rangers about whom the movie Black Hawk Down was make, stopped by the house. We caught up for a moment, and then he gave me a little thank-you present, a Gerber Knife. He even had my name engraved on the blade. He knew I liked the commercial and thought it would be a thoughtful gift. To this day I keep that knife clipped to the dashboard of my truck. Occasionally I’ll take it into the kitchen, stare at a jar of peanut butter, and say, “Hello, Trouble.”

I may just be a writer, but I love that knife.

Page 135

 

 

Bab favorite saya ada di akhir buku ini, yakni Building A Better Website, Using Storybrand to Transform Company Culture, dan The Storybrand Marketing Roadmap. Tiga bab ini berisi strategi aplikasi StoryBrand itu sendiri.

 

Lalu di akhir buku, di bab StoryBrand Resource, ada info pelatihan milik Donald Miller, misalnya The Storybrand Online Marketing Workshop, Storybrand Marketing Roadmap Online Course (A Course in Copywriting), The Storybrand Live Marketing Workshop, The Storybrand Private Workshop, Become a Certified StoryBrand Guide, dan lain-lain. Buku ini benar-benar menggunakan StoryBrand Framework persis seperti isi bukunya.

 

Respon atas buku ini mayoritas bagus. Pembaca menyukai konten bukunya yang lengkap, bermanfaat, dan mudah dipahami. Beberapa pembaca yang tidak menyukai buku ini mengatakan buku ini banyak menyembunyikan bagian-bagian penting dari pemaparan karena ingin pembacanya tertarik untuk mengikuti program online training yang diadakan oleh mereka. Dengan kata lain mereka tidak menyukai Building a Story Brand karena buku ini adalah alat marketing.

 

Personally, saya sangat menyukai buku ini dan tidak menyesal membacanya hingga akhir karena banyaknya pengetahuan dan wawasan yang saya dapatkan dari membaca buku ini. Mengenai komersial online training yang ada di bagian belakang buku menurut saya sah saja dan keputusan 'pembelian'nya tetap bebas ada di tangan kita para pembaca. Jika dibandingkan dengan isi bukunya yang sangat bermanfaat itu, sisi 'buku sebagai alat marketing' terasa kecil saja dan tak akan saya perdebatkan.

Setelah kemarin menamatkan bacaan This is Marketing -nya Seth Godin yang menjelaskan konsep marketing dasar dan garis besarnya, buku ini terasa sekali memiliki kaitan topik bahasannya. Building a Story Brand membahas bagian khusus dari konsep marketing yang dibahas Seth Godin di buku This is Marketing, sehingga jika kedua buku ini akan dibaca, saya merekomendasikan untuk membaca buku This is Marketing dahulu baru kemudian buku Building a Story Brand.

 

Baca Review Buku 'This is Marketing - Seth Godin'

 

Siapa Donald Miller

Donald "Don" Miller (lahir 12 Agustus 1971) adalah seorang penulis Amerika, pembicara publik, dan pemilik bisnis. Dia adalah CEO StoryBrand, sebuah perusahaan yang membantu bisnis mengklarifikasi pesan merek mereka. Buku terlarisnya di New York Times adalah Blue Like Jazz dan buku terbarunya berjudul Building a StoryBrand dipublikasikan pada tahun 2017.

Pada usia 21 tahun, Miller meninggalkan rumahnya di Pearland, Texas dan pergi ke Portland, Oregon, di mana ia memiliki perusahaan penerbitan buku teks kecil yang berbasis di Portland bernama Coffee House Books. Miller menjadi Penulis Buku Terlaris New York Times ketika ia menerbitkan Blue Like Jazz pada tahun 2003. Pada tahun 2004, Miller merilis Searching For God Knows What, yang mengeksplorasi bagaimana pemahaman tradisional tentang Injil Yesus juga selaras dengan teori kepribadian. Pada tahun 2005, ia merilis Through Painted Deserts, versi yang diterbitkan ulang dari buku pertamanya, Prayer and the Art of Volkswagen Maintenance, yang awalnya diterbitkan pada tahun 2000. Pada tahun 2006, ia menambahkan buku lain, To Own A Dragon, yang menawarkan refleksi Miller tentang pertumbuhan seorang anak tanpa ayah. Buku ini mencerminkan minat yang sudah ada dalam kehidupan Miller, ketika ia mendirikan The Mentoring Project, sebuah organisasi nirlaba yang bermitra dengan gereja-gereja lokal untuk membimbing para pemuda yatim. Buku Don berikutnya, A Million Miles in Thousand Years, dirilis pada akhir 2009.

Pada tahun 2009, Miller bertugas di Dewan Penasihat Presiden untuk Fatherhood and Healthy Family yang menggelitik minatnya dalam politik.

Pada 30 November 2013, Donald Miller menikahi Elizabeth "Betsy" Miltenberger. Mereka sekarang tinggal di Nashville, Tennessee bersama anjing mereka, Lucy dan June Carter.

Pada tahun 2015, ia menerbitkan sebuah buku berjudul Scary Close, sebuah kisah yang jujur tentang perjalanannya untuk tidak mengesankan orang lain dan menuju penemuan diri dan keintiman sejati dalam hubungan.

Pada 2015 Miller membantu The Federation for Children menciptakan kampanye Failing Our Kids yang melobi pemerintah negara bagian untuk program kupon sekolah. Pada awal 2016 Miller berkonsultasi dengan Fox River Partnerships, sebuah think tank ekonomi di Illinois untuk mengembangkan kampanye pengiriman pesan untuk rencana ekonomi dan pajak baru yang disebut Circulation Economy. Rencana Circulation Economy dibuat oleh Joe Ritchie dan bertujuan untuk mengalihkan mesin ekonomi Amerika dari ekonomi berbasis perdagangan ke ekonomi berbasis manufaktur.

Pada 2017, ia merilis buku terbarunya, Building a StoryBrand, di mana ia membantu bisnis memperjelas pemasaran dan pengiriman pesan mereka. Setelah mempelajari apa yang membuat pendongeng dan film begitu sukses, ia menyaring elemen yang sama ke dalam kerangka pemasaran yang dapat digunakan bisnis untuk memikat dan melibatkan pelanggan. Buku ini mencakup kerangka kerja revolusioner yang disebut StoryBrand 7 Part Framework.

 

Buku-buku Donald Miller yang dipublikasikan:

  • Prayer the Art of Volkswagen Maintenance: Finding God on the Open Road, 2000 (Harvest House Publishers) Note: republished as Through Painted Deserts
  • Blue Like Jazz: Nonreligious Thoughts on Christian Spirituality, 2003 (Nelson Books)
  • Searching For God Knows What, 2004 (Nelson Books)
  • Through Painted Deserts: Light, God, and Beauty on the Open Road, 2005 (Nelson Books)
  • To Own a Dragon: Reflections On Growing Up Without a Father, 2006 (NavPress) Note: expanded and republished as "Father Fiction"
  • A Million Miles in a Thousand Years: Fall 2009 (Nelson Books)
  • Father Fiction: Chapters for a Fatherless Generation
  • Storyline: Finding Your Subplot in God's Story, 2012 (Donald Miller Words, LLC)
  • Scary Close, 2015 (Nelson)
  • Building a StoryBrand, 2017 (Harper Collins Leadership)

 

Buku Building a Story Brand mendapatkan rating 4.8 di Amazon dan 4.36 di Goodreads

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada semua pembaca yang mencari buku bisnis marketing terutama yang bertopikkan pengembangan brand dan pemasarannya. Penjelasannya singkat tapi padat, enak disimak dan mudah dipahami. Buku ini membahas konsep berpikir tapi juga menjelaskan 'how to do' nya dengan baik. Analoginya banyak yang menggunakan film-film populer. Konten buku ini terhubung dengan SB7 Framework yang ada di website penulis. Ada gambar diagram, bagan, tabel, dan lain-lain.

 

My Rating : 4.8/5

 

Buku ini direview di instagram @dipidiff_thebookblogger bersama buku 101 Brand Ideas yang dibaca oleh rekan saya Master Mo @ujang_cozmo .

Klik di sini untuk melihat salah satu postingan instagramnya.

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku Money - Yuval Noah Harari

18-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Money Penulis : Yuval Noah Harari Jenis Buku : Non Fiction History - Economy Penerbit : Vintage Publishing Tahun Terbit : April 2018 Jumlah Halaman : 144 halaman Dimensi Buku :  11.20 x 27.40 x 1.60 cm Harga...

Read more

Review Buku Trillion Dollar Coach - Eric…

14-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Trillion Dollar Coach The Leadership Handbook of Silicon Valley’s Bill Campbell Penulis : Eric Schmidt, Jonathan Rosenberg, Alan Eagle Jenis Buku : Leadership - Management Penerbit : Hodder & Stoughton General Division Tahun Terbit :...

Read more

Review Buku How To Be A Stoic - Massimo …

12-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : How To Be A Stoic (Ancient Wisdom for Modern Living) Penulis : Massimo Pigliucci Jenis Buku : Filosofi Penerbit : Ebury Publishing Tahun Terbit : Mei 2017 Jumlah Halaman : 288 halaman Dimensi Buku :  13.50 x...

Read more

Review Buku Stop Doing That Sh*t - Gary …

26-07-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Stop Doing That Sh*t End Self-Sabotage and Demand Your Life Back Penulis : Gary John Bishop Jenis Buku : Self Improvement Penerbit : HarperOne Tahun Terbit : Mei 2019 Jumlah Halaman :  240 halaman Dimensi Buku : ...

Read more

TERBARU - Buku Indonesia & Terjemahan

Review Buku Wild Hearts (Ancaman Masa La…

28-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wild Hearts (Ancaman Masa Lalu) * Harlequin Penulis : Sharon Sala Disain Sampul : Marcel A.W. Jenis Buku : Fiksi Romance Suspense - Misteri Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku A Song of Shadows (Kidung Ba…

14-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : A Song of Shadows (Kidung Bayang-Bayang) Penulis : John Connolly Disain Sampul : Edward Iwan Mangopang Jenis Buku : Detektif Kriminal – Misteri - Suspense Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah...

Read more

Review Buku 64 Tips dan Trik Presentasi …

31-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : 64 Tips dan Trik Presentasi Public Speaking Mastery in Action Penulis : Ongky Hojanto Disain Sampul : Orkha Creative Jenis Buku : Non Fiksi - Komunikasi Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit :...

Read more

Review Buku Cinta di Dalam Gelas (Dwilog…

21-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Cinta di Dalam Gelas (Dwilogi Padang Bulan #2) Penulis : Andrea Hirata Editor : Imam Risdiyanto Jenis Buku : Fiksi - Roman Penerbit : Bentang Pustaka    Tahun Terbit : Cetakan Kesebelas, November 2017 Jumlah Halaman...

Read more

TERBARU - LIFE STORY

The Best Way to Start a New Habit

18-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Banyak orang termasuk saya yang hidupnya penuh rencana perbaikan diri. Fokus pada menemukan kebiasaan baru dan berusaha menghilangkan kebiasaan lama seolah sudah jadi agenda sehari-hari. Tapi niat dan realisasi kadang...

Read more

How To Deal with Anger, Anxiety, and Lon…

17-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Ini artikel pertama di blog saya yang membahas satu topik tertentu dalam buku yang saya baca. Harapan saya sederhana, yakni semoga ilmu dan wawasan positif yang saya dapatkan dari buku-buku...

Read more

The Five Things Your Website Should Incl…

17-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Website dan blog adalah portal wajib perusahaan masa kini. Penyebabnya tentu saja adalah kemajuan teknologi seperti internet dan gadget. Jaman sekarang memiliki bisnis tak harus memiliki bangunan fisik, cukup dengan...

Read more